Kapan Sekolah Akan Dibuka Kembali?

1
25

Hadirnya Presiden Joko Widodo di Mal Summarecon Bekasi pada pekan lalu untuk mempersiapkan penerapan new normal di tengah pandemi virus corona Covid-19. Merebaknya virus corona di negeri ini yang terus meningkat setiap harinya mengakibatkan banyak aspek kehidupan yang terdampak akibat virus ini, seperti bidang ekonomi, sosial, dan pendidikan. Sehingga pemerintah berupaya untuk meminimalisir dari dampak tersebut dengan penerapan kehidupan New normal, yaitu adaptasi kebiasaan baru dalam hidup di tengah pandemi Covid-19. Dengan new normal berarti masyarakat diperkenankan kembali bekerja dan beraktivitas di luar, namun harus tetap mengikuti protokol kesehatan seperti wajib memakai masker, jaga jarak, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan untuk mencegah merebaknya virus Corona dan juga menyelamatkan sendi-sendi kehidupan masyarakat tak terkecuali dunia pendidikan.

Sejauh ini memang belum ada kebijakan resmi dari pemerintah dalam hal ini kementrian pendidikan dan kebudayaan terkait penerapan new normal dalam dunia pendidikan dengan kembalinya proses belajar mengajar secara tatap muka langsung di sekolah dalam waktu dekat. Menurut Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah yaitu Hamid Muhammad mengatakan : “Tanggal 13 Juli adalah tahun pelajaran baru, tetapi bukan berarti kegiatan belajar mengajar tatap muka. Metode belajar akan tergantung perkembangan kondisi daerah masing-masing”.  Dalam hal ini tidak menutup kemungkinan skenario new normal ini akan diterapkan di sekolah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Apabila new normal di sekolah diterapkan, maka akan ada perubahan-perubahan dalam proses pembelajaran dibandingkan sebelum masa pandemi Corona. Misalnya, tempat duduk antar siswa harus diatur dengan jarak tertentu sehingga kapasitas kelas berkurang, dan juga lama waktu kegiatan belajar mengajar yang kemungkinan akan lebih pendek dari biasanya. Pengaturan jarak tempat duduk dan pengurangan waktu inilah maka kemungkinan kelas akan dibagi kedalam dua sesi, yakni pagi dan siang. Hal lain yang juga harus diperhatikan oleh seluruh warga sekolah, seperti memakai masker, sering mencuci tangan, dan menghindari berjabat tangan baik kepada sesama teman maupun kepada guru sekalipun.

Namun, sebelum mengambil kebijakan itu pemerintah harus betul-betul mempertimbangkan secara matang dan melibatkan semua pihak yang terkait untuk mendiskusikannya. Karena di sekolah konsentrasi massa atau orang yang berkumpul lebih banyak, tentu harus mempertimbangkan keselamatan bersama seperti guru, siswa, orang tua di rumah dan masyarakat itu jauh lebih penting.

Sebelumnya, saat PSBB diberlakukan siswa melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dan dalam pelaksanaannya pun banyak problematika yang dihadapi, seperti kedisiplinan siswa saat jam belajar online, tenggat waktu penyelesaian tugas yang bermasalah, dan juga tidak semua siswa mengikuti PJJ secara daring.

Dari problematika tersebut, para guru mecoba untuk mencari solusinya. Diantaranya guru menghubungi orang tua dan anak tersebut. Jadi guru aktif dalam pembelajaran jarak jauh ini. Meski demikian, tetap saja ada siswa yang cuek dengan pembelajaran online. Saya kira jarak yang memisahkan membuat gerak guru tidak maksimal karena tidak mengontrol siswanya secara langsung. Daya serap siswa pun sulit terlihat kalau hanya mengandalkan mengerjakan tugas. Kalaupun ada yang mengerjakan tugas, guru kesulitan mengecek tugas tersebut apakah dikerjakan secara mandiri oleh siswa tersebut atau dikerjakan oleh orang tua.

Memang butuh waktu untuk menanamkan pada anak-anak bahwa belajar adalah penting bagi mereka. Pentingnya belajar dan menjalani proses pendidikan sampai saat ini kelihatannya sebagai beban bagi mereka.

Dan terkadang orang tua pun lepas tangan ketika anaknya mulai berkeluh kesah dengan tugas atau ketika anaknya mulai malas belajar. Maka hal ini dukungan orang tua di rumah merupakan hal yang sangat penting dalam membimbing anak-anaknya agar tetap bisa belajar dari rumah. Atau mungkin dengan kembali pada lingkungan sekolah akan membuat setiap anak memposisikan dirinya sebagai siswa, dan apabila penerapan new normal di sekolah ini benar-banar diterapkan tentu harus dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. Semoga wabah Covid-19 ini cepat berlalu dan kita bisa keraktivitas normal kembali. Amiin..

 

 

Bekasi, 1 Juni 2020

Penulis,

 

Afip Miftahul Basar

Guru SIT Nurul Fajri

Cikarang Barat – Bekasi

Views All Time
Views All Time
18
Views Today
Views Today
1

1 COMMENT

LEAVE A REPLY