JIKA PPN SEKOLAH DIBERLAKUKAN, GENERASI EMAS JANGAN HANYA JADI HAYALAN? Oleh: Mahrani ( Ketua IGI Kalbar)

1
65

Gonjang-ganjing jagat dunia maya yang berkembang pekan ini semakin runyam dengan munculnya wacana pemerintah menarik Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sembako dan sekolah. Dua sektor yang sangat mendasar bagi masyarakat dimana terkait dengan kebutuhan tumbuh dan berkembangnya manusia.
Dalam konstitusi, amanat mencerdaskan kehidupan bangsa seharusnya berbanding lurus dengan upaya pemerintah menyediakan pendidikan yang berkualitas mulai dari penyediaan dan pengembangan kompetensi para pendidik dan tenaga kependidikannya, sosok yang berhadapan langsung dengan peserta didik yang merupakan generasi penerus cita-cita bangsa ini. Sehingga terwujud generasi yang cerdas, berkarakter serta kompetitif. Pemerintah juga harus menjamin ketersediaan sarana dan prasarana pendukung serta regulasi yang jelas dan terukur agar arah pendidikan ini semakin jelas dan berkesinambungan.
Wacana penarikan PPN yang dihembuskan saat ini justru menjadi preseden buruk bagi bangsa besar dan penuh kisah perjuangan ini. Hal ini terlihat berbanding terbalik dengan kebijakan lain yang justru seharusnya dapat dijadikan pemerintah sebagai sumber pendapatan bagi negara, justru terlepas begitu saja. Pelonggaran PPnBM bagi pembelian mobil baru bahkan kapal pesiar mewah belakangan ini yang seharusnya tidak dilakukan, justru telah terlaksana. Hal ini tentu mengurangi triliunan potensi pendapatan negara dari pajak yang memang wajar diperoleh negara dari para golongan menengah ke atas, bukan PPN sekolah yang masyarakat miskinpun berhak mendapatkan Pendidikan itu.
Pemerintah harus mencari cara lain agar pundi-pundi keuangan negara ini semakin terisi, bukankah itulah yang menjadi tupoksi bahkan janji kampanye para pemimpin negeri? Begitu banyak sumber daya yang kita miliki, begitu kaya rayanya bangsa ini. Jangan sampai pemerintah terseok-seok mencari sumber keuangan dari rakyat kecil, sedangkan harta kekayaan negara mengalir deras ke luar tanpa dinikmati oleh rakyat yang seharusnya menjadi raja di negeri sendiri, bukan menjadi kuli yang juga harus memberikan upeti.
Penundaan bahkan penghapusan wacara PPN Sembako dan Sekolah ini harus dilakukan. Pendidikan yang saat ini terseok-seok karena pandemi sudah selayaknya dibangun dengan gegap gempita menggunakan berbagai upaya agar bangsa ini kembali bergairah, sehingga akan dating generasi emas yang diharapkan, bukan justru bangsa kita akan semakin kehilangan generasi cerdas penuh harapan karena sekolah mereka harus terhenti akibat tidak sanggup untuk membayar biaya pendidikannya.

Views All Time
Views All Time
14
Views Today
Views Today
1

1 COMMENT

  1. I have read your writings and I have read articles on this topic in several articles from other sources. I got a lot of information from your writing, is there any other suggestions you can convey regarding the theme of your writing? so that I can get more and more complete information.
    UMA

LEAVE A REPLY