H. Suparman : Dimanapun Bertugas Berfilsafat Seperti Lebah

0
48

Temu Pisah Salah Seorang Guru Pindah Tugas

MTsN3Mataram_News- Dalam kehidupan sudah ditakdirkan oleh Allah SWT secara berpasangan ada siang ada malam, ada hidup ada mati dan ada pertemuan ada perpisahan. Ketentuan tersebut kita sebagai manusia biasa tidak bisa menghindarinya sebagaimana kegiatan temu pisah yang dilakukan oleh MTsN 3 Mataram terhadap salah seorang guru atas nama Marta Jaya, S.PdI disebabkan pindah tugas di MAN 3 Mataram. Kegiatan tersebut digelar pada Jum’at (31/1/2020) usai imtaq dan pengajian kitab akhalaqul Banin wal Banat.

Dalam kata-kata pengantar temu pisah tersebut Kepala MTsN 3 Mataram H. Suparman mengawali arahannya dengan berharap bahwa pengajian telah diberikan oleh ust. H. Luthfi Tharodi yang membahas mengenai akhlak di rumah menjadi ilmu yang dicatat dan diamalkan. Dab harapannya bagi yang belum mempunyai kitab segera membeli agar mengerjakan ilmu itu juga diperoleh dengan membaca kitab.

Sebagaimana disampaikan pada pengajian tersebut sambung Suparman tentang apa yang diungkapkan H. Luthfi terkait dengan salah seorang guru beliau adalah Prof. Dr. Sayyid Muhammad Alawi Hasani Al Makkiy karna pak gurunya pernah langsung belajar sama beliau ketika menimba ilmu di Makkah.

“Dan Alhamdulillah saya pernah dan sempat memijat kaki dan betis Beliau (red. Prof. Dr. Sayyid Muhammad Alawi Hasani Al Makkiy, beliau adalah seorang sayyid keturunan dari Rasulullah SAW. Insya Allah sabar ilmu yang telah diajarkan oleh pak gurunya tadi kepada kita akan nyampe dan nyambung kepada Rasulullah SAW”, cerita Suparman dihadapan para siswa.

Menurutnya Prof. Dr. Sayyid Muhammad Alawi Hasani Al Makkiy adalah salah satu ulama terkenal yaitu ulama ahlus sunnah wal jamaah yang ketika kuburnya dipindahkan setelah 3 tahun jasadnya masih utuh seperti biasa, beliau adalah keturunan Nabi seorang penghafal Al Quran. “Sebagaimana sudah menjadi kebiasaan di Arab apabila sudah 2-3 tahun setiap kuburan digali lagi untuk ditempati oleh orang yang mati berikutnya sehingga dibuktikan pada 5 tahun berikutnya digali lagi kuburnya Sayyid Muhammad Alawi namun jasadnya tetap utuh seperti biasa sedikitpun kain kanannya tidak lusuh, dengan kejadian tersebut oleh pemerintah Arab Saudi kbuburannya tidak lagi dipindah-pindah”, tutur Suparman.

Selanjutnya terkait temu pisah dengan seorang guru MTsN 3 Mataram diungkapkan Suparman bahwa saudara kita guru kita Marta Jaya, S.PdI telah naik kelas dipindah tugaskan ke MAN 3 Mataram. Ia mengakui bahwa Marta Jaya sudah lama mengajar di madrasah bahkan lebih dulu dari pada saya dan telah banyak mencetak generasi-generasi yang baik dan bagus dan semua itu menjadi amal ibadah yang terus mengalir bagi para siswa yang telah diajar.

Suaprman menambahkan bahwa pak gurunya (red. Marta Jaya) adalah seorang guru yang banyak memberikan manfaat di madrasah, banyak memberikan teladan yang baik bagi anak-anak yang patut dilanjutkan terus dimanapun berada agar tetap mengalir pahala amal ibadahnya.

Namun pak gurunya tambah Suparman juga manusia biasa seperti kita semua maka mewakili semua dewan guru, staf karyawan tata usaha MTsN 3 Mataram mungkin selama bergaul disini terutama saya sebagai pimpinan yang banyak kekurangan ketika membina, banyak ditemukan hal-hal yang kurang pas maka atas nama pribadi dan mewakili semua menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya.

“Dan sebagai saudara yang secara umur saya lebih tua tapi dari segi ilmu pak gurinya lebih berpengalaman, maka sebagai kakak terhadap adik karna terakhir berada disini saya berharap dimanapun bertugas kita tetap menjalin silaturrahim dan dimanapun kita berada kita berusaha memberikan manfaat yang naik kepada orang lain. Karna sebaik-baik orang itu adalah yang memberikan manfaat kepada orang lain”, ucap Suparman.

Dimanapun kita hidup berusaha berfilsafat seperti seekor lebah. Ia selalu hinggap di sari pati bunga, makan yg baik tidak pernah makan bangkai tikus tidak pernah menghisap darah kucing, lebah selalu makan yang baik-baik. Dahan yang dihinggapi tidak akan pernah patah olehnya dan yang paling penting adalah lebah itu mengeluarkan madu da

ri badannya.

“Artinya bahwa sesuatu yang baik yang bagus akan bermanfaat untuk orang lain maka kita sebagai manusia berusahalah seperti hidupnya lebah tersebut dengan bersikap dan mengeluarkan kata-kata yang manis yang bagus dan yang baik serta tidak menyakiti orang lain”, pungkas Suparman.

Selanjutnya dikatakan Suparman bahwa menjadi guru itu adalah pewaris Nabi Rasulullah SAW maka perlu keikhlasan dalam mendidik dan mengajar karna demgan keikhlasan itulah yang akan mengangkat derajat amal ibadah kita di sisi Allah SWT.

“Mengakhiri pengantar ini saya sebagai pimpinan mengucapkan banyak-banyak terima kasih yang tak terhingga kepada pak Marta Jaya atas jasa yang telah diberikan kepada MTsN 3 Mataram, atas dukungannya terhadap program-program yang telah dijalankan di madrasah sejak mulai bertugas hingga ditugaskan ditempat lain, terima kasih jazakumullah ahsanul jaza’, mudahan itu semua menjadi amal ibadah kita semua, selamat jalan dan mohon maaf serta mudahan silaturrahim tetap kita terjaga hingga akhir hayat”, tutup Suparman. @ruslanwahid

Views All Time
Views All Time
16
Views Today
Views Today
3

LEAVE A REPLY