KETIKA PINTU ILMU TELAH TERTUTUP

1
60

Dunia  pendidikan kita telah tercoreng lagi.  Dengan kemunculan video yang memuat tindakan    tidak layak yang dilakukan seorang siswa terhadah gurunya, yang sempat menjadi viral beberapa hari kemarin. Kejadian tersebut terjadi disalah satu SMP swasta yang ada di Gresik. Kejadian yang berdurasi 00.24 detik tersebut dialami oleh Pak Nur Khalim , S.Pd. Taragedi ini, mengingatkan  kita pada peritiwa yang dialami oleh pak Budi yang dihajar oleh siswanya hingga menemui ajalnya.

Fenomena tersebut mengingatkan penulis sebuah cerita yang pernah saya baca dari sebuah postingan yang ada medsos.  Unggahan tersebut menceritakan tentang adap sopan santun  bagaimana berlaku dan bertindak kepada seorang guru agar mendapatkan keberkahan ilmu yang diperolehnya penuh berkah.

Dalam postingan tersebut dikisahkan terjadinya  kemarahan sorang wali murid terhadap seorang guru (ulama besar pada jaman tersebut). Kemarahan orang tua murid tersebut dipicu oleh hasutan dari orang lain yang ingin menjatuhkan sang guru tersebut.  Dalam hasutannya dikatakan bahwa anak tersebut diperlakukan tidak sewajarnya oleh sang guru. Katanya  si anak diperlakukan seperti budak dan makannya juga makanan sisa dari sang guru serta tidak pernah mendapatkan pengajaran sama sekali dari sang guru. Padahal kejadian yang sebenarnya si anak mendapatkan perlakuan yang sangat baik dari guru/ulam tadi. Bahkan sang guru suka berbagi makan dengan anak tersebut dan juga mendapat pengajaran dan perhatian yang sangat baik dari sang guru.

Karena sudah terbakar amarah dan emosinya meledak-ledak, tanpa pikir panjang orangtua tersebut datang dan menemui guru (ulama/kiyai) mengungkapkan niatnya untuk  mengambil  anaknya keluar dari pondok tersebut. Dan kemudian orang tua anak tersebut  baru menyadari dan merasa sangat menyesal akan keputusan yang telah dibuatnya.  Ketida dalam perjalanan orang tua tadi menanyai anaknya dengan berbagai pertanyaan dan ternyata anaknya mampu menjawab dengan jawaban yang benar bahkan dengan wawasan yang sangat luas, tidak seperti berita yang didengarkan sebelumnya.

Menyadari kesalahan tersebut orang tua tadi memutuskan untuk minta maaf pada sang guru/ulama besar  dan bermaksud untuk menitipkan/menyekolahkan kembali anak kepada sang guru. Apa reaksi dari sang guru/ulama tersebut?  Sang guru menolak untuk menrima anak tersebut untuk dididiknya dengan alasan anak tersebut tidak ada gunanya untuk mendapatkan ilmu/pendidikan karena pintu ilmu (keberkahan ilmu) tanpa sadar telah tertutup. Telah tertutup rapat-rapat karena orang tua tadi menyalahkan sang guru. Apalagi kalau sampai menyakiti hati sang guru dan itu dilakukan sendiri dan secara langsung oleh si murid. Tentunya …??

Semoga saja kejadian semacam ini tidak terulang lagi, sehingga anak-anak kita mampu berlaku baik dengan menjunjung tinggi nilai-nilai adap dalam menghormati gurunya. Sehingga keberkahan ilmu yang diperolehnya mampu membukakan pintu kemudahan untuk masa depanya. Aamiin.

Views All Time
Views All Time
58
Views Today
Views Today
1

1 COMMENT

LEAVE A REPLY