HASIL ‘SURVEI’ MEMBUKTIKAN

0
9

Berdasarkan hasil ‘survei’ yang dilakukan secara daring oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut melalui penyebaran angket sekaligus pelaporan pembelajaran dimasa pandemi Covid-19 secara daring (dalam jaringan)  kepada satuan pendidikan jenjang SD dan SMP se Kabupaten Tanah Laut terlihat mana sekolah yang ‘kreatif’ dalam melaksanakan pembelajaran.

Pelaksanaan penyebaran angket tersebut dilaksanakan mulai tanggal 3 Mei 2020, dan penutupan pengembaliannya tanggal 22 Mei 2020 yang dilaksanakan oleh Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar. Adapun jumlah satuan pendidikan dasar  di Tanah Laut  yang berada di bawah binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut terdiri dari 243 SD dan 56 SMP.

”  Namun, fenomena tersebut menunjukkan hal yang positif dan menggembirakan bagi dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Tanah Laut. Dengan demikian pula, hasil survei tersebut juga memperkuat fakta yang ketahui dan lihat selama ini “

Hasil survei yang didapatkan cukup mengejutkan, karena ada beberapa data yang menunjukkan sebuah fenomena dan ‘semestinya’ menurut fakta yang saya ketahui dan lihat secara faktual. Namun, fenomena tersebut menunjukkan hal yang positif dan menggembirakan bagi dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Tanah Laut. Dengan demikian pula, hasil survei tersebut juga memperkuat fakta yang ketahui dan lihat selama ini.

Sekolah yang melaksanakan pembelajaran secara kreatif dimasa pandemi Covid-19 adalah sekolah yang melaksanakan proses pembelajaran daring dengan memanfaatkan dan memadukan atau memvariasikan beberapa aplikasi pembelajaran berbasis TI (teknologi informasi). Hal tersebut menunjukkan bahwa guru dengan arahan dan bimbingan kepala sekolahnya mampu beradaptasi teknologi informasi dan memanfaatkan dalam proses pembelajaran daring.

” Sekolah yang melaksanakan pembelajaran secara kreatif dimasa pandemi Covid-19 adalah sekolah yang melaksanakan proses pembelajaran daring dengan memanfaatkan dan memadukan atau memvariasikan beberapa aplikasi pembelajaran berbasis TI (teknologi informasi).” 

Hasil survei membuktikan, bahwa sekolah yang kreatif dalam melaksanakan pembelajaran adalah sekolah swasta dan relatif baru berdirinya. Dari 130 SD yang melaksanakan pembelajaran secara daring, sekolah yang paling banyak mengimplementasikan dan memvariasikan pembelajaran daring dengan berbagai aplikasi atau teknologi informasi (TI) adalah SD Islam Terpadu (SDIT) Assalam Pelaihari.  Sekolah yang dipimpin oleh Darsani melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan aplikasi zoom, facebook, Hvicon, dan WhatApps.

” …SD Islam Terpadu (SDIT) Assalam Pelaihari.  Sekolah yang dipimpin oleh Darsani melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan aplikasi zoom, facebook, Hvicon, dan WhatApps.”

Demikian pula pada jenjang SMP. Ternyata keberadaan atau lokasi sekolah yang berada di daerah pinggiran dan jauh perkotaan yang memiliki fasilitas dan sarana komunikasi yang relatif baik. Dari 51 SMP se Tanah Laut yang melaksanakan pembelajaran secara daring, ternyata  UPTD SMPN 4 Batu Ampar. Sekolah yang berada di Kecamatan Batu Ampar  yang dipimpin oleh Saberansyah  merupakan sekolah yang keratif dalam melaksanakan pembelajaran daring dengan menggunakan aplikasi zoom,goole classroom,google form, youtube, dan WhatApps.

 UPTD SMPN 4 Batu Ampar. Sekolah yang berada di Kecamatan Batu Ampar  yang dipimpin oleh Saberansyah  merupakan sekolah yang keratif dalam melaksanakan pembelajaran daring dengan menggunakan aplikasi zoom,goole classroom,google form, youtube, dan WhatApps”

Ternyata, menjadi sekolah favorit karena memiliki keunggulan dalam berbagai hal dibandingkan dengan sekolah lainya, seperti memiliki sarana dan prasarana sekolah terlengkap, gedung sekolah yang bagus, kepala sekolah dan guru yang berpendidikan tinggi, dan sebagainya, tidak menjadi jaminan sebagai sekolah yang inovatif dan kreatif dalam pelaksanaan pembelajaran dimasa pandemi Covid-19.

Hasil survei menunjukkan bahwa sekolah yang tidak memiliki keunggulan seperti di atas, lebih kreatif dalam mengelola pembelajaran daring. Kreatifitas tersebut tergantung dengan kemauan dan dedikasi guru dengan dukungan sokongan kepala sekolahnya. Keterbatasan dan segala bentuk kekurangan tidak menjadi penghalang bagi guru-guru kreatif dalam menyesiati keadaan untuk kebaikan dan kemudahan siswanya dalam belajar dimasa darurat Covid-19.

Terima kasih dan apresiasi kepada guru kreatif dan dengan dukungan dan sokongan kepala sekolah melaksanaan pembelajaran dimasa Covid-19 di sekolahnya. Semoga pengabdian dan dedikasinya tersebut berbuah kebajikan dan bernilai ibadah disisi Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa. Semoga.

#BangkitPendidikanIndonesia

#DirumahdanMenulisAja

Views All Time
Views All Time
16
Views Today
Views Today
1
Previous articleUPTD SMPN 7 PELAIHARI, SEKOLAH YANG TERCEPAT MENGIRIM LAPORAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DIMASA PANDEMI COVID-19 DI TANAH LAUT
Next articleJANGAN LUPAKAN AKU. Oleh Ajian Astagina, Siswa SMPN 1 Lampihong, Balangan, Kalsel.
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY