HIDROPONIK

0
16

Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya angka kelahiran membuat persediaan komoditi pertanian tidak dapat mencukupi kebutuhan dalam negeri negara kita, sehingga beberapa produk pertanian harus diimpor dari luar negeri. Pertanian merupakan sektor yang cukup menjanjikan dimasa depan, kenapa tidak ? karena setiap orang membutuhkan makanan, baik itu dari tanaman hortikultura ( sayuran, buah, tanaman hias ), tanaman rempah, tanaman pangan dan tanaman perkebunan.

Persoalan utama di negara kita Indonesia, ketersediaan lahan pertanian semakin lama semakin berkurang, akibat adanya eksploitasi hutan produksi, perluasan lahan tempat tinggal, pembangunan perumahan, perluasan kota, pembukaan jalan,  industri, dan lain sebagainya. Sehingga membatasi ruang gerak bidang pertanian untuk berkembang.

Pertanian konvensional yang memerlukan lahan tanah ini, juga membatasi ruang gerak para petani – petani di negara kita. Selain dari persoalan modal usaha. Bercermin pada negara – negara asia,  kemajuan bidang pertanian mereka dapat dikatakan sangat baik, walapun dengan kendala waktu tanam yang di batasi oleh 4 ( empat ) musim, dengan penanaman secara hidroponik.

Di Indonesia sendiri penanaman dengan hidroponik ini, sudah banyak dilakukan oleh petani – petani, bahkan orang – orang yang diluar bidang pertanian, mampu melakukan budidaya ini. Kata Hidroponik ( Hydroponic ) berasal dari bahasa Yunani yang memiliki makna Hydro berarti air, ponos berarti daya. Sehingga hidroponik lebih dikenal dengan sistem budidaya yang tidak menggunakan tanah, akan tetapi mengutamakan air sebagai media tanam, yang penekanannya pada pemberian nutrisi kedalam air.

Cara bertanam ini juga telah banyak dilakukan di kawasan perkotaan sehingga model urban farming ini dapat dilakukan oelh semua kalangan. Bagi yang tidak memiliki lahan luas, cara hidroponik ini dapat dilakukan secara vertikal atau menegarah keatas, sehingga tidak memerlukan luasan yang luas terhampar, akan tetapi meninggi keatas permukaan tanah.

Hidroponik dapat dibedakan atas beberapa jenis yakni;

  1. Wick system atau sistem sumbu adalah sistem hidroponik yang paling sederhana dan paling banyak digunakan dalam sistem hidroponik, terutama bagi pemula

2. Water culture Sistem, hidroponik ini bekerja dengan cara menggenangi tanaman dengan air bercampur larutan nutrisi. Sistem ini juga disebut sistem rakit apung

 

3. NFT system,  hidroponik yang bekerja dengan cara membagikan air nutrisi pada tanaman melalui aliran air yang tipis. Nutrisi dibuat terus-menerus bersirkulasi menggunakan pompa tanpa menggunakan timer.

4. Ebb and flow systemdisebut juga dengan sistem pasang surut karena tanaman mendapatkan air, nutrisi, dan oksigen dari proses pemompaan bak penampung yang nantinya akan membasahi akar tanaman

5. Drip system, disebut juga sistem tetes merupakan teknik hidroponik dengan cara meneteskan larutan nutrisi secara terus menerus ke dalam media tanam melalui pipa atau selang.

6. Aeroponic  merupakan sistem hidroponik yang menggunakan nozzle atau selang penyebar untuk membuat butiran kabut halus untuk menghasilkan oksigen.

7. Bubbleponics (Sistem Gelembung) atau Deep Water Culture yaitu menumbuhkan tanaman secara mengambang diatas larutan nutrisi. Tanaman ditahan menggunakan jaring dengan akar tanaman didalam air.

8. DFT sistem adalah cara menanam tanaman dengan mensirkulasikan larutan nutrisi tanaman secara terus-menerus selama 24 jam pada rangkaian aliran tertutup

9. Sistem fertigasi adalah teknik aplikasi yang menggunakan unsur hara melalui sistem irigasi. Fertigasi merupakan singkatan dari fertilisasi atau (pemupukan) dan irigasi. Dalam menggunakan teknik fertigasi biaya untuk pemupukan dapat dikurangi, karena pupuk diberikan bersamaan dengan penyiraman.

10. Metode tanam bioponik merupakan metode budidaya tanaman hybrid yang menggabungkan antara sistem tanam hidroponik dengan sistem pertanian organik.

Sistem hidroponik ini banyak disukai disebabkan karena banyak manfaat yang dapat diantaranya;

  1. Mudah dalam perawatan
  2. Lebih efisien dalam penggunaan tenaga kerja
  3. Memudahkan dalam pengendalian hama dan penyakit
  4. Dapat dilakukan pada lahan yang sempit
  5. Tidak menggunakan tanah sebagai media tanam

Namun, hidroponik juga memiliki kekurangan, diantaranya;

  1. Beberapa model hidroponik memerlukan modal yang besar
  2. Memiliki ketelitian dalam mengamati setiap perubahan atau gangguan pada tanaman
  3. Memiliki keterampilan dan kemampuan dalam meracik nutrisi sehingga memenuhi syarat tumbuh yang dikehendaki tanaman.

Sekarang tinggal memilih sistem hidroponik yang dapat anda lakukan dan sesuai dengan modal yang tersedia. Selamat mencoba  !!!

Sumber gambar : Mengenal macam – macam jenis hidroponik.  https://www.bertaniorganik.com

Views All Time
Views All Time
19
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY