HEBATNYA HATI SANG GURU

0
17

Membaca berita koran Banjarmasin Post, Senin, tanggal 11 Februari 2019, pada halaman 5, dengan judul berita “ Tangan dan Kaki Nur Khalim Pun Dicium” , dan subjudulnya “ Kasus Siswa SMP Tantang Guru Berakhir Damai”. Kutipan berita koran ini, tak kuasa menahan tangis. Itulah yang terjadi pada AA (15), pelajar kelas IX SMP PGRI Wringinanom, Gresik, Jawa Timur, ketika menyampaikan permintaan maaf kepada gurunya, Nur Khalim (30).

Begitulah akhir cerita viral tentang seorang siswa SMP yang berinisial AA, yang dalam vedionya melakukan perlawanan terhadap gurunya saat ditegur jangan merokok di dalam kelas. Dengan gayanya yang sok jagoan dan dilihat oleh teman sekelasnya melakukan tindakan yang tidak semestinya dilakukan oleh seorang siswa terhadap gurunya sendiri.

Hal yang menarik dari vedio siswa menentang gurunya sendiri itu, terlihat sang guru yang bernama Nur Khalim sangat tenang menghadapi siswanya yang sok jagoan tersebut. Meski sempat diancam dengan dengan mau memukul gurunya, sang guru tetap tenang berdiri tanpa melakukan tindakan ingin menahan atau menghindar, apalagi meledeni dan melawan siswanya yang sok jagoan tersebut.

Kasus siswa SMP PGRI Wringinanom, Gresik ini  berakhir damai setelah dimediasi oleh Polsek Wringinanom. Siswa yang sok jagoan tersebut akhirnya meminta maaf dengan mencium tangan dan kaki sang guru yang bernama Nur Khalim, seorang guru honorer  yang bergaji Rp 45.000 per bulannya. Dari kasus tersebut, banyak komentar dan tanggapan dari warganet yang mengecam sikap dan tindakan siswa, serta empati dan memberikan pujian atas kesabaran sang guru Nur Khalim.

Ada sesuatu yang mengelitik hati penulis ketika membaca sebuah tanggapan warganet terhadap kasus yang menimpa guru Nur Khalim tersebut. Inti dari komentar tersebut, bahwa jika guru yang melakukan tindakan penegakan disiplin terhadap siswanya dengan sedikit keras, maka guru tersebut dilaporkan ke polisi kemungkinan besar akan dihukum masuk penjara. Namun, ketika siswa melakukan tindak kekerasan terhadap gurunya, maka cukup diselesaikan dengan minta maaf semata.

.

Meski kasus tersebut di atas sudah diselesaikan secara damai,  harapan penulis ada penyelesaian yang lebih komprehensif agar kasus ini tidak terulang lagi di mana pun dan kapan pun. Perlindungan hukum guru sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 40 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 39 ayat (1) Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Pasal 40 ayat (1) dan Pasal 42 Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, serta Peranturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2017, tentang Perlindungan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan, perlu ditegakkan oleh semua pihak.

Bagi penulis,  kesabaran dan ketenangan guru Nur Khalim menghadapi siswa yang ‘luar biasa ‘ tersebut merupakan sesuatu hal yang juga ‘luar biasa’. Tidak terlihat emosi sang guru ketika siswa yang sok jagoan menantang dan memprovokasi gurunya untuk melakukan sesuatu tindakan yang bersifat fisik. Sang guru tenang dan sabar menghadapi siswa yang sok jagoan beraksi di depan dirinya dengan disaksikan oleh siswa lain yang terlihat ribut serta membiarkan gurunya ditantang oleh kawannya sendiri. Itulah hebatnya hati seorang guru.

 

###1340###

Views All Time
Views All Time
26
Views Today
Views Today
1
Previous articleGURU, OH GURU
Next articleHEBATNYA MENULIS
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY