Kamar Operasi

0
12

Hari ini adalah pagi terindah dan membuat jantungku berdegub dengan kencangnya. Aku sudah tidak sabar ingin sampai di rumah sakit karena rencananya hari ini mama tercinta akan melakukan operasi mata katarak yang telah beberapa tahun menggerogoti mata orang yang telah melahirkan serta membesarkan diriku penuh cinta kasih.

Aku sangat berharap dan berdoa setiap saat agar operasi mama hari ini berjalan dengan lancar dan mama bisa kembali melihat seperti semula. Bantu dan permudahkanlah ya Allah bisikku dalam hati. Aku juga berharap semoga semua doa yang dikirimkan oleh semua teman SDS IT Mutiara di kabulkan oleh Allah untuk kelancaran operasi mama.

Tepat pukul 08.00 WIB aku telah sampai di rumah sakit SMEC Pekanbaru yang diantar oleh kakak Nisa. Makasih ya kak atas bantuannya selama ini. saat melangkahkan kaki masuk ke rumah sakit SMEC ini jantungku berdegup dengan kencang namun aku selalu berusaha untuk menenangkan hati agar mama tidak merasakan kegelisahan serta kegundahan hati ini.

Aku tidak ingin membuat mama bimbang dan gelisah. Setelah memasuki rumah sakit SMEC, aku langsung menuju bagian informasi dimana telah duduk beberapa karyawan dengan berpakaian rapi berwarna bata dengan senyuman dan raut wajah yang ramah menyambutku.

Sesaat aku mengambil berkas yang akan diserahkan kepada para karyawan di bagian informasi dan mereka mempersilahkan aku dan mama agar langsung menuju ruang perawatan. Kubimbing wanita yang telah melahirkanku dengan penuh cinta ini berjalan menuju ruang perawat dan kupersilahkan untuk duduk menunggu giliran pemeriksaan.

Tidak lama berselang waktu maka giliran mama yang dipanggil untuk diperiksa oleh beberapa perawat dan alhamdulillah untuk pagi ini pemeriksaan menjelang operasi hanya dua tahap melalui computer. Hari ini operasi mata katarak akan dilakukan sebanyak 15 orang pasien untuk setiap harinya. Walaupun mamaku adalah pasien dari BPJS namun perlakuan dari semua karyawan yang ada di rumah sakit SMEC Pekanbaru ini membuat aku begitu nyaman karena keramah tamahan semua karyawan disini serta kondisi ruangan rumah sakit yang penuh dengan pendingin dan tak terasa waktu berjalan terus sampailah saat yang di tunggupun tiba.

Ketika perawat memanggil nama Syamsuarni dan yang lainnya maka akupun bersiap – siap untuk menaiki lantai dua dengan menggunakan lift yang ditemani perawat. Sesampainya di lantai dua dan berada tepat di sebuah ruangan dengan kalimat  “ KAMAR OPERASI “ jantungku kembali berdegup dengan kencangnya karena untuk pertama kali aku mengantarkan orang yang sangat aku sayangi harus berhadapan dengan ruangan ini.

Kubimbing mama untuk duduk di sofa yang telah disediakan dan membukakan sendal yang mama pakai untuk segera di letakkan di luar kamar. Tak lama kemudian seorang perawat dengan menggunakan masker dengan pakaian operasi keluar kemudian memanggil nama mama dan dua orang lainnya untuk segera masuk ke ruangan tersebut.

Setelah mama masuk hatiku jadi tidak menentu. Aku sangat galau, gelisah dan sedih karena hanya aku sendirian disini mengantarkan mama sampai ke kamar operasi ini karena adikku Lusi dan suaminya Iwan harus pulang ke Duri karena harus bekerja besoknya. Sementara diriku harus mengambil izin cuti dua hari lagi untuk menemani mama disini.

Maafkan Bu Eni ya sayang karena harus meninggalkan dirimu di sekolah untuk beberapa hari kedepannya. Ketika mama melangkahkan kakinya memasuki kamar operasi ini, mulutku tidak henti – hentinya mengucapkan kalimat tahmid kepada Tuhan pencipta Langit dan Bumi agar memudahkan operasi mama di dalam sana.

Aku percaya akan semua kekuatan doa yang dipanjatkan oleh semua keluarga serta teman sekolahku untuk keberhasilan operasi mama hari ini. bantulah aku ya Allah agar operasi ini berjalan dengan lancar supaya wanita yang sangat aku cintai dan sayangi bisa melihat serperti dulu lagi.

Untuk menghilangkan rasa gelisah, kegundahan yang ada di hati ini aku menelpon ke berbagai sanak saudara untuk meminta doa bagi kelancaran operasi mama serta aku juga menelpon temanku Lili yang habis operasi Miom di Duri kemaren. Tak terasa waktu terus berjalan dan ketika kupandang jam dinding yang tergantung di samping kamar operasi ini sudah menunjukkan pukul 12.50 WIB.

Hatiku mulai gelisah karena sudah lebih satu jam namun mama belum juga keluar dari kamar operasi karena aku dengar dari Pak Datuk operasinya memakan waktu sekitar satu jam. Kegelisahan dan kegalauan hati ini semakin tak tentu dan aku semakin kuat untuk mengucapkan kalimat tahmid.

Saat hatiku masih gundah dan gelisah terdegar sayup – sayup namaku dipanggil oleh seseorang dan setelah kulihat ternyata mama yang memanggilku. Alhamdulillah ya Allah seketika air mata kebahagian ini mengalir di sudut mataku yang indah.

Sesaat aku menghampiri mama dan memeluknya dengan hangat serta penuh cinta. Kemudian perawat membimbing kami kembali ke lantai dasar untuk mengambil obat di ruang perawat. Aku sangat senang sekali karena mama telah bisa melihat semua yang ada di ruangan ini.

Alhamdulillah ya Allah atas izinmu dan doa dari semua kerabat serta teman sekolahku mama sudah dapat melihat kembali. Setelah mendapatkan penjelasan serta obat yang diberikan oleh perawat maka aku dan mama langsung kembali pulang yang di jemput oleh kak Nisa.

Sesampainya di rumah Ona adik ipar dari adikku telah menunggu dengan penuh ramah dan senyum lebar di sudut bibirnya yang mungil. Di rumah Onalah aku dan mama tinggal untuk beberapa ke depannya karena besok pagi mama harus control pertama paska operasi.

Alhamdulillah begitu masuk rumah mama sudah bisa melihat apa saja benda yang ada di dalam rumah. Aku selalu mengingat semua arahan perawat dalam memberikan obat untuk mama yang terdiri dari tiga cairan yang mana satu cairan harus di teteskan setiap saat sementara yang dua lagi sekali tiga jam.

Hari ini adalah hari terindah bagiku karena mama sudah bisa melihat kembali. Aku selalu bersuyukur atas semua rahmat yang telah diberikan Sang Penguasa Langit dan Bumi untuk diriku serta keluargaku. Semoga aku dan keluarga akan menjadi makhluk yang selalu bersyukur, beriman dan bertaqwa kepada Allah. Amin ya rabbal alamin.

Views All Time
Views All Time
23
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY