Jembatan Hati

0
7

Filsuf Yunani, Aristoteles mengatakan manusia adalah Zon Politicon. Manusia adalah makhluk sosial yang butuh berdampingan hidup satu sama lain. Kebutuhan manusia akan manusia lain terlihat dari segala aspek kehidupan yang dilakoninya. Ketergantungan terhadap orang lain harus dilakukan dengan kaidah dan norma yang sepatutnya.

Dalam dunia pendidikan, ketergantungan siswa kepada guru menjadi pokok kajian utama. Wajib belajar 9 tahun yang dimulai dari tingkat Sekokah Dasar menjadikan ketergantungan siswa kepada guru begitu kentara. Tujuan akhir pembelajaran siswa bukan hanya pemenuhan kognitif saja, namun yang terpenting adalah soft skill siswa bisa tertanam dalam dirinya.

Suatu hal yang simpel, ringan dan sederhana yang bisa dilakukan guru untuk menanamkan kognitif dan soft skill siswa adalah dengan membangun “Jembatan Hati”. Jembatan hati akan terbangun antara guru dan siswa dimulai dengan kegiatan kecil berupa salam, senyum, sapa, santun yang dicontohkan kepada siswa.

Kegiatan bersalam setiap pagi antara guru dan siswa memang terlihat sederhana namun memiliki pengaruh yang besar dalam transfer of knowledge dan transfer of value dalam pembelajaran. Penulis berkeyakinan dengan terlebih dahulu dibangunnya jembatan hati antara guru dan siswa besar kemungkinan output pembelajaran setelahnya juga akan baik dan meningkat karena jembatan hati sudah dibangun sebagai sarana ilmu untuk berjalan menuju hati siswa. Hal inilah yang mendasari kegiatan bersalaman pagi tetap digalakkan di SDN 22 Mata Air Barat Kec.Padang Selatan Kota Padang Propinsi Sumatera Barat. Bagaimanapun juga, guru dan siswa adalah manusia yang saling membutuhkan dan butuh jembatan hati sebagai sarana penghubung untuk mencapai suatu tujuan.

Views All Time
Views All Time
23
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY