Setiap manusia itu unik. Sekolah harus dapat menjadikan keunikan yang dimiliki oleh setiap anak didik tampak sangat jelas. Sangatlah keliru apabila sekolah-sekolah pada masa kini ingin membuat anak didiknya seragam. Semua harus pandai matematika. Semua harus berlomba-lomba untuk masuk perguruan tinggi favorit. Dan semua harus menjadi pegawai negeri atau bekerja di perusahan besar.

Mungkin sebagian diantara kita sudah memahami bahwa, sebagaimana kata Eric Fromm, tugas seorang pendidik adalah membantu anak didik untuk mencuatkan potensi-potensi khas yang ada di adalam diri anak didik. Pendidikan memang dapat dipadankan dengan kata education. Education sendiri berasal dari bahasa Latin, educare, yang berarti ‘menarik ke luar’. Apa yang ditarik keluar? Yang ditarik keluar adalah potensi-potensi yang tersimpan di setiap anak didik.

Kata Alfie Kohn, dalam Unconditional Parenting, potensi-potensi yang dimiliki seorang anak hanya dapat mencuat secara alamiah apabila anak-anak itu diberikan kebebasan, tidak ditekan, dan tidak diimingi sesuatu. Orangtua ataupun guru kadang melihat anak-anak dengan kacamata pikiran orang dewasa. Ini sebuah kekeliruan besar! Untuk dapat mengembangkan potensi anak didik secara alamiah, orangtua dan guru harus berpikir sebagaimana anak-anak berpikir.

Salah satu cara yang dianjurkan oleh Kohn adalah memberikan banyak pilihan kepada setiap kita, sebagai orangtua atau guru, akan memberikan sesuatu kepada anak. Dalam bahasa yang lain, ajari anak agar hidup mandiri. Biarkan mereka memilih sesuai pilihan mereka sendiri. “apabila guru memberikan siswa lebih banyak pilihan tentang apa yang akan mereka lakukan,’ tulis Kohn,”maka hasilnya pun mencengangkan. Sebuah penelitian menunjukan bahwa siswa-siswa yang diberikan kebebasan memilih akan memiliki rasa percaya diri yang besar, motivasi dari dalam diri yang lebih tinggi, emosi yang lebih positif, kreativitas yang meningkat pesat, ketekunan yang lebih tinggi, tingkat pemahaman konseptual yang lebih baik, dan prestasi akademik yang dapat dibanggakan.

(Tulisan Hernowo, disadur dari buku Dani Ronnie M. Terima kasih kang Hernowo yang turut mewarnai blog ini)

Views All Time
Views All Time
142
Views Today
Views Today
1

1 COMMENT

LEAVE A REPLY