GURU SPIRIT

0
61

Manjadda Wajada, artinya siapa yang bersungguh-sungguh akan mendapat hasilnya. Proses tidak akan mengkhianati hasil begitu statetement yang pernah saya baca dari seorang motivator. Karena usaha maksimal hasilnya akan memuaskan, karena “Aku (Tuhan) menurut persangkaan hamba Ku” (HR. Bukhari).

Tugas manusia berusaha, berdoa, dan tawakkal, selebihnya Tuhan yang lebih paham mana yang lebih baik buat hamba Nya. Manjadda Wajada, kita bisa belajar dari kisah sukses orang-orang terdahulu. Guru Spirit akan selalu bersungguh-sungguh dalam mengajar hingga muridnya sukses, sukses dunia akhirat. Guru selalu mengajak muridnya untuk sukses bersama, oleh karenanya guru mesti terus belajar untuk berbagi ilmu dengan muridnya. Tidak ada ilmu yang disembunyikan, semuanya dibagi (share). Begitu juga dengan murid yang bersungguh-sungguh dalam belajar, teringat imam Syafi’i berpesan, jika kamu tidak siap dengan segala keterbatasan dalam pendidikan, maka bersiaplah dalam kejahilan (kebodohan). Kita bisa mengambil hikmah dari menonton film inspiratif yang menarik untuk kita jadikan pelajaran hidup dalam meraih kesuksesan. Film Semesta Mendukung, Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, 1 Litre of Tear, Serdadu Kumbang, Merry Riana, dan lainnya.

Semua itu bisa menjadi cemeti bagi kita untuk terus berproses seperti kepompong melalui tahapan alamiah, begitu juga dengan kesuksesan diraih melalui jalan panjang penuh onak dan duri, suka duka. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (Qs. Ali Imran: 190), ayat ini mengingatkan dan menyiratkan kepada kita untuk belajar dan terus belajar karena manusia makhluk berakal maka manusia seyogyanya terus berpikir, berpikir tentang tentang diri, ciptaan Tuhan, berpikir tentang nasib dan masa depan di dunia dan di akhirat kelak, berpikir bagaimana menjadi sebaik-baiknya manusia yang bermanfaat bagi sesama, jangan sampai madesu (masa depan suram).

Guru S3, why not?
Beberapa waktu lalu penulis bertemu dengan salah seorang guru yang ternyata status guru itu sedang menyelesaikan program pascasarjana (doktor) di salah satu universitas negeri. Menarik untuk dikaji, semangat sang guru dan komitmen untuk terus menggali ilmu, usia tidak menjadi halangan, selama motivasi dalam belajar itu masih bersemi dalam diri. Sangat sedikit guru yang mau belajar, mungkin salah satu kendala dana, pemerintah sudah membantu dengan berbagai jenis beasiswa guru, tapi lagi-lagi syarat toefl membuat rumit suasana, guru yang tidak mampu mendapat nilai standar untuk TOEFL tidak dapat melanjutkan proses seleksi beasiswa, berbagai keluhan yang penulis dengar dari bisik-bisik tetangga, mau kuliah sangat kepingin, tapi dana dari mana? beasiswa, ah! ribet. Tutur guru berkepala lima itu.

Solusi lain, pemerintah bisa memfasilitasi kampus yang menyelenggarakan kelas jauh agar terjangkau biaya transportasi dan akomodasi guru sehingga biaya itu tidak memperberat keinginan dan motivasi guru untuk melanjutkan pendidikan. Selain hemat anggaran juga tidak mengganggu tugas belajar mengajar di madrasah/sekolah sehingga tugas utama guru tidak terbengkalai.

Ibda’ Binafsik, mulailah dari dirimu sendiri. Guru semangat akan terus memantik semangat dan gairah belajar muridnya. Manjadda Wajada menjadi pengingat betapa proses tidak mengkhianati hasil. Hanya yang loyo dan tidak sungguh-sungguh saja akan hilang dari peredaran, dibutuhkan usaha dan komitmen guru dalam mengajar, tidak ada siswa yang bodoh atau bandel karena segalanya bisa berubah dalam sekejap, karena hanya Tuhan Maha yang membolak-balikkan hati, dan ketika Tuhan katakan “Kun Fayakun”, segala sesuatu bisa terjadi, maka jadilah. Semoga murid kita menjadi generasi penerus yang kompeten dan berkarakter mulia.

IQBAL
Pegiat Literasi & Guru MAN 1 Aceh Timur
Anggota IGI Kab. Aceh Timur

Views All Time
Views All Time
42
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY