Guruku Sayang Guruku Terkenang

0
9

Nama guru saya adalah Bu Nur Rohmah, teman-teman di sekolah sering sekali memanggilnya Bu Nur, entah apa yang mereka pikirkan sehingga memanggil Bu Nur dengan nama tengah beliau jadi dipanggil Bu Roh. Beliau adalah guru kami di Sekolah Dasar yang paling baik dan sabar.

Pada waktu itu, adalah Hari Senin, dimana pada Hari Senin adalah kegiatan Upacara bendera yang dilaksanakan di halaman sekolah hingga memenuhi separuh dari jalan desa. Kamipun segera berkumpul lalu berbaris sesuai dengan kelas masing-masing tentu saja tidak bisa diam masih saja bercakap-cakap dengan teman di samping kanan dan kiri. Tapi, siapa sangka, sesampainya aku disana aku bertemu dengan Bu Nur sudah lebih dulu berdiri. Bu Roh yang mengajar kami pada waktu kelas 2 yang lalu.

Kami sangat menghormatinya karena beliau adalah salah satu guru wanita senior di sekolah kami waktu itu tahun 1972. Bagaimana tidak, waktu itu beliau sedang mengandung masih sangat enerjik dan tetap bugar dan semangat mengajar di kelas kami. Bahkan tidak jarang beliaulah orang pertama yang sudah datang di kelas, meskipun rumahnya jauh.

Kekagumanku kepadanya semakin besar, semangat mengajarnya sangat tinggi, meskipun zaman dahulu masih naik sepeda angin.  Bu Nur adalah guru yang telaten membimbing kami yang belum mengerti hitungan sampai kami benar-benar mengerti. Pernah suatu hari beliau tidak membawa sepeda akhirnya diantar teman saya yang badannya lebih tinggi dari saya. Saya juga ikut mengantar agar pulang mengantar nanti ada temannya, setelah 1 jam sampailah kami di rumah Bu Nur. Rumahnya sejuk karena banyak pohon buah ditanam di sekitar rumah, ada pohon mangga dan pohon jeruk bali yang sudah matang. Kami diambilkan disuruh makan, karena kami malu dan langsung berpamitan. Ternyata jeruk bali yang tadi dihidangkan, dibawakan kami untuk bekal pulang.

Terima kasih Bu Nur yang telah mendidik kami menjadi orang baik dan berhasil menamatkan pendidikan kami, juga menjadi karyawati di sebuah perusahaan BUMN yang maju. Guruku tersayang, guru tercinta, tanpamu apa jadinya aku, tak bisa baca tulis, mengerti banyak hal, guruku terima kasihku.

Views All Time
Views All Time
23
Views Today
Views Today
2

LEAVE A REPLY