KETIKA PENGAWAS dan PESERTA UNBK KENA SANKSI

12
73

Membaca berita koran Banjarmasin Post,  Selasa, 14 Mei 2019, pada halaman 9 dengan judul “ Pengawas Ujian Dibebastugaskan”  dan subjudul “ 18 Siswa Dapat Nilai 0 “. Dalam beritanya, dianggap melakukan kecurangan, sejumlah siswa SMA  di Kalsel mendapatkan nilai 0 untuk hasil Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada mata pelajaran tertentu. Belajar dari hal tersebut, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS)  SMA Kota Banjarmasin, Tumiran, menyampaikan agar para siswa lain jangaKn sampai melakukan kecuranga. Apalagi untuk mendapatkan nilai yang bagus. Lantas, dikatakan Tumiran, pengawas pada kelas yang pesertanya melakukan kecurangan itupun mendapatkan sanksi  pula. Karena hal itu dianggap sebagai kelalaian pengawas.

Berdasarkan berita di atas, ternyata pelaksanaan UNBK yang baru lalu masih ada perilaku yang tidak terpuji dari peserta dan ada faktor kelalaian pengawas ruang, meski pelaksanaan UNBK tersebut sudah sedemikian ketatnya. Kecurangan yang dilakukan oleh peserta UNBK tersebut menurut koran tersebut dilakukan dengan cara membawa handphone berkamera , lalu memfoto soal  ujian dan kemudian membagikannya melalui aplikasi chatting dengan teman atau guru. Kecurangan saat mengikuti UNBK tersebut dapat terlacak oleh pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga dijatuhkan sanksi nilai 0 pada mata pelajaran yang dikerjakan saat itu.

Akibat dari kecurangan yang dilakukan,  selain dijatuhkan sanksi kepada  peserta UNBK  yang dianggap curang tersebut, juga dijatuhkan sanksi kepada pengawas ruang yang bertugas saat terjadinya kecurangan tersebut. Pengawas ruang UNBK tersebut dianggap telah lalai dalam melaksanakan tugasnya, karena peserta sempat membawa handphone berkamera ke ruang dan bahkan sempat memfoto hingga membagikan kepada pihak lain. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku saat pelaksanaan UNBK, peserta dilarang membawa handphone ke dalam ruang. Semestinya, pengawas mengontrol dan melakukan tindakan apabila ada peserta yang membawa handphone, karena dikhawatirkan dapat disalahgunakan sebegaimana berita di atas.

Pengawas ruang UNBK sepenuhnya bertanggung jawab terhadap kondisi ruang yang diawasinya, termasuk memeriksa dan mengambil tindakan apabila ada peserta UNBK yang membawa handphone. Ketika pengawas membiarkan atau tidak mengambil tindakan terhadap peserta yang membawa handphone ke dalam ruang UNBK, jika terjadi seperti kasus yang diberitakan oleh koran di atas,  maka pengawas pun dianggap lalai atas tanggung jawabnya tersebut. Sanksi terhadap pengawas yang dianggap lalai melaksanakan tugasnya tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sebagai pendidik, penulis merasa prihatin terhadap penjatuhan sanksi kepada beberapa peserta yang dinilai telah melakukan kecurangan saat mengikuti UNBK yang baru lalu dan mendapatkan sanksi berupa nilai 0 (nol)  pada mata pelajaran tertentu. Mungkin saja,  peserta tersebut dapat lulus di sekolahnya, namun dengan nilai 0 (nol) tersebut membuat dirinya dinilai kurang baik atau negatif oleh teman atau pihak lainnya.   Sedangkan bagi pengawas dijatuhkan sanksi berupa pembebasan tugas, yang penulis sendiri belum mengerti apa bentuk  ‘dibebastugaskan’ yang dimaksud, apakah nantinya tahun depan tidak boleh lagi menjadi pengawas atau bagaimana?

Pemberian sanksi bagi pelanggar ketentuan UNBK, baik kepada peserta maupun pengawas, diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak agar taat dan patuh pada aturan yang berlaku, sehingga UNBK dapat lebih baik dan mampu memberikan gambaran yang akurat akan mutu pendidikan Indonesia yang sebenar-benarnya. Semoga.

###1479###

 

 

Views All Time
Views All Time
67
Views Today
Views Today
1
Previous articleBagian 23. Buku OSG V : MENYOAL SERTIFIKASI,UKG,DAN MUTU GURU
Next articleTerbelenggu
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

12 COMMENTS

  1. Prihatin betul kita pak, seyogianya setiap tahapan dalam POS UNBK disosialisasikan dg baik, kpd penyelenggara, pengawas ruang dan peserta ujian. Slalu diingatkan dan dipedomani. UNBK adalah tanggung jawab kita bersama untuk mensukseskan dan hendaknya dpt berjalan lancar tanpa ada kesalahan mendasar. smg tdk terjadi kembli dikemudian hari. salam hormat

  2. Ya.. saya juga terkejut dengan berita tersebut, karena dari 18 siswa SMA yang mendapat sanksi dengan nilai 0 (nol) adajuga di daerah saya (Kabupaten Tanah Laut) , namun tidak disebutkan nama siswa dan asal sekolahnya… Baru tahun ini di daerah kami ada siswa dan pengawas yang mendapat sanksi karena melakukan kecurangan dalam UNBK yang baru lalu. Semoga hal ini tidak terjadi lagi di tahan-tahun mendatang.. Semoga.

LEAVE A REPLY