Guru Mati Harus Tinggalkan Karya

1
40

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, guru mati harus meninggalkan karya berupa buku. Demikian disampaikan Adnani, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Kalimantan Selatan saat memberikan sambutan pada Workshop Literasi Produktif Berbasis Tablet Sagusaku (Satu Guru Satu Buku) yang digelar Pengurus IGI Kalsel, di Aula BKKBN Prov. Kalsel, Sabtu (12/08/17).

Adnani menambahkan saat ini masih banyak keluhan rendahnya daya literasi di kalangan guru, ditambah minimnya kemampuan guru untuk menulis dan mempublikasikan karya. “Melalui workshop ini, IGI memfasilitasi guru-guru di Kalsel untuk mampu menulis dan menerbitkannya menjadi buku,” jelasnya.

Lebih lanjut, peserta akan dibimbing oleh narasumber selama 3 bulan secara online sampai bukunya terbit. “Selesai kegiatan ini, para guru bisa menularkan semangat dan kemampuan menulis kepada guru-guru yang lain,” harapnya lagi.

Kegiatan workshop dihadiri Perwakilan DPD RI Kalimantan Selatan Antung Fatmawati, Ketua Ikatan Guru Mata Pelajaran (IGMP) Bahasa Indonesia Pusat, Nur Badriyah, Narasumber Doddi Ahmad Fauji, Pengurus IGI Wilayah Kalsel dan Pengurus IGI Kota Banjarmasin.

Dalam sambutannya, Anggota DPD RI Perwakilan Kalsel Antung Fatmawati menyambut baik dan memberikan apresiasi pelaksanaan kegiatan workshop literasi produktif yang digagas IGI tersebut. “Kegiatan ini sangat positif untuk meningkatkan kualitas guru dan dunia pendidikan di Kalsel pada umumnya,”harap dia.

Sementara Ketua IGMP Bahasa Indonesia Pusat Nur Badriyah dalam sambutannya mengungkapkan kendala yang sering dihadapi para guru dalam menuangkan ide dalam bentuk tulisan. “Banyak guru yang masih bingung dari mana memulai tulisan, bagaimana menulis yang baik sampai bagaimana mengajukan naskah ke penerbit,” terangnya.

Melalui Workshop ini peserta akan dibimbing untuk menulis produktif, yakni menghasilkan karya tulis hingga terbit menjadi buku. “Karya guru yang berhasil terbit, akan ditampilkan pada ajang Global Educational Suplies and Solution (GESS) d Jakarta Convention Center 27 sd 29 September mendatang,” imbuhnya.

“Ditambah lagi, karya-karya guru sagusaku IGI juga akan dirilis pada momentum Hari Guru Nasional (HGN) 26 November mendatang dan Festival Internasional Dewi Sartika,” pungkasnya.

Salah seorang peserta dari MAN 2 Model Banjarmasin, Endang Pertiwi mengungkapkan harapannya agar kegiatan workshop literasi produktif ini bisa memberikan ┬áide dan inspirasi untuk mulai menulis. “Syukur syukur kalau layak diterbitkan dalam bentuk buku,”tuturnya

Workshop Literasi Produktif Berbasis Tablet akan berlangsung selama dua hari yakni Sabtu-Minggu, 12 s.d 13 Agustus 2017, dibimbing trainer nasional dan diikuti seratus lebih guru TK/RA, SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA di Kalimantan Selatan []

Views All Time
Views All Time
46
Views Today
Views Today
1

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY