GURU, OH GURU

0
14

 

Dalam beberapa hari terakhir ini, di  media sosial viral kasus siswa salah satu SMP di Jawa Timur melakukan tindakan melawan guru, karena tidak terima ditegur oleh gurunya saat merokok di dalam kelas. Kasus siswa melakukan perlawanan terhadap guru yang sedang mengajar di kelas ini direkam kejadiannya melalui vedio oleh salah satu siswa di kelas tersebut, dan kemudian vedio tersebut viral di media sosial.

Kejadian upaya penganiayaan terhadap guru oleh siswanya sendiri kembali muncul di media sosial, setelah sekian lama tidak terdengar atau terekpos ke media sosial atau media massa lainnya. Dari tayangan vedio yang viral di media sosial tersebut, terlihat ada seorang siswa yang memaki dan menentang gurunya saat kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Terlihat sang guru sabar dan tidak emosional menghadapi sikap dan perilaku siswanya yang tidak pantas untuk dilakukan terhadap guru yang selama ini mendidik dan memberikan ilmu dengan penuh keikhlasan. Bahkan, sang guru yang bernama Khalim tersebut hanya seorang guru honorer di sekolah tersebut.

Sebelumnya, beredar vedio di media sosial dalam video yang berdurasi sekitar 00,24 detik. Hanya terlihat ada 4 orang siswa di dalam kelas sedang melakukan suatu tindakan yang melakukan tendangan terhadap seorang tua yang memegang buku. Sementara itu, beberapa siswa yang lain sedang mentertawakannya.

Menurut klarifikasi dari pihak kepala sekolah yang dikirim melalui vedio di media sosial, bahwa kejadian tersebut pada Kamis, 8 November 2018 ,sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Ketika akan berakhir mata pelajaran Gambar Teknik Otomotif dari guru yang bernama Joko Susilo, S.Pd. Menurut Kepala Sekolah SMK NU 03 Kaliwungu, Muhaidin, bahwa kejadian tersebut hanya goyonan belaka, bukan pengeroyokan terhadap guru tersebut. Namun, katanya lagi goyunan tersebut diluar batas atau keterlaluan.

Peristiwa yang menimpa guru pada akhir-akhir ini terasa menyantak,  karena seolah dengan mudahnya orangtua siswa bertindak menyakiti guru anaknya sendiri, tanpa merasa simpati dan terima kasih atas jasa guru yang telah mendidik anaknya. Seolah-olah guru dalam menjalankan profesinya tidak ada perlindungan hukum. Bagaimana mungkin,  hanya gara-gara guru menegur atau memarahi peserta didiknya tidak memakain sepatu ke sekolah,  kemudian guru tersebut dianiaya oleh orangtua peserta didiknya?.  Lalu ,bagaimana perlindungan hukum terhadap profesi guru selama ini?.

Secara formal  perlindungan hukum guru telah diatur dalam ketentuan Pasal 40 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 39 ayat (1) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Pasal 40 ayat (1) dan Pasal 42 Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008. Kemudian, peraturan terbaru perlindungan hukum guru terdapat dalam Peranturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2017, tentang Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Kasus-kasus tindak kekerasan atau penganiayaan terhadap guru,  yang bertugas mendidik dan mencerdaskan anak bangsa ini seakan tidak pernah habisnya, meskipun sudah banyak peraturan perundang-undangan yang melindungi profesi guru tersebut. Mengapa guru masih mendapat perlakuan tidak semestinya. Tragis dan ironisnya, sikap dan perlakuan yang tidak semestinya itu diterima oleh guru dari pihak yang sebenarnya mendapat keuntungan dari profesi tersebut?  Mungkin ada sesuatu yang belum efektif dalam sistem perlindungan profesi guru tersebut. Perjuangan guru memang luar biasa.

###1339###

Views All Time
Views All Time
44
Views Today
Views Today
1
Previous articlePPPK dan HARAPAN GURU HONORER
Next articleHEBATNYA HATI SANG GURU
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY