HEBATNYA MENULIS

0
29

Dari sebuah kiriman Ibu Diana M di grup Whatapps SAGUSAKU KALTENG 2018,yang isinya “Jadi intinya, menulis itu sebenernya berfungsi mirip olahraga. Apa yg dilakukan olahraga utk fisik, dilakukan menulis utk jiwa dan emosi. Jd pergunakan skill nulis utk itu juga, terutama utk mengkanalisasi kemarahan sehingga bisa mengasah kelembutan budi pekerti. Maka penting bagi kita nulis tiap hari. Gak cm fiksi tp apa aja. Termasuk hal2 yg memang gak utk dipublikasi. Jd menulis punya dimensi karier tp juga dimensi personal. Sekian dari saya. Merdeka! “.  Kemudian, dari kiriman pesan berikutya “Saya pernah ngobrol dgn teman yg Psikolog ttg manfaat menulis dr segi kejiwaan… jawabannya senada dgn yg tsb di atas. .. menulus bisa jd katarsis … atau sebagai media pelepasan emosi …”.

Bagi penulis sendiri, sangat setuju dengan pernyataan yang disampaikan oleh Ibu Diana M tersebut, karena menulis itu mampu meredam emosi atau perasaan yang negatif terhadap sesuatu hal. Maksudnya, ketika kita menulis itu tentu dilakukan dalam kondisi kejiwaan dan emosional yang stabil dan konsentrasi atau fokus pada masalah yang akan ditulis, sehingga emosional, kejengkelan, dan kekesalan  yang kita alami dan rasakan dapat berangsur-angsur menurun dan bahkan hilang dalam diri kita.

Rasa tidak mungkin kita dapat menulis dengan baik, tenang, dan menuangkan kata-kata yang baik dan tertata rapi kalau jiwa dan perasaan kita dalam situasi dan kondisi yang emosional yang berlebihan.  Dapat dikatakan pula, bahwa menulis itu menjadi sarana untuk melepaskan emosional yang tidak pada tempatnya, sehingga ketika dialirkan dalam tulisan akan berkurang dan menjadi hal positif dan bermanfaat, setidaknya untuk diri sendiri.

Ketika kita menuangkan gagasan atau mungkin bahkan juga ‘uneg-uneg’ yang ada dalam diri kita ke dalam sebuah tulisan, tentu dalam bahasa yang sopan, maka saat itu kita melepaskan sebagian beban atau tekanan yang mengganggu hati dan pikiran kita. Dengan adanya pelepasan beban yang kita rasakan tersebut diharapkan akan mengurangi atau bahkan menghilangkan tekanan atau stress. Menulis dapat menjadi sarana untuk ‘melampiaskan’ ketidaknyamanan hati dan pikiran kita selama ini.

Menurut Fitri Utami, S.psi,  yang penulis kutip dari media online DEPOKPOS, ketika seseorang sudah mulai menulis maka akan memerlukan banyak waktu dan tenaga. Bisa saja berjam-jam, berhari-hari, berbulan-bulan dan bahkan bertahun-tahun tergantung jenis tulisannya. Namun, karena hal itu lah yang akan membuat seseorang merasa puas dan bangga ketika mereka telah menyelesaikan tulisannya. “ Kepuasan itu dapat berbentuk kepuasan batin. Kepuasan batin ini akan memberikan pengaruh positif terhadap kondisi mental si penulis. Misalnya, bisa meningkatkan kreatifitas dan rasa percaya dirinya untuk menghasilkan tulisan yang lebih baik.” (sumber: http://www.depokpos.com/arsip/2016/06/menulis-ternyata-dapat-menghilangkan-stress/)

Menuangkan berbagai permasalahan di atas dalam tulisan yang santun dan membangun motivasi, membangkitkan semangat, dan berbagi dengan orang lain adalah salah satu upaya kita mengelola stress menjadi bermakna dan bermanfaat, minimal bagi diri kita sendiri. Bagi kita penulis,  stress bukan hanya dihindari,  tetapi kalau memang terjadi maka dikelola dengan sebaik-baiknya untuk menjadi sesuatu  yang positif, yaitu tulisan.

 

###1341###

 

Views All Time
Views All Time
45
Views Today
Views Today
1
Previous articleHEBATNYA HATI SANG GURU
Next articleKETIKA PINTU ILMU TELAH TERTUTUP
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY