Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Pembelajaran di SMK

0
18
Sumber foto : Pencarian google

Sekolah Menengah Kejuruan sebagai lembaga pendidikan yang menyiapkan peserta didiknya untuk terjun ke dunia kerja maupun dunia usaha seharusnya sudah memiliki pola pembelajaran yang berbeda dengan sekolah lain yang sederajat dengannya. Hubungan dengan dunia usaha/industri harusnya sudah menjadi kebutuhan pokok bagi SMK melalui jalinan kerjasama yang permanen dengan dunia usaha/industri yang profesional sesuai program studi yang ada di sekolah tersebut. Peserta didik sebelum memasuki SMK juga seharusnya melalui seleksi minat dan kemampuan dasar agar mereka paham setiap jurusan yang mereka masuki. Dan tentunya tenaga pendidiknya harus terus didorong untuk terus menyesuaikan pengetahuan dan kemampuannya dengan dunia usaha/industri.

Dari pengantar di atas, berikut ini coba diuraikan beberapa hal yang penting menjadi perhatian dalam pencapaian pembelajaran yang berkualitas di SMK :

  1. Peserta Didik
  2. Tenaga Pendidik
  3. Sarana dan Prasarana
  4. Hubungan Dengan Dunia Usaha/Industri

Peserta Didik

Peserta didik/siswa yang masuk dalam sekolah kejuruan harusnya melalui seleksi minat dan kemampuan dasar. Misalnya pada saat pendaftaran para peserta didik ini diarahkan untuk memilih jurusan yang memang diminati atau minimal mereka tahu apa prospek dari jurusan yang dimasuki meskipun hanya sebatas pengetahuan awal saja dan dalam hal ini sekolah sebelum melakukan penerimaan siswa baru ada baiknya melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah di jenjang bawahnya dan ke masyarakat juga tentang jurusan-jurusan yang ada di sekolah tersebut. Setiap jurusan dalam SMK tentu memiliki kompetensi-kompetensi yang berbeda sehingga membutuhkan kemampuan dasar yang berbeda juga, maka untuk itu para peserta didik yang akan masuk dalam setiap jurusan juga perlu untuk diketahui apakah mereka memiliki kemampuan dasar yang dibutuhkan oleh jurusan yang dimasukinya tersebut atau tidak. Dengan demikian maka peserta didik tersebut sudah dalam keadaan siap untuk dididik dan diajari agar memiliki kemampuan sesuai dengan jurusannya masing-masing.

Tenaga Pendidik/Guru

Para tenaga pendidik atau guru produktif yang ada di SMK harus terus didorong oleh sekolah untuk memperbaharui pengetahuan dan kemampuannya sesuai dengan perkembangan industri. Guru-guru secara mandiri harus aktif dalam hal ini melalui akses internet yang ada, namun disisi lain sekolah juga harus ‘mengantarkan’ mereka untuk terjun ke dunia usaha/industri agar para guru dapat secara langsung melihat perubahan dan kemajuan dunia usaha tersebut, karena Permendikbud No.8 Tahun 2020 yang diperbaharui dengan Permendikbu No.19 tahun 2020 memungkinkan sekolah mengelola pembiayaan untuk melakukan kegiatan pengembangan guru. Dengan demikian kegiatan pembelajaran di sekolah kejuruan mampu mengajak peserta didik untuk mengikuti setiap perkembangan yang ada, sehingga out put atau produk pendidikannya nantinya mampu dan siap bersaing di dunia kerja dan dunia usaha tanpa harus merasa canggung karena mereka telah didik dan diajari sesuai dengan kebutuhan dunia kerja/industri.

Sarana dan Prasarana

Dalam mendukung tercapainya pembelajaran yang baik dan bermutu tentu harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, minimal ada standar sarpras untuk sebuah SMK. Misalnya daya listrik yang dimiliki, bangunan bengkel/lab dengan segala peralatannya, media pembelajaran yang berbasis jaringan internet untuk setiap ruangan kelas dan tentunya bahan-bahan praktek yang harusa disediakan sekolah. Dengan adanya dana pendidikan yang disediakan oleh pemerintah melalui Dana BOS, standar sarpras dalam sebuah SMK harusnya bisa dipenuhi, bahkan pemerintah juga memberikan peluang bagi sekolah dalam mencari pembiayaan-pembiayaan lain diluar Dana BOS untuk bisa dipergunakan oleh sekolah dalam mengelola pendidikannya, tentunya sumber pembiayaan lain itu tidak dengan melakukan pungutan kepada siswa. Tanpa didukung sarana dan prasarana yang memadai maka sulit untuk bisa mencapai proses pembelajaran yang berkualitas dalam sebuah sekolah kejuruan.

Hubungan Dengan Dunia Usaha/Indsutri

Hubungan dengan dunia usaha/indsutri merupakan hal yang sangat penting bagi sekolah kejuruan. Kerjasama yang permanen dan saling menguntungkan harus ada antara SMK dengan Dunia Usaha/Industri. Sekolah dengan dibantu dari Dinas Pendidikan sebagai bagian dari manajemen pendidikan harus mampu mencarikan dunia usaha/industri yang bisa dijadikan sekolah sebagai mitra dalam melakukan proses pembelajaran yang bermutu, bukan hanya untuk kebutuhn praktek kerja industrinya saja, namun dunia usaha/industri tersebut harus mampu menjadi mitra sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan itu sendiri. Dunia Usaha/Industri yang menjadi mitra sekolah itu harus mampu menajdi tempat sekolah untuk mengupdate atau memperbaharui kemampuannya dan sekolah juga harus bisa menjadi mitra dari dunia usaha/industri tersebut dalam melakukan pengembangan-pengembangan yang dibutuhkan oleh sektor usaha/industri itu sendiri.

Keempat komponen yang diutarakan di atas akan dapat diterapkan jika sekolah tersebut dikelola oleh sebuah manajemen yang baik dari pengelola pendidikan itu sendiri. Kemampuan manajerial yang baik dari pimpinan di sekolah tersebut menjadi penentu akan keberhasilan dari pengelolaan pendidikan. Kepemimpinan yang berintegritas, transparan dan akuntabel yang bisa membawa pendidikan ke arah yang lebih baik.

 

Views All Time
Views All Time
30
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY