KENANGAN BERKUNJUNG KE BALI

0
12

Memang terasa kurang afdhol kata orang, kalau berkunjung ke Bali tanpa sempat berwisata ke pantai Kuta yang sangat terkenal tersebut. Demikian pula bagi kami bertiga. Sebelum ke bandara untuk pulang ke Banjarmasin, penulis bersama Muhtar dan Binoko, menyempatkan diri jalan-jalan ke Pantai Kuta, setalah mengikuti kegiatan pelatihan selama hampir seminggu.

Pagi itu, Sabtu tanggal 19 Nopember 2016 yang lalu, sekitar pukul 08.30 WIT, kami bertiga menyewa sebuah mobil rental yang banyak menunggu di depan hotel. Sesuai dengan kesepakatan dengan sopir, sebelum diantar ke bandara I Gusti Ngurah Rai pukul 11.00 WIT, kami keliling untuk berkunjung ke beberapa tempat yang akan dikunjungi.

Tujuan pertama yang dikunjungi adalah pantai Kuta yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan hotel tempat kami menginap. Setelah ceck out dari hotel dan barang –barang kami masuk mobil, kami berangkat menuju pantai Kuta.

Tidak berapa lama kami sudah sampai di tempat tujuan. Saat itu masih pagi dan keadaan di pantai Kuta masih sepi, karena pengunjungnya belum banyak yang datang. Kondisi air laut sedang surut, sehingga terasa pantainya luas. Kami berjalan menelusuri pantai Kuta yang sepi, hanya deburan ombak yang saling berkejaran diterpa angin laut. Cukup lama kami berkunjung menikmati pantai Kuta yang sepi saat itu, ada sekitar 45 menit.

Saat itu, Pantai Kuta sepi dari pengunjung atau wisatawan yang menikmati indahnya pantai dan deburan ombak laut yang menerjang ke pantai. Hanya ada beberapa wisawatan lokal yang berjalan-jalan menikmati Pantai Kuta sepuas-puasnya. Tidak terlihat adanya turis asing yang menikmati pantai pada saat itu, sejauh mata memandang hanya terlihat hamparan pasir pantai dan deburan ombak, sedangkan bangku dan payung tempat duduk atau berbaring sambil memang laut lepas terlihat kosong tanpa ada yang menempatinya.

Selesai dari pantai Kuta, kami menyempatkan diri untuk melihat monumen yang menjadi penanda terjadinya peristiwa Bom Bali yang tidak jauh letaknya dari Pantai Kuta. Kemudian, kami menuju pusat oleh-oleh dan cendera mata yang dekat dengan pantai Kuta. Ketika kami sampai di pusat oleh-oleh dan cendera mata tersebut, ternyata sudah banyak pengunjung yang datang. Waktu itu sekitar pukul 09.30 WIT. Parkiran sudah penuh, bahkan mobil yang kami carter tidak dapat parkir di sana, sehingga harus keluar mencari parkir di tempat lain. Kami berpencar untuk mencari barang atau oleh-oleh yang sesuai keinginan masing-masing. Toko yang menjual oleh-oleh tersebut cukup besar, namun penuh dengan pajangan barang-barang sehingga terkesan sempit. Setelah ketemu barang yang dicari, kami menyebrang jalan menuju toko yang menjual pakaian dan pernak-pernik khas Bali.

Sesuai perjanjian dengan sopir mobil yang disewa, kami menunggu di tempat saat kami diturunkan. Waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 10.30 WIT. Tidak berapa lama mobil datang menjemput kami untuk selanjutnya diantarkan ke Bandara Ngurai Rai. Perjalanan dari pusat oleh-oleh ke bandara sekitar 20 menit. Kami tiba di bandara dan ceck in untuk penerbangan ke Banjarmasin transit di Jakarta, sesuai dengan tiket yang sudah kami pesan.

Sambil menunggu pesawat yang akan menerbangkan kami ke Jakarta, penulis menikmati pemandangan di ruang tunggu bandara Ngurah Rai yang berada di tepi laut. Deburan ombak terlihat jelas menghempas ke batu karang yang ada di pantai. Ngurai Rai memang indah untuk dinikmati, tidak bosan rasanya menunggu keberangkatan untuk penerbangan berikutnya. Indah Bali dari ruang tunggu bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, semoga dapat kembali lagi. Semoga.

Views All Time
Views All Time
40
Views Today
Views Today
1
Previous articleGELIS DI SD SIHOUM
Next articleSLIDE PENGANTAR SAGUSABLOG UNTUK WORKSHOP SAGUSABLOG LIVE DELI SERDANG
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY