Dilansir dari www.pusmenjar.kemdikbud.go.id, Sejak Indonesia merdeka tahun 1945 sampai saat ini telah beberapa kali ujian yang dilakukan secara nasional mengalami perubahan istilah.

  • Periode 1950 – 1964   :   Ujian Penghabisan

Ujian akhir yang bersifat nasional dimulai sejak tahun 1950, pada periode ini sampai tahun 1964 ujian kelulusan disebut Ujian Penghabisan dan diadakan secara nasional. Soal-soal Ujian Penghabisan dibuat oleh Departemen Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan. Soal-soal yang diujikan berbentuk uraian/essai dan hasil ujian diperiksa di pusat rayon.

  1. Periode 1965 –  1971   :  Ujian Negara

Kelebihan dari Ujian Negara pada saat itu adalah

(a) Dapat mendorong siswa giat belajar dan guru mengajar dengan baik,

(b) Nilai ujian setiap siswa/sekolah/daerah memiliki makna yang sama dan dapat                      diperbandingkan (comparable).

Kekurangan dari Ujian Negara ini (1965-1971) adalah

( a ) Biaya distribusi bahan ujian cukup tinggi,

( b ) Resiko kebocoran soal cukup tinggi, dan

( c ) ingkat ketidak lulusan peserta didik tinggi.

  • Periode 1972 –  1979   :  Ujian Sekolah

Kelebihan Ujian Sekolah adalah

( a ) Dapat menurunkan tingkat drop out peserta didik,

( b ) Tidak ada tekanan bagi sekolah dalam hal kelulusan, dan

( c ) Sekolah memiliki otoritas yang tinggi dalam penentuan kelulusan.

Kekurangan dari Ujian Sekolah adalah

  1. Nilai hasil ujian antarsekolah tidak dapat diperbandingkan,
  2. Hasil ujian sekolah tidak dapat dilakukan pemetaan sekolah pada tingkat daerahdan nasional, dan
  3. Hasil ujian tidak dapat dijadikan sebagai alat seleksi.
  • Periode 1980 –  2002   :  EBTANAS ( Untuk mata pelajaran pokok )

                                           dan EBTA ( untuk pelajaran non EBTANAS )

Kelebihan Ebtanas dan Ebta adalah

  1. Nilai hasil ujian (khususnya Ebtanas) dapat dibandingkan,
  2. Nilai Ebtanas Murni (NEM) dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam seleksi masuk ke jenjang yang lebih tinggi,
  3. Dapat dilakukan pemetaan mutu sekolah berdasarkan NEM pada tingkat daerah dan nasional.

Kekurangan dari Ebtanas dan Ebta adalah

  1. Sekolah yang nilai Ebtanasnya rendah cenderung menaikkan (memanipulasi) nilai P dan Q untuk mencapai batas kelulusan,
  2. Motivasi belajar peserta didik rendah, karena peserta didik beranggapan bahwa semua akan lulus sehingga tidak memotivasi untuk giat belajar.
  • Periode 2003 –  2004   :  Ujian Akhir Nasional

Kelebihan dari UAN adalah

(a)  karena ada resiko tidak lulus, maka peserta didik lebih giat belajar dan guru lebih              serius dalam mengajar,

(b) dapat dilakukan pemetaan mutu sekolah berdasarkan nilai UAN pada tingkat daerah           dan nasional,

(c)  nilai hasil UAN dapat dijadikan sebagai alat seleksi ke jenjang berikutnya,

(d) adanya informasi tentang kemampuan peserta didik yang dapat dijadikan bahan untuk perbaikan pembelajaran.

Kelemahan dari UAN adalah adanya tekanan yang cukup tinggi yang mendorong sekolah/daerah melakukan tindakan melanggar hukum.

  • Periode 2005 –  2013   :  Ujian Nasional

Kelebihan Ujian Nasional adalah

  1. Karena ada resiko tidak lulus, maka siswa lebih giat belajar dan guru lebih serius dalam mengajar,
  2. Adanya pemetaan mutu sekolah berdasarkan nilai UN pada tingkat daerah dan nasional,
  3. Nilai hasil UN dapat dijadikan bahan untuk perbaikan pembelajaran.

Kelemahan dari UN adalah adanya tekanan yang cukup tinggi baik dari pihak sekolah, dinas, maupun pemerintah daerah. Hal ini mendorong sekolah/daerah untuk melakukan tindakan yang melanggar hukum.

  • Periode 2014 – 2020    :  UNBK
  • Periode 2021 :  AKM

Semoga bermanfaat.

Sukabumi, 27 Maret 2021

 

Refetensi :  https://pusmenjar.kemdikbud.go.id

Views All Time
Views All Time
22
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY