Guru Milenial : Membumikan Kompetensi Melangitkan Prestasi

0
62

Oleh : Imam Syafii
Guru MAN 1 Musi Rawas

Menjalani profesi sebagai seorang pendidik terlebih di era millennial abad 21 seperti sekarang ini syarat dengan peluang dan tantangan. Faktanya masih sering jumpai para pendidik di sekitar kita belum tersadar akan dunia digital yang berkembang cepat ditengah-tengah peserta didiknya, salah satunya ditandai dengan maraknya penggunaan smartphone, gadget, dan lain sebagainya baik sebagai alat teknologi informasi maupun sebagai alat teknologi komunikasi khususnya dalam bidang pendidikan dan pengajaran.

Penelusuran data akun sebuah blog misalnya menunjukkan bahwa dari jumlah 1025 viewer sebanyak 1028 (81%) dilihat melalui penggunaan operating sistem android, dan sisanya 19% oleh operating system (OS) lainnya. (mamilenial. blogspot. com, 2018).

Data ini menunjukkan bahwa operating system (OS) android banyak digunakan dalam mengakses informasi dan komunikasi di kalangan masyarakat kita termasuk para pelajar. Kenyataan ini telah membawa pengaruh terhadap kehidupan dan perilaku serta cara belajar para peserta didik.

Pada beberapa kasus di ruang kelas misalnya masih kita temukan para siswa lebih asyik dan berkonsentrasi penuh dengan handphone android miliknya ketimbang memperhatikan materi yang sedang diajarkan oleh gurunya.

Mengapa? Oleh karena mereka berpandangan konten-konten informasi dan aplikasi yang disediakan dalam smartphone lebih menarik dan seolah-olah telah menjadi kebutuhan serta menjadi bagian dari kehidupannya daripada materi yang disampaikan oleh para guru. Mereka menganggap materi pelajaran tidaklah menarik dan penting lagi. Tentunya anggapan ini adalah keliru.

Lantas apa yang harus dilakukan?
Guna menjawab kenyataan terlintas sebuah pemikiran kontekstual menurut penulis bagi setiap pendidik (guru) dalam menghadapi tantangan belajar kehidupan para generasi millennial di zaman ini perlunya guru millennial untuk membumikan kompetensi melangitkan prestasi berbasis teknologi

Pertama, setiap guru di era millennial ini harus mampu membumikan kompetensinya sebagai seorang pendidik yang meliputi: 1. Kompetensi pedagogik. 2. Kompetensi kepribadian. 3. Kompetensi sosial dan 4. Kompetenai profesional sesuai dengan Undang-undang Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005.
Kompetensi pedagogik guru terkait dengan kemampuannya dalam memahami peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

Kompetensi kepribadian berkenaan dengan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.

Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar dan

Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologi keilmuanya.

Membumikan kompetensi dapat dimaknai dengan menjadikan seluruh kompetensi tersebut terinternalisasi secara baik dalam diri seorang guru sehingga dapat terejawantah dalam setiap pelaksanaan tugasnya sebagai guru berbasis teknologi.

Jika ini mampu dilakukan, maka tantangan generasi millennal di zaman ini dapat menjadi peluang untuk menuntun dan mengarahkan mereka mengukir prestasi, berkarya, berinovasi, dan bermanfaat untuk ummat.

Teknologi ditangan mereka akan menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan dirinya dan kemajuan bangsa dengan berkepribadian indonesia. Prestasinya akan mampu berorientasi langit (ubudiyah-ilahiyah) oleh karena pondasi para generasi millennial adalah ibadah dengan dasar keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT terlih saat ini kita berada di Bulan Penuh Berkah Ramadhan. Salam Guru Hebat, Guru Bermartabat.

Views All Time
Views All Time
140
Views Today
Views Today
1
Previous articleKUMPULAN SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP SMP/MTs TAHUN 2019
Next articleMerengkuh Langit Ramadhan
Imam Syafii, M.Si. Guru di MAN 1 Musi Rawas Prov. Sumatera Selatan. Lahir di Desa Tebat Jaya, BK 0 (OKU Timur-Sumsel) 22 Pebruari 1978. Pendidikan dasar saya tempuh pertama kali di SDN Inpres Balikpapan Kalimantan Timur pada tahun 1984 hingga kelas 3 dan melanjutkan pendidikan dasar kelas 4 di SDN Patok Songo Kec. Buay Madang Kab. OKU Timur- Sumsel lulus tahun 1990. Kemudian melanjutkan ke MTsN Martapura Kab. OKU Timur lulus pada tahun 1993. Pendidikan menengah atas saya tempuh di Pondok Pesantrean Nurul Huda Sukaraja Kec. Buay Madang Kab. OKU Timur di MA Nurul Huda Jurusan A3 (Biologi) lulus pada tahun 1996. Saya menlanjutkan Pendidikan S1 di Universitas Lancang Kuning Pekanbaru-Riau jurusan Agronomi dan meraih predikat lulusan terbaik pada tahun 2001. Setelah enam bulan menjalani profesi sebagai asisten dosen memperoleh kesempatan beasiswa dari Pemerintah Provinsi Riau untuk melanjutkan Pendidikan Pascasarjana di Institut Pertanian Bogor (IPB-Bogor) masuk tahun 2002 dan lulus pada tahun 2004. Profesi guru saya jalani sejak lulus dari Bogor dengan menjadi guru honorer di MTsN 1 Muara Kelingi, di SMAN 1 Muara Kelingi, di MA Hidayatullah Muara Kelingi , SMAN Karya Sakti Kec. Muara Kelingi, MAN Muara Kelingi, SMAN 2 Muara Kelingi Kab. Musi Rawas. dI Tahun 2008 saya mendapatkan SK Bupati sebagai Guru TKS di SMAN 1 Muara Kelingi, dan di tahun 2009 kuliah kembali mengambil program Akta IV Pendidikan Biologi di Universitas Bengkulu dan pada tahun 2014 mendapatkan SK sebagai PNS di MAN 1 Musi Rawas.

LEAVE A REPLY