IGI dan INOVASI GURU INDONESIA

0
24

Membaca dan menyimak sebuah postingan dari WA  group dengan judul “ PIAGAM REKOR MURI UNTUK IGI” yang ditulis oleh Mampouno , dengan hastag #Menembu_baling.  Dalam postingan berita tersebut dikatakan bahwa hari ini, 15 April 2018, Museum Rekor Indonesia (MURI) menggelar acara penyerahan piagam pemecahan rekor kepada 10 rekoris yang berasal dari seluruh Indonesia. Ikatan Guru Indonesia (IGI) diundang sebagai salah satu penerima piagam MURI tersebut. Ini karena IGI berhasil memecahkan rekor menulis buku tercepat dan terbanyak dengan menggunakan metode Menemu Baling atau metode menulis dengan mulut  dan membaca dengan telinga.

Selanjutnya, dalam postingan tersebut  bahwa metode Menemu Baling ditemukan oleh Mampuono, sekretaris jenderal IGI periode 2016-2021. Melalui metode ini guru dan siapa pun yang berminat untuk meningkatkan literasi  dimudahkan dalam menulis dan membaca. Metode ini sekaligus juga merubah secara revolusioner budaya tutur menjadi budaya lisan dan budaya simak menjadi budaya baca.

Begitulah apa yang sudah dilakukan dan dikembangkan oleh IGI dalam upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru, khususnya dalam kegiatan literasi dan budaya menulis di kalangan guru, khususnya guru yang tergabung dalam IGI.  Menebu Baling menjadi sebuah inovasi dalam literasi dan upaya mengembangkan budaya menulis dikalangan guru selama ini.  Banyak guru yang beralasan bahwa ia sangat sibuk sehingga tidak dapat menulis pada komputer, laptop, tablet, atau hanphone canggihnya, sedangkan dalam otaknya banyak konsep, ide, atau  gagasan yang hendak dituangkan dalam bentuk tulisan.

Menemu Baling dapat menjadi solusi dan alternatif guru untuk menuangkan konsep, ide, atau  gagasan ke dalam tulisan. Tidak ada lagi alasan sibuk dan tidak ada waktu untuk mengetik tulisan pada komputer, laptop, tablet, atau hanphone canggihnya, karena hanya berbicara atau berucap di depan tablet, atau hanphone canggihnya sudah dapat menghasilkan tulisan sebagaimana yang diucapkannya. Tulisan yang telah dihasilkan dari metode Menemu baling ini kemudian diedit untuk menyempurnakan dari sisi tata bahasa, tanda baca, dan sebagainya.

Ikatan Guru Indonesia atau IGI sudah memulai dan membukakan ‘pintu’ jalan keluar bagi guru yang super sibuk dan tidak ada waktu luang untuk berlama-lama menulis pada pada komputer, laptop, tablet, atau hanphone. Sekarang tinggal guru saja untuk mengambil peluang tersebut, apakah mau dan mampu memanfaatkan metode Menemu Baling sebagai solusi untuk menuangkan konsep, ide, atau  gagasan yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Langkah inovatif IGI dengan Menemu Baling telah mendapat tanggapan positif dari MURI,  dan  tentunya juga inovasi IGI tersebut dapat disambut baik pula oleh guru Indonesia guna menggolarakan gerakan literasi dan budaya menulis yang bermakna dan bermanfaat bagi peningkatan mutu pendidikan Indonesia masa kini dan yang akan datang. IGI sudah membuktikan dirinya menjadi barometer inovasi guru Indonesia, dan mari guru Indonesia kita sambut dan lanjutkan inovasi IGI melalui metode Menemu Baling bagi peningkatan kompetensi dan profesionalisme kita sebagai guru  Indonesia yang inovatif. SELAMAT dan SUKSES IGI, kami bangga bergabung denganmu.

 

*****

Views All Time
Views All Time
67
Views Today
Views Today
2
Previous articleGURU dan KONTESTASI PILKADA 2018
Next articleDiklat 7 Jam Menjadi Penulis, Mungkinkah?
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY