KAJIAN PUISI SISWA SDN 1INDRAPURI

0
13

ADIKKU TERSAYANG

( Karya : Arisna Luftiyani Pasaribu /SDN 1 Indrapuri )

 

Oh,,, adikku

Engkau bagian dalam hidupku

Dirimu bagaikan cahaya

Sungguh berarti dalam hari-hariku

 

Canda ria tertawa

Beribu kenangan kita lewati

Susah senang jalani bersama

 

Adikku,,,

Tanpa mu sepi kurasa

Tawa manis mungil mulutmu

Berjuta kebahagiaan tiada terkira

Dirimu penyemangat hati yang pilu

 

 

Kajian  Oleh : Safrina, S.Pd / Zaida Rahmi,S.Pd

 

Puisi dengan judul “adikku” mengilustrasikan tentang seorang adik bagian yang sangat berarti dalam kehidupan penulis. Susah senang bersama, tertawa, bermain bersama,banyak kenangan yang mereka lalui bersama.Kehadiran adik membuat suasana menjadi ramai, dan tidak sepi,sungguh membuat bahagia yang tidak terkira, terkadang bila sedang sedih adiklah yang menjadi penyemangat.

Pesan moral dari puisi tersebut adalah kita harus selalu akur dan kompak denagn keluarga, seperti adik atau kakak, karena saudaralah yang akan selalu bersama kita dalam suka dan duka.

 

SAHABAT SEJATI

( Karya : Haflili / SDN 1 Indrapuri)

 

Sahabat sejati bukan matematika

Bisa dihitung dengan jari

Sahabat sejati bukan pelajaran jurusan

Hanya yang berbakat akan diminati

 

Tetapi,,,,

Sahabat sejati akan ada selamanya

Dikala susah maupun senang

Dikala terjatuh atau berjaya

 

Sahabat sejati,,,

Rasa kasih tidak pernah mati

Di saat sedih luka dihati

Sahabat sejati akan menghampiri

 

 

Kajian  Oleh : Safrina, S.Pd / Zaida Rahmi,S.Pd

 

Kajian puisi diatas adalah penulis puisi penulis mengungkapkan bahwa sahabat itu bukan sepertipelajaran matematika terkadang memerlukan jari untuk menghitung, dan bukan pula seperti pelajarn jurusan,tidak semua orang minatdan hanya orang yang memiliki bakat minat saja yang akan memilih jurusan tersebut.

Tetapi sahabat ada bersama kita selamanya dalam suka maupun duka, disaat kita berjaya atau disaat kita sedang terpuruk.sahabat sejati tidak akan pernah meninggalkan dan selalu mencurahkan kesetiaannya,kasihnya,serta saat bersedi akan menghampiri menghibur kita.

 

SAYANGI IBU

( Karya : Cha Cha Adilya Fitri/ SDN 1 Indrapuri )

 

Apakah engkau tahu ?

Disetiap langkah ibu

Disetiap perjuangan ibu

Disetiap tetesan air mata ibu

Itu ada namamu

Itu ada dirimu

Bayangkan,,,,

Ibu telah merawat kita dari kecil

Hingga besar menjadi manusia hebat dan sukses

Bila engkau tiada menyayangi ibu

Tiada mau merawat ibu,,,

Acuh kepada ibu,,,,

Tahukah engkau,,,

Sedihnya hati ibu,,,,,

Menjerit hati ibu,,,,

Kau biarkan ibu terlantar

Oleh kesibukan duniawimu

Yang semuanya tidak kau bawa mati,,,,

Sadarilah,,,sadarilah

Baktimu kepada ibu itu adalah surga

Bukan harta dan jabatanmu,,,

Sayangilah ibumu,,,,,

 

Kajian  Oleh : Safrina, S.Pd / Zaida Rahmi,S.Pd

 

Puisi dengan judul ”Sayangi Ibu” penulis mengingatkan kita bahwa kisah ibu dimana dalam setiap perjuangannya, tangisannya,senyumnya semua itu untuk anaknya. Ibu merawat anaknya dari kecil hingga tumbuh besar, sudah besar menjadi hebat dan sukses,itu semua berkat usaha serta do’a ibu.

Terkadang setelah anaknya besar ibu sudah beranjak tua,anaknya tidak mau merawat,tidak mau memperdulikan ibu, sibuk dengan pekerjaan dunianya,sungguh hati ibu sangat sedih dan berduka tidak dihiraukan oleh anaknya.anaknya tiada sadar bahwa surga itu ada ditelapak kaki ibu, dan semua harta kekayaan serta pangkat jabatannya tidak dibawa mati.,Akan tetapi cinta kasih kita kepada ibu yang akan mengantar kita ke surga.

Pesan moral dari puisi tersebut adalah kita wajib berbakti kepada ibu, ibu sudah bersusah payah mengurus kita dari kecil menjadi besar,perjuangannya harus kita balas dengan berbakti kepadanya, merawatnya disaat sudah tua, karena surga  berada di telapak kaki ibu

 

AL- QUR’AN

( Karya : Helwiya Salami / SDN 1 Indrapuri )

 

Kalam suci wahyu Ilahi

Tiga puluh juz seratus empat belas surat

Pedoman hidup umat manusia

Diturunkan melalui Nabi mulia

Muhammad Rasul manusia termulia

 

Senandung Al-Qur’an sangatlah syahdu

Menggetarkan hati hamba beriman

Bimbingan umat agar tiada sesat

Menghapus dosa hamba yang membaca

Rahmat pahala Allah Anugerahi

 

Al-Qur’an,,,

Dengan mu kami damai

Denganmu kami bahagia

 

Kajian  Oleh : Safrina, S.Pd / Zaida Rahmi,S.Pd

 

Nilai kajian yang penulis sajikan adalah Al-Qur’an merupakan wahyu Ilahi berjumlah 30 juz dan 114 surat.Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada umatnya.Manusia beriman bila dilantunkan ayat suci Al-Qur’an akan bergetar hatinya mendengar kesyahduan yang begitu indah.Orang yang mambaca Al-Qur’an Allah akan memberikan pahala dan  menghapus doa-dosanya.Senandung Al-Qur’an akan mendatangkan kedamaian serta membuat bahagia dunia akhirat.

Pesan moral dari puisi tersebut adalah cintailah dan bacalah Al-Qur’an dan jadikan dia sebagai pedoman hidup, karena akan memberikan banyak syafaat serta hikmah bagi  yang membacanya

 

IBU

( Karya : Haura Azkia / SDN 1 Indrapuri )

Ibu,,

Engkau mengandungku

Juga melahirkanku

Engkau menyapihku

Serta menjagaku

Dengan penuh kasih sayang

Dari aku kecil sehingga aku besar

Engkaulah pelita hidupku

Ibu,,,

Bila tanpamu

Aku tiada pernah

Terlahir ke dunia ini

Terimakasih ibu,,,

 

Kajian  Oleh : Safrina, S.Pd / Zaida Rahmi,S.Pd

 

Kajian yang penulis ungkapkan lewat puisi berjudul “ibu” yaitu ibuyang mengandung, ibu yang melahirkan, menyapih selama 2 tahun, dan merawat dengan penuh cinta kasih sayang, sehingga menjadi besar semua itu berkat perjuangan ibu.Bila tiada sosok seorang ibu tidak akan pernah terlahir dan melihat dunia ini.

Pesan moral dari puisi tersebut adalah sayangi ibu, karena tanpa ibu kita tidak akan di dunia ini.Selalu menghargai dan tidak menyakiti hati ibu, serta ucapkan terimakasih selalu kepada ibu  atas semua pengorbanannya.

 

GURU PAHLAWANKU

( Karya : Haura Azkia / SDN 1 Indrapuri )

 

Kuselip lewati waktu

Kutitip sapa lewat merpati putih

Adakah hari ini indah

Saat kata terangkat

 

Engkau adalah pelita bagiku

Engkau adalah air jernih pengetahuanku

Engkau adalah suluh hidupku

Engkau adalah pahlawan cit-citaku

 

Walaupun engkau dijuluki

Pahlawan tanpa jasa

Tapi,,,

Bagiku engkaulah yang terhebat

Terimakasih guru

Atas jasamu untukku

 

Kajian  Oleh : Safrina, S.Pd / Zaida Rahmi,S.Pd

 

Kajian yang disajikan penulis dari puisi yang berjudul ”pahlawanku” adalah lewat kata-kata indah puisi menyapa guru, dan mengungkapkan guru bagaikan pelita, yang mengaliri ilmu pengetahuan seperti air yang jernih, dan pahlawan yang membantu untuk meraih cita-cita. Guru dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, akan tetapi bagi penulis guru merupakan pahlawan yang paling hebat. Terimakasih penulis ucapkan kepada guru atas jasa yang telah diberikan.

Pesan moral dari puisi diatas adalah guru adalah pahlawan pejuang masa depan,maka hargailah jasa-jasa guru.

SAHABATKU

( Karya : Haura Azkia / SDN 1 Indrapuri )

 

Sahabat,,

Engkau tempat berbagi

Suka dan duka

Engkaulah penghibur

Di saat aku bersedih

 

Eratkanlah selalu persahabatan

Persahabatan abadi

Jangan pernah ucapkan kata berpisah

Kecuali Tuhan mentakdirkan berpisah

 

Sahabatku yang baik,,,

Persahabatan kita

Sungguhlah indah

Hari-hariku penuh ceria

Karenamu sahabatku

 

Kajian  Oleh : Zaida Rahmi, S.Pd / Safrina,S.Pd

 

Kajian yang terdapat dalam puisi diatas adalah tentang sahabat, sahabat merupakan orang yang mau bersama dalam suka dan duka.Penulis puisi mengungkapakn bahwa eratkan persahabatan sampai Tuhan memisahkan yaitu sampai ajal datang. Persahabatan juga akan membuat kita bahagia.Sahabat yang dimaksud oleh penulis puisi adalah yang baik.

Pesan moral dai puisi diatas adalah jagalah selalu silaturrahmi, bila kita bersahabat dengan seseorang jadilah sahabat yang baik, setia dalam suka dan duka, selalu membantu dalam kesulitan.

 

IBU

( Karya : Syara Yuzkia / SDN 1 Indrapuri )

 

Ibu,,

Ibuku tercinta

Ibuku tersayang

Tanpa mu aku tiada lahir ke dunia

Kaulah rembulan

Kaulah cahaya

Ibu,,

Kau bagaikan sinaran kehidupanku

Kau bagaikan senyuman titisan rembulan

Kau adalah ratu sejagadku

Ibu,,

Kau yang mengandungku

Melahirkanku

Semangat juangmu untukku

Agar aku dapat melihat dunia

Ibu,,

Darahmu dalam diriku

Kau ibu sejatiku

Dunia akhirat

Terimakasih ibu,,

Surgaku ditelapak kakimu ibu

 

Kajian  Oleh : Safrina, S.Pd / Zaida Rahmi,S.Pd

Terimakasih untuk ibu yang sudah melahirkan, ibu bagaikan cahaya rembulan yang memberi sinaran kehidupan. Ibu adalah ratu di dunia, Rasa terimakasih kepada ibu karena begitu besar perjuangannya dari mengandung hingga  melahirkan.Dalam tubuh mengalir darah ibu yang abadi serta tiada dapat terbalaskan dengan apapun,dan surga ada ditelapak kaki ibu Itulah ilustrasi maksud dari penulis puisi.

Pesan moral dari puisi tersebut adalah Surga berada ditelapak kaki ibu maka hargailah ibu, sayangilah ibu, jangan menyakiti hati ibu, karena sungguh besar perjuangannya melahirkan kita ke dunia, jasa seorang ibu tdak dapat dibalas dengan apapun, dan kita wajib berbakti kepada kedua orang tua.

GURUKU

( Karya : Bifasya Riskaniata / SDN 1 Indrapuri )

 

Engkau mengajariku berbagai ilmu

Engkau mendidikku berakhlak baik

Engkau mencurahkan pengetahuan untukku

Engkau tombak masa depanku

Walau engkau bukan orangtuaku

Namun engkau

Orang tua keduaku

Kasih sayangku tetap untukmu

Karena engkau membuatku pandai

Guru,,

Engkau mutiara berkilau

Ditengah gelapnya pengetahuanku

Engkau memberi sinaran

Engkau penerang kepintaranku

Guru,,

Aku akan patuh padamu

Aku selalu menghargaimu

Tidak akan pernah kusakiti hatimu

Kuraih citaku agar engkau bahagia

 

Kajian  Oleh : Safrina, S.Pd / Zaida Rahmi,S.Pd

 

Kajian inspiratif dan makna yang terkandung dari puisi dengan judul “guruku” yaitu : penulis berterimakasih kepada gurunya  yang sudah mengajarinya, membimbingnya, mendidik, mengajarkan akhlak yang mulia. Disini penulis juga mengungkapkan dia akan tetap menyayangi guru walaupun bukan orang tua kandungnya akan tetapi guru sebagai orang tua kedua baginya , karena guru yang sudah memberikan ilmu pengetahuan sehingga dia menjadi pandai.Penulis juga berjanji tidak akan pernah menyakiti hati guru dan belajar keras untuk meraih  cita-cita agar gurunya bahagia melihat dia menjadi manusia sukses.

Pesan moral dari puisi diatas adalah Walaupun guru bukan orang tua kandung kita, hargailah, hormatilah, dan sayangilah guru, karena guru memberikan ilmu kepada kita yang berguna dalam kehidupan dan masa depan kita.

 

MAAFKAN AKU GURU

( Karya : Wildanum dan Aunatul Dilla / SDN 1 Indrapuri )

 

Terkadang sikapku

Terkadang perkataanku

Terkadang dirimu ku acuhkan

Terkadang cara meyapaku

Padamu guru,,,

Dengan susah payah kau mengajariku

Dengan tulus ikhlas kau mendidikku

Dengan meninggalkan keluargamu

Dengan penuh sabar kau membimbingku

Engkau rela bersamaku

Engkau mengajariku tulis baca

Berjuta ilmu yang tiada kuketahui

Guru,,

Sesungguhnya

Aku sangat sayang padamu

Walaupun terkadang

Sikap perkataan dan perilaku

Menyakiti hatimu

Dari hati yang paling dalam

Maafkanlah aku

Guru,,

 

Kajian  Oleh : Safrina, S.Pd / Zaida Rahmi,S.Pd

 

Nilai inspiratif dari puisi adalah penulis menyadari terkadang sikap perilaku, perkataan, sering mengacuhkan guru, padahal guru dengan susah payah mengajar, membimbing, bahkan guru rela meninggalkan keluarganya untuk pergi mendidik. Guru yang mengajarkan menulis dan membaca,berbagai ilmu pengetahuan guru curahkan.Penulis mengungkapakan sebenarnya sangat sayang kepada guru, walaupun terkadang dengan tidak sengaja telah menyakiti hati guru, dari hati yang paling dalam memohon guru untuk memaafkan kesalahan.

Pesan moral dari puisi diatas adalah kita tidak boleh meyakiti hati guru, hargailah guru dan apabila kita sudah melakukan kesalahan maka segera meminta maaf kepada guru.

 

PANDANGAN PERTAMA PADA BUMIKU YANG INDAH

( Karya :Aliya Salsabila / SDN 1 Indrapuri)

 

Wahai Tuhanku

Engkau anugerahi bumi yang indah

Engkau suguhi isi yang indah

Pandanganku terpesona

Atas keindahan alam ciptaan-Mu

 

Oh Tuhan,,

Aku selalu  bersyukur

Seribu syukur atas segala nikmat

Yang engkau berikan

 

Aku berharap

Engkau tiada putuskan nikmatmu

Jadikan aku

Selalu bersyukur atas nikmatmu

Nikmat keindahan bumimu

 

Kajian  Oleh : Zaida Rahmi, S.Pd / Safrina,S.Pd

 

Kajian inspiratif dari puisi yaitu Tuhan menciptakan bumi di alam semesta bererta isinya denagn begitu sempurna dan indah,semua yang melihatnya akan takjub atas keindahannya.Penulis mengucapakan rasa syukur setiap saat atas nikmat keindahan alam yang Allah berikan.Harapannya nikmat Tuhan selalu dianugerahkan kepadanya setiap saat, dan penulis akan selalu bersyukur kepada atas nikmat indahnya bumi.

Pesan moral dari puisi adalah kita harus selalu bersyukur atas semua nikmat yang Allah berikan.

 

IZINKAN AKU MENDO’AKANMU

( Karya : Zikrullah / SDN 1 Indrapuri )

 

Bunda,, aku tidak pernah peduli

Mereka memanggilmu dengan sebutan apa

Aku hanya tahu bahwa engkau

Adalah pelitaku

Matahari dalam bumiku

Bulan dari langitku

Dan engkau penawar racun

Dari bisa hatiku

 

Bunda,,,

Mungkin aku belum lagi genap usia

Untuk memberimu bahagia

Aku masih wajah lugu

Tubuh dekil berbalut seragam

Aku juga masih siperut

Selalu mengharap sesuap nasi darimu

 

Bunda,,,

Tidak ada rasa selain terimakasih kepada Tuhan

Atas hadirnya dirimu

Sebagai sinar dalam gelapku

 

Bunda,,

Untuk ini hanya do’a

Yang mampu aku beri

Dalam setiap sujudku

Jika Tuhan izinkan

Aku meminta terus untuk mendo’akanmu

Walau raga kita suatu hari

Akan terpisah

 

Kajian  Oleh : Zaida Rahmi, S.Pd / Safrina,S.Pd

Nilai kajian yang inspiratif dari puisi yang berjudul“ izinkan aku mendo’akanmu” yaitu walaupun orang lain memandang sebelah mata atau memanggil dengan apa untuk ibunya,namun penulis tetap menganggap ibunya sebagai pelita umpama matahari yang menyinari bumi, umpama bulan yang bersinar indah dilangit, dan juga sebagai penawar dari segala racun disaat sakit.

Penulis mengungkapkan bahwa dirinya masih belum dewasa, belum mampu membuat ibu bahagia, masih dalam pendidikan, serta masih mengharapakn kebutuhannya dari ibu.

Tiada kata lain selain syukur dan terimakasih penulis ucakan kepada ibunya, atas kehadiran ibu dalam kehidupannya. Hanya do’a yang dapat penulis persembahkan setiap sesudah melakukan shalat. Atas izin Tuhan akan selalu mendo’akan ibu sampai suatu saat takdir Tuhan memisahkan mereka.

Pesan moral dari puisi diatas adalah Sehina apapun ibu, dia tetaplah ibu kita, dia yang sudah melahirkan,merawat hingga kita besar. Dari kecil kita sudah harus berbakti kepada ibu,sampai ibu  telah tiada kita wajib selalu mendo’akannya.

Views All Time
Views All Time
66
Views Today
Views Today
1
Previous articleModel Pembelajaran dengan Metode Sosiodrama dalam Pelajaran PPKn
Next articleKENANGANG BERKUNJUNG KE JEMBATAN BARELANG-BATAM
Nama :Juwita, S.Pd Tempat tanggal lahir :Aceh besar 15 Maret 1978 Tempat tugas :SDN 1 Indrapuri Hobi: membaca, menulis, dan bersih-bersih Berstatus kawin dan memiliki 1 putri dan 2 orang putra, Tinggal di Desa Lambunot, Kecamatan Simpang Tiga,Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Mengecap pendidikan Min Paya Seunara Sabang, Lalu SMP 6 Kota Sabang,SMU di Banda Aceh, Lalu kuliah D-II di STKIP Getsempena. Melanjutkan S-1 FKIP Universitas Serambi Mekkah. Menjadi guru PNS April 2006,pertama mendapat SK di SDN Mureu Indrapuri, setahun kemudian di mutasi ke SDN 1 Indrapuri sampai sekarang,,, Pengalaman selama menjadi guru,,, pernah bersama DBE-2 sebagai fasilitator Sains, Fasilitator di HKI, Guru inti di gugus, dan memfasilitasi beberapa kegiatan di UPTD. Dalam mengembangkan kompetensi pernah mengikuti guru berprestasi tahun 2014, namun hanya mendapat juara 3 tingkat provinsi. Terimakasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu saya untuk dapat bergabung di blog.igi yang is the best,,semoga kita selalu sharing and growing together. salam satu hati guruku di Indonesia, ditangan kita ujung tombak bangsa.

LEAVE A REPLY