Kara Dan Raksasa (Cerita Anak)

0
9

Gadis kecil itu bernama Kara yang tinggal bersama Ibu dan Adiknya. Ia ingin pergi ke hutan untuk mencari buah Jambu. Tanpa berpamitan kepada Ibunya Kara pergi. Karena jika berpamitan, pasti Ibunya melarang. Sangat berbahaya pergi ke hutan, apa lagi tidak ada temannya. Ia berjalan menyusuri jalan masuk ke dalam hutan yang tak jauh dari pemukiman penduduk itu. Hutan itu adalah hutan lindung dan tidak ada binatang buas di dalamnya. Hanya ada kera dan bermacam-macam burung saja.

Tak lama ia berjalan belum menemukan pohon jambu juga. Iapun masuk lebih dalam lagi. Setelah berjalan cukup lama, tak mendapatkan buah Jambu juga akhirnya ia tersesat dan menemukan sebuah pondok. Di dalam pondok ternyata dihuni oleh raksasa yang menakutkan. Kara ditangkap dan dimasukkan ke dalam kamar lalu dikunci. Raksasa itu berkata bahwa ia akan dimakan besok pagi. Enak untuk sarapan, katanya dengan suara yang menggelegar. Betapa takutnya Kara hingga menangis meraung-raung. Kara minta ampunpun tak didengarkannya. Raksasa tertawa-tawa karena telah menemukan makanan yang lezat.

Kara menangis dan bingung harus bagaimana. Ia hanya memohon kepada Allah untuk ditolong agar terbebas dan keluar dari kamar itu. Ia mencari akal agar bisa lolos. Namun sia-sia, kamar itu terlalu tinggi dindingnya. Iapun terduduk sambil berdoa dan ia melihat ada celah-celah kecil. Rupanya dinding yang terbuat dari kayu itu telah dimakan rayap dan keropos. Raksasa itu tidak mengetahuinya karena keroposnya di dalam.

Kara berusaha mencabut kulit kayu tersebut sedikit demi sedikit sampai menjadi berlobang. Beruntung raksasa itu tertidur karena dengkurannya sangat keras. Kara menggunakan kesempatan itu berlari sekencang-kencangnya. Pada saat yang sama ada seseorang yang mencari kayu kering untuk kayu bakar. Kara minta tolong diantar keluar dari hutan. Bapak yang baik hati itu mau mengantar Kara hingga jalan keluar hutan. Setelah mengucapkan terima kasih iapun berlari menuju rumah. Tak henti-hentinya Kara mengucapkan puji syukur karena telah selamat dari kurungan raksasa tersebut.

Kara pulang ke rumahnya dan bertemu dengan Ibu dan Adiknya. Sejak saat itu Kara tak mau lagi pergi ke hutan. Ia jera dan tak akan mengulanginya lagi. Tak akan berbohong kepada Ibunya. Ia berjanji akan menjadi anak yang baik dan menuruti nasihan Ibunya.

 

Malang, April 2021

Views All Time
Views All Time
9
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY