HARI PERTAMA TAHUN PELAJARAN 2019/2020

0
32

Alarm Handphone di sebelah bantalku berbunyi aku terkejut itu menunjukkan pagi hari sudah disebabkan karena alarm ponsel sudah aku atur waktu berbunyi pada pukul 03.45 Aku duduk di pinggir sambil menunggu untuk membuka bagi kami tentang rasa hangat di malam hari. Ini akan terasa dingin, bahkan saya yang hanya menggunakan selimut malam ini. Beberapa saat kemuadian saya mulai untuk memulai segala aktifitas saya di hari itu.

Kemudian saya langsung menuju dapur mengambil air putih untuk mengambil mulut yang terasa kering perut yang kosong jadi terisi membuat segar. Setelah itu harus menjadi kebiasaan yang saya lakukan selama ini, untuk membantu pekerjaan rumah makan di dapur, saya mengambil teko merebus udara dan menyiapkannya di atas kompor kemudian mengambil panci untuk memasak nasi untuk menyiapkan sarapan dan menyimpan beras kemudian di masukkan ke dalam panci di campur dengan udara secukupnya. Selanjutnya diletakkan panci tersebut di sebelah kompor yang sebelahnya. Saya kemudian mengambil sapu untuk menyapu dan membersihkan rumah, selesai membersihkan rumah air yang saya rebus sudah mendidih saya membuat air untuk kami udara. Mungkin semuanya bertanya. Saya mau melakukan ini semua.

Selesai menyiapkan air untuk minum saya meminum beberapa teguk kemudian saya keluar untuk mengeluarkan kendaraan kami dari garase untuk di panaskan sehingga pada saat kami berangkat ketempat tugas masing-masing sudah siap. Setelah selesai memanaskan sepeda motor saya kembali lagi ke ruang dapur yang dulu ruang makan saya duduk di kursi sambil ngobrol dengan istri tercinta karena istri sedang menyiapkan makanan untuk sarapan pagi kami, sesekali menjenguk ke kamar untuk melihat anak-anak kami dan menangis. Saya duduk di meja sambil menikmati teh hangat untuk menghangatkan tubuh dan memuji tubuh. Selesai menyantap teh saya yang disiapkan siap-siap karena hari ini sudah disiapkan pagi siap-siap untuk kesekolah di hari pertama.

Selesai sarapan pagi masih menunjukkan jam lima lewat lima, saya ambil handuk dan pergi untuk mandi di kamar mandi. Sekitar 10 menit saya selesai mandi saya langsung dibuka untuk mengambi pakaian kerja dan pakai pakaian. Setelah saya siapkan, saya langsung mengecep anak saya apakah sudah beranjak dari tempat tidurnya. Jam buka pukul dua lewat jam pulang saya pulang ke kamar untuk mengambil tas kerja saya yang memuat file-file kerja dan laptop serta memasang jaket dan tutup untuk menutup baju kerja yang akan saya tempuh di pagi hari ini tempat tinggal.

Sekitar lima menit kemudian saya naik sepeda motor saya lalu pelan-pelan menjalan kendaraan setelah terasa stabil sepeda motor saya naikkan gas untuk mencapai kecepatan normal dan melaju di jalan raya. Pagi ini salah seorang teman saya yang juga ketua panitia Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yaitu ibu Masnatiati malamnya sudah mengirimkan apa yang harus saya katakan pada pagi hari nanti mau menumpang dengan saya. Selama di jalan terasa dingin yang menembus pakaian yang saya gunakan bahkan terasa sampai ketulang, tetapi saya tetap naik kendaraan saya, sekitar 2 kiometer saya bertemu dengan dua orang yang juga membicarakan Dinas PDH, saya memberi klakson untuk mereka karena saya juga tahu berangkat ketempat kerja karena hari pertama kegiatan pemeblajaran di tahun pelajaran 2019/2020.

Sampai di depan kantor bupati Barito Timur Saya membeli kendaraan untuk menjemput rekan saya yang sudah berpesan untuk menumpang. Ternyata dia sudah menunggu di depan pintu Rumah, kemudian dia pergi dengan membuka pintu pulang. Baru saja kami keluar dari geng rumah ibu Masnatiati, membuka jalan raya di depan kantor bupati tiba-tiba telepon Hp ibu Masna berbunyi dan salah satu teman kami menghubungi itu ai mau berangkat bersama-sama, lalu di balas oleh bu masna ini kami menunggu di muara Jalan salah satu perusahaan tambang Batu Bara yaitu BNJM. Memasuki desa Sarapat terasa seperti udara terasa kabut kami mengira pagi itu embun sedang tetapi setelah pindah wilayah perkebunan kelapa sawit terlihat keluar secepatnya dari Arah perkebunan, oleh sebut itu kami menduka kabut tadi bukan embun tetapi kabut secepatnya oleh kebakaran hutan di sekitar muar jalan perusahaan tambang. Sekitar lima belas menit kemudian kami tiba di muara jalan Tambang, kami menunggu di depan portal dan berdiri di situ menunggu kedatangan teman tadi. Kami para Guru memang selama ini selalu bersama-sama berangkatnya karena dari muar perusahaan tambang ini yang jauh untuk samapi ke sekola mencapai 26 kilometer dengan melewati daerah perkebunan kelapa sawit jadi hutan ditengah jalan sepi dan tidak berpenghuni, ada rasa kuatir dan cemas jika ada orang yang berniat jahat, sudah beberapa kali terjadi beberapa orang di cagat dan di palag. kami menunggu di depan portal dan berdiri di situ menunggu kedatangan teman tadi. Kami para Guru memang selama ini selalu bersama-sama berangkatnya karena dari muar perusahaan tambang ini yang jauh untuk samapi ke sekola mencapai 26 kilometer dengan melewati daerah perkebunan kelapa sawit jadi hutan ditengah jalan sepi dan tidak berpenghuni, ada rasa kuatir dan cemas jika ada orang yang berniat jahat, sudah beberapa kali terjadi beberapa orang di cagat dan di palag. kami menunggu di depan portal dan berdiri di situ menunggu kedatangan teman tadi. Kami para Guru memang selama ini selalu bersama-sama berangkatnya karena dari muar perusahaan tambang ini yang jauh untuk samapi ke sekola mencapai 26 kilometer dengan melewati daerah perkebunan kelapa sawit jadi hutan ditengah jalan sepi dan tidak berpenghuni, ada rasa kuatir dan cemas jika ada orang yang berniat jahat, sudah beberapa kali terjadi beberapa orang di cagat dan di palag.

Sambil menunggu teman tadi kami sempatkan menunggu sambil melihat langit dan teman saya bu Masna berucap “selamat melihat matahari kita di pagi ini” sayapun menoleh ke atas, tampak betul terlihat matahari agak kemerahan terlihat sangat indah dan saya dapat hp untuk memotret ke arah matahari tersebut.

Pukul enam kurang lima menit teman kami datang dan kami bertiga langsung berangkat menuju sekolah. Di tengah jalan yang kami tempuh ini tampak dan terasa debu sangat tebal kami tidak bisa menggunakan kendaraan kami dengan kecepatan normal hanya berjalan cepat. Kemudian tambah tambah yang agak lebar dari pandangan saja hanya 10 meter saja. Setelah setengah perjalanan kami dapat mengalami hari yang agak terang dan jalan ada tempat-tempar tertentu yang debunya yang agak tebal. Dua kilometer dari sekolah kembali debu bercampur pasir sehingga kami terjatuh dari kendaraan tetapi tidak sampai menumpuk karena saya yang memiliki badan yang lebih tinggi dari kendaraan untuk jatuhnya tidak sampai keras.

