Kalut

0
8

Suara peralatan ICCU terdengar di telingaku. Sayup-sayup kudengar dokter dan perawat sedang bercakap-cakap. Aku tak melihat apapun, hanya terasa ruangan dingin seakan membeku.

Aku tak ingin bangun cepat, aku masih ingin tidur di sini. Bukankah aku sudah tidak dipedulikan lagi. Aku hanya hidup sebatang kara di dunia ini. Hanya suamikulah yang masih menemaniku. Hanya kamu yang aku punya. Meskipun dingin terhadapku namun, masih memberiku makan dan tumpangan untuk hidup. Beberapa hari yang lalu kamu akan menceraikanku, dengan tetap memberiku rumah dan uang belanja. Dengan alasan yang tidak jelas menurutku.

Mas Rahman suamiku tidak pulang malam ini. Kutanyakan lewat pesan singkat, tidak menjawab. Aku tidak meneleponmu karena khawatir dia sedang sibuk bekerja. Ternyata suamiku pergi dengan wanita lain. Mengapa harus menduakanku? Aku tak ingin berbagi dengan siapapun. Aku menyusulmu di tempat kerja perlahan-lahan kupacu mobilku. Dari depan aku melihat mobil kesayanganmu. Siapa itu yang duduk di sebelahmu? Seorang wanita, pantas saja aku sering menemukan tisu kotor bekas lipstick di mobilmu. Rupanya rumor yang beredar itu benar adanya. Dengan cepat aku tancap gas dan kuarahkan bemper mobil ke arah mobilmu. Brak!!, akupun tak ingat apa-apa lagi.

Aku masih terbaring di ruangan ini. Aku tak ingin bangun lagi. Aku tenang di sini karena tak melihatmu lagi. Hatiku sangat sakit, mengapa sakit sekali jika mengingatmu. Aku tak ingin pulang ke rumah itu lagi.

Jika sudah tiba waktunya, aku pasrah dan siap dijemput saat ini juga.

 

(Cerita ini hanya fiktif, mohon maaf jika ada peristiwa dan nama yang sama. Hal itu bukan merupakan kesengajaan)

Malang, April 2021

Views All Time
Views All Time
15
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY