KEBIMBANGAN

1
28

Bahagia… itulah gambaran pada diriku disaat saya dinyatakan lulus dalam sidang tahap kedua pada program pasca sarjana di salah satu Universitas di Jawa Barat, tepat pada tanggal 31 oktober 2017 saya berhasil menyelesaikan satu jenjang pendidikan setelah melewati berbagai suka duka dalam perkuliahan selama dua setengah tahun. Namun rasa bahagia itu tidak lama bertahan, setelah beberapa hari kemudian, mulai muncul rasa bimbang dalam diri saya sebagai sekwensi dari gelar yang disandang, pertanyaan yang muncul dalam benak saya adalah: Mampukah saya mejadi guru yang berbeda dari yang lain “positif”. Tiba-tiba tanpa sengaja saya melihat sebuah postingan teman di facebook tentang kegiatan Ikatan Guru Indonesia (IGI) dengan rasa penasaran saya coba melihat komentar-komentar postingan tersebut, ternyata salah se-orang yang berkomentar adalah teman satu kampus saya di masa S1 dulu, dalam kepala saya terpikir “sepertinya komunitas ini merupakan salah satu jawaban dari kebimbangan saya selama ini” Lalu saya coba untuk menghubunginya melalui  messenger, kemudian menanyakan bagaiman caranya ketika kita ingin bergabung dalam komunitas tersebut, pada saat itu pula beliau mengirimkan website yang dapat dikunjungi, tanpa pikir panjang saya langsung masuk pada website tersebut dan melakukan registrasi pendaftaran anggota. Setelah semua urusan administrasi kampus selesai menjelang pelaksanaan wisuda, saya pulang ke kampung halaman. Beberapa hari setelah saya tiba di rumah, rasa iriku terbakar ketika kumelihat postingan teman seperjuanganku yang telah berhasil menerbitkan sebuah buku, decak kagum ku padanya dengan memberikan komentar pada postingan nya “luar biasa” lalu saya berpikir “kalau temanku bisa, saya juga harus bisa”. Selang beberapa hari kemudian kembali kulihat postingannya di sosmed berupa brosur kegiatan “SAGU SAKU” yang akan ditaja oleh IGI kabupaten Indragiri Hilir Riau pada tanggal 9-10 Desember 2017, lalu dalam hatiku terbesik kata “ini adalah kesempatan” dan tanpa ragu kudaftarkan diri untuk menjadi salah satu peserta dalam kegiatan tersebut. Pada tanggal 8 Desember tepatnya hari jum’at, sekitar jam 06.00 pagi kutinggalkan rumah dengan semangat ingin menjadi seorang penulis menuju kota kabupaten tempat kegiatan dilaksanakan, kurang lebih seiktar 3 jam menempuh perjalanan dengan mengendarai sepeda motor, akhirnya tibalah saya dilokasi kegiatan sekitar jam 09.00 pagi, namun belum terlihat seorangpun panitia karena memang kegiatan akan dibuka pada hari sabtu tanggal 9 Desember jam 08.00 WIB keesokan harinya. Pada sabtu pagi disaat memasuki acara kedua setelah seremoni pembukaan oleh Dinas Kabupaten kami disambut oleh seorang coach (ibu Yulismar ) yang luar biasa, beliau mampu membakar semangat kami untuk mulai menulis tanpa menghiraukan orang lain dengan motto “teruslah menulis meskipun kita sendiri yang akan menjadi pembacanya” kalimat singkat ini benar-benar menghujam dalam hatiku, karena salah satu faktor penghalang terbesar dalam diri ketika ingin    mulai menulis adalah tidak adanya rasa percaya diri terhadap karya yang akan kita hasilkan. Selain itu, semangat yang terbangun tadi berubah menjadi sebuah tekad yang kuat igin menulis ketika coach yang kedua (bpk. Mustakim) yang tak kalah luar biasanya bemberikan kiat-kiat menulis sebuah buku. Setelah  dua hari kegiatan pelatihan SAGU SAKU akhirnya tibalah saatnya penutupan, rasanya masih kepengen bersama orang-orang hebat ini, ingin kugali berbagai ilmu darinya, namun kata pepatah “jika ada pertemuan maka ada perpisahaan”. Akhirnya satu harapan besar, mudah-mudahan bersama IGI aku mampu mengaktualisasikan diri, serta terus menggali ilmu dari orang-orang hebat yang ada dalam komunitas ini.

(M. Taher, S.Si.,M.Pd._ SMPN 1 Keritang).

 

Views All Time
Views All Time
37
Views Today
Views Today
1

1 COMMENT

LEAVE A REPLY