Pukul 06.40 kami tiba di sekolah dengan kendaraan dan pakaian yang penuh dengan debu dan terlihat agak kotor. Setelah memarkirkan kendaraan dan kami menyambut anak-anak sambil berkata “kami rindu dengan ayah dan ibu sambil memeluk kami”, lalu baru dua minggu yang lalu kami libur akhir semester. Kamipun menyalami semua siswa yang hadir di pagi itu satu persatu sebagai hari pertama kami memulai kegiatan belajar. Kami membuka kantor dan membersihkan debu-debu yang menempel di jaket dan kemudian memasang tas di atas meja dan membuka jaket dan memasang di tempat gantungan yang dibuat dari paku. Kemudian saya pergi ke dapur untuk minum air putih karena kelelehan di jalan tadi. Setelah minum saya kembali ke ruang saya untuk membuka tas ransel dan melepaskan ada beberapa surat dari Dinas yang di kirim selama liburan untuk di arsipkan dan di tindak lanjuti. Setelah itu saya keluar, terlihat ibu masna, pa Ary dan pa menson sedang memasukkan nametag untuk tanda pengenal peserta MPLS, Ibu masna mengundang beberapa siswa untuk masuk ke dalam kantor untuk memberi pengarahan dan membuka pembukaan MPLS yang dilakukan tepat jam tujuh pagi ini.

Pembukaan MPLS dilakukan tepat 07.00 Wib dengan di buka oleh pembawa acara memberikan sambutan dari ketua panitia dan sambutan dari kepala sekolah yang langsung dibuka kegiatan MPLS secara resmi. Selanjutnya tentukan nametag pada dua orang peserta yang mewakili peserta MPLS. Selesai membuka di lanjutkan kegiatan di dalam ruangan yang berisi materi tentang lingkungan sekolah, cara belajar dan di selingi dengan bermain dan yel-yel.

 

Sekitar jam 08.30 wib pada saat sedang istirahat pengawas pembina kami SMPN Satap 3 Paju Epat datang ke sekolah untuk melakukan kunjungan hari pertama ke sekolah dan memberikan beberapa instrumen untuk kami isi tentang kesiapan guru dan sarana prasaran belajar untuk tahun Pelajaran baru. Baca selengkapnya tentang beberapa guru yang tidak memerlukan materi pada saat itu. Jam 09.30 kami para guru menikmati makanan yang dibawa oleh salah seorang guru yaitu Ibu Yuli Rinawati, S.Pd sebagai ucapan syukur karena terpilih sebagai Guru Berprestasi tingkat Kabupaten Barito Timur dengan menikmati nasi pecel lele.

Setelah semua kegiatan MPLS macet 11,00 wib kami semua bersiap pulang tetapi ada beberapa guru yang akan membeli ikan untuk di rumah dan ada beberapa yang langsung pulang karena sudah menunggu. Kurang lebih 2 kilometer dari sekolah kami membeli ikan di desa Telang Baru. Kami menuju ke salah satu pengumpul ikan yang dijual oleh para nelayan dan ternyata di sana masih ada beberapa jenis okan yang tersedia yaitu baung, sepat siam, patin sungai, kalui bahasa daerahnya dan bahasa indonesiaya ikan gurame. Kami sudah menjadi langganan dengan salah satu pengumpul ikan ini karena sudah familier dan mereka mau menyelamatkan ikan ini juga memberi garam untuk ikan ini dan harus dalam perjalanan yang membutuhkan waktu lebih dari 1 jam ikan ini tetap segar. Waktu menunjukkan pukul 1 siang kami pulang dan saya tiba di rumah waktu sudah menunjukkan pukul 14.30 wib. Terasa lelah tetapi suka cita yang saya dapatkan hari ini karena saya bisa berjumapa kembali dengan siswa dan guru-guru yang sudah tidak bertemu lagi selama kurang dari 2 minggu. Itulah catatan kegiatan kami di hari pertama masuk sekolah hari. Sungguh berkesan walaupu badan terasa lelah.

Views All Time
Views All Time
28
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY