Guru Unggul

0
96

Menurut UU No 20 Tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.
Menurut Prof. H. Mahmud Yunus, Pendidikan adalah suatu usaha yang dengan sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak yang bertujuan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, jasmani dan akhlak sehingga secara perlahan bisa mengantarkan anak kepada tujuan dan cita-citanya yang paling tinggi. Agar memperoleh kehidupan yang bahagia dan apa yang dilakukanya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, negara dan agamanya. Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara Bapak Pendidikan Nasional Indonesia ini menjelaskan bahwa pendidikan adalah tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.(Zakki)
Berbicara pendidikan berarti tidak lepas dari peran seorang guru. Guru merupakan ujung tombak kemajuan sebuah pendidikan. Guru memegang peranan luar biasa dalam menentukan masa depan anak bangsa. Guru harus bisa digugu dan ditiru. Berbahagialah anda jadi guru. Teruslah berbuat baik, tidak pernah bosan belajar dan memberi keteladanan. Jadilah guru sesungguhnya, guru yang bisa menyelaraskan perkataan dan perbuatan.
Masih terngiang-ngiang di telinga saya sekelumit materi dari pembekalan diklat PPG di Universitas Negeri Jakarta yang disampaikan Dr. Otib Satibi Hidayat yang sangat menyentuh dan membuat kami terpesona.
Komponen terbesar memajukan dunia pendidikan adalah faktor pendidik/ guru. Kontribusi guru sangat luar biasa.
Pekerjaan rumah (PR) besar guru adalah sejahtera profesional dan mulya. Tetapi apakah itu sudah dibarengi dengan peningkatan kualitas guru?
Penelitian 2017 anggaran pendidikan 52 persen ternyata belum diikuti peningkatan mutu guru.
Faktor yang bisa meningkatkan profesionalisme guru adalah faktor yang datang dari intern guru itu sendiri. Faktor terbesar adalah panggilan jiwa. Guru Indonesia diharapkan menjadi guru yang inovatif, kreatif dan berwawasan global.
Direktur pembinaan pendidikan dasar mengatakan bahwa kita harus mencetak generasi unggul. Mencetak generasi guru unggul tidak lepas dari seorang guru. Guru yang dimaksud dapat mencetak semua itu adalah guru unggul. Guru yang unggul adalah guru yang bisa menguasai 4 kompetensi. Peran guru unggul sangat diharapkan serta berpengaruh besar dalam peningkatan kualitas pendidikan. Dengan begitu nanti akan ada output yang muncul sebuah peradapan besar berupa generasi unggul yang akhirnya lahir embrio yang bernama harapan berupa sebuah cita cita besar yaitu Indonesia unggul.
Prof. Daud Jusuf mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era 1978-1983 mengatakan, tujuan seorang guru untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indoensia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri.
Mari menjadi guru unggul dengan terus belajar dengan harapan lahir generasi unggul yang akan membentuk Indonesia unggul.
Pontianak, 9 Desember 2018 ,09.01 WIB
Suandi, S. Pd, Ketua IGI Kab. Bengkayang

Views All Time
Views All Time
107
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY