HAUL DATU KALAMPAYAN KE-216

0
5
Pada hari Sabtu, 6 Syawal 1443 H/7 Mei 2022  dilaksanakan kembali peringatan  haul akbar Datu Kalampayan, Syekh Muhammad Arsyad al Banjari secara terbuka dan umum setelah pandemi Covid -19 mulai berkurang dan longgar pada tahun 2022. Kegiatan haul tersebut  dipusatkan di Masjid Tukhfatur Raqhibin Desa Dalam Pagar, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, yang dimulai pada pukul 10.00 Wita dan berakhir sekita pukul 12.00 Wita.
Selama 2 tahun terakhir ini, sejak Covid-19, kegiatan haul tersebut hanya dilakukan secara terbatas dan tidak menyebarkan undangan secara umum.  Alhamdulillah, meski kegiatan haul tahun 2022 ini dengan persiapan relatif singkat, namun dapat berjalan lancar dengan jamaah yang relatif banyak yang datang dari berbagai daerah ,khususnya dari Kalsel.
Syekh Muhammad Arsyal al Banjari, seorang ulama besar pada masa Kesultanan Banjar,  bermakam di Desa Kalampayan , Kec.Astambul, Kab.Banjar, Prov.Kalsel, dikenal oleh masyarakat Kalsel dan sekitarnya sebagai ‘ Datu Kalampayan ‘. Semasa hidup beliau mengabdikan dirinya berdakwah setelah sekitar 35 tahun menimba ilmu di Arab Saudi Pusat dakwah dan pendidikan beliau berada di sebuah kawasan yang dipagari sekelilingnya, sehingga kemudian dikenal sebagai kampung Dalam Pagar. Dalam Pagar menjadi sebuah kampung yang terkenal sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan penyebaran Islam di Banjar yang melahirkan ulama besar, baik di Kalimantan Selatan hingga berbagai daerah di nusatara dan luar negeri. Semuanya dilahirkan dari zuriat atau keturunan dari Datu Kalampayan, seperti Syekh Abdurrahman Sidiq di Tambilahan Riau.

Datu Kalampayan merupakan seorang ulama yang suka menulis dan melahirkan karya tulis berupa kitab atau buku agama Islam. Karya-karyanya antara lain, Sabilal Muhtadin, Tuhfatur Raghibiin, Al Qaulul Mukhtashar, di samping kitab Ushuluddin, kitab Tasauf, kitab Nikah, kitab Faraidh, dan kitab Hasyiyah Fathul Jawad. Karyanya paling monumental adalah kitab Sabilal Muhtadin yang kemasyhurannya tidak sebatas di daerah Kalimantan dan Nusantara, tetapi juga sampai ke Malaysia, Brunei, Singapura, dan Pattani (Thailand Selatan).Nama kitab Sabilal Muhtadin kemudianiabadikan menjadi nama masjid terbesar di Kalimantan Selatan, yaitu Masjid Sabilal Muhtadi di Banjarmasin. Sedangkan nama kitab Tuhfatur Raghibiin diabadikan menjadi nama masjid di Kampung Dalam Pagar, Martapura Kabupaten Banjar.

Simak vedio ketika jamaah haul berdatangan saat di Jembatan Sultan Mustainbillah, Sungai Kitano, Martapura Timur, di sini : https://www.youtube.com/watch?v=1fLIhw8S7kU&t=8s
Views All Time
Views All Time
13
Views Today
Views Today
1
Previous articleINSIDEN MENCEKAM YANG TAK SENGAJA TEREKAM
Next articleRTH RATU ZALEHA MARTAPURA
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY