Interaksi Energetik Guru dan Siswa di Dalam Kelas

0
17

Kesempatan kali ini saya akan berbagi sedikit ulasan tentang Interaksi Energetik Guru dan Siswa di dalam Kelas, berbagi komunikasi antara siswa dan guru. Langsung saja silahkan dibaca tulisan ini ya.

mrregar.com

Untuk memotivasi belajar siswa, guru harus selalu inovatif dalam mengadopsi metode-metode terbaru dalam pembelajaran. Ia pun harus menempatkan siswanya sebagai pusat pembelajaran, sejauh mana materi disampaikan bukan bergantung pada guru dan kurikulumnya, tetapi bergantung pada kesiapan belajar siswa. Menurut Albert Einstein, “It is the supreme art of teacher to awaken joy in creative expression and knowledge (Seni tertinggi pada seorang guru adalah kemampuan membangkitkan kegembiraan dengan pengetahuan dan ekspresi yang kreatif).

Sekolah akan menjadi platform yang tepat untuk memenuhi tujuan pendidikan jika hubungan antara siswa dan guru dipelihara dengan baik. Seorang guru harus mampu bertindak sebagai teman, filsuf, fasilitator, motivator, dan inspirator dari proses kegiatan belajar mengajar di kelas. Semua kreativitas terletak di dalam diri para siswa, jiwa mereka adalah sumber dari segala potensi-potensinya (Sutisna, Dyah, Muhammad, 2019).

Manusia tidak pernah luput dari kesalahan, tapi perbuatan sekecil apapun harus dipuji, dihargai, dan diapresiasi. Tiap anak didik memiliki sifat-sifat baik dalam dirinya. Peran guru adalah untuk menumbuhkan rasa percaya diri siswa sehingga dirinya merasa layak dan berharga karena tidak semua anak didik memiliki kemampuan akademik yang sama. Seorang guru harus mampu mengidentifikasi bakat dan kemampuan alami siswa agar ia dapat mengetahui siapa dirinya. Selain itu, guru juga harus memotivasi siswa tersebut untuk bisa maju dalam wilayah bakat dan hobinya.
Ada 2 hal yang mendasar dan sebenarnya sudah seringkali dilakukan guru untuk terus memotivasi siswa dalam belajar, namun tak jarang kedua hal ini maksimal dilakukan.


1. Ada Senyum di Dalam Kelas

Senyum memainkan peran yang sangat penting, tidak hanya dalam lingkup sekolah, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat pada umumnya. Senyum adalah ekspresi cinta dan sumber kekuatan dan kekuasaan seseorang. Seorang guru menyentuh hati para siswa melalui daya tarik “senyum”. Senyum yang tulus menciptakan percaya diri dan kedamaian bagi siswa.

Perkembangan kemajuan siswa terhadap mata pelajaran terjadi ketika mereka mulai menyukai dan mencintai gurunya. Senyuman seorang guru menciptakan getaran yang kuat pada diri siswa.  Ketika senyum hadir di dalam kelas, siswa tidak akan segan mengajukan pertanyaan, dan pada akhirnya kebebasan berpikir di dalam kelas berjalan secara otomatis dan optimal.

Guru dituntut untuk menjadi seorang teman bagi siswa. Persahabatan dapat membantu guru untuk lebih memahami seorang anak. Seorang siswa akan mengungkapkan kesulitan/masalah hanya kepada guru yang sudah menjadi “temannyaTetapi, jika guru hanya memerankan diri sebagai pemberi tugas atau bahkan pemimpin sirkus untuk siswa, peran seperti ini akan merusak kegiatan belajar-mengajar mereka (Suyanto dan Asep, 2013).

  1. Sebagai Teladan

Keberhasilan dunia pendidikan tidak terlepas dari peran guru dalam menjalankan program-program pendidikan terutama kurikulum sekolah. Guru menjadi faktor yang sangat dominan dalam indikator ketercapaian pembelajaran.


Guru harus mampu berperan sebagai model yang mampu memberikan contoh yang baik secara norma kependidikan dan yang ada, sehingga dapat dikatakan bahwa guru tersebut menjadi aktor dalam keteladanan siswa.

Sebagai contoh, seorang guru dapat memotivasi siswanya lebih banyak membaca buku dengan cara guru harus memperlihatkan tradisi membaca buku yang baik. Hal yang berbeda bisa terjadi jika guru hanya sekedar menyuruh tanpa memberi teladan. Para siswa bisa dipastikan hanya sekedar mendengar, tanpa melakukan apa yang dimotivasi dan diminta oleh guru. Jika pun permintaan itu dilakukan, hanya di depan guru tersebut, akan tetapi setelah guru tidak ada, maka siswa akan menyimpan dan kembali melakukan kegiatan lainnya. Dengan kata lain, bagaimana mungkin seorang guru yang jarang sekali membaca mampu memotivasi anak-anak didiknya untuk lebih banyak membaca buku? Ini tidak mungkin terjadi, ibarat berharap ikan bisa hidup di darat, atau ibarat mengharap sirih berbuah semangka.

Buku merupakan sumber energi dan motivasi, guru harus menjadi pembaca intensif buku-buku perpustakaan dan majalah, mengumpulkan pengetahuan untuk mengilhami anak-anak dengan menceritakan dan mengajarkannya hal-hal yang baru. Guru dapat membuat perpustakaan kecil sendiri di dalam kelas dan menjadikan dirinya sebagai inspirator bagi siswa-siswanya.

Guru juga merupakan motivator bagi para siswa melalui kebiasaannya membaca buku. Jadi, seorang guru bisa melakukan banyak hal melalui kekuatan membaca dan keefektifan pemberian teladan. Seorang guru harus menyadari bahwa kekuatan motivasi jika digunakan dengan baik dimana pun, kapan pun akan melahirkan sikap optimisme bagi para siswa dan akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjadi subjek dalam kegiatan belajar mengajar.

Jika ada yang kurang/ingin ditanyakan, silahkan sampaikan di kolom komentar, dan bisa kunjungi halaman Homepage mrregar.com.

Semoga bermanfaat.

🌐mrregar.com

Views All Time
Views All Time
10
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY