KIAT MENUMBUHKAN SIKAP GEMAR MENULIS BAGI ANAK

0
52

Menulis dan membaca merupakan hal yang saling berkaitan. Seorang anak yang gemar membaca akan memperoleh rasa kebahagiaan tertulis yang kemudian mengalir ke dalam tulisan mereka.
Anak-anak yang gemar menulis akan membaca dengan ketelitian dan wawasan yang jauh lebih besar. Mereka akan memperhatikan, bagaimana seorang pengarang menyusun alur cerita, menggambarkan secara rinci karakter seorang tokoh dan menggunakan teknik pengibaratan dalam menulis.
Dengan menulis dua kegiatan sudah dilakukan yaitu kegiatan berpikir dan membaca.
Sebagai orang tua, sebaiknya sejak dini kita mulai menerapkan kegiatan membaca dan menulis bagi anak kita.
Lalu bagaimana caranya menumbuhkan minat menulis bagi anak?

Ada 10 alasan mengapa menumbuhkan gemar menulis itu penting:

1.Rasa suka terhadap suatu kegiatan merupakan syarat untuk keberhasilan dalam bidang apa pun. Demikian pula halnya dalam menulis

2. Anak-anak yang suka menulis akan menulis dengan sering dan teliti

3. Anak yang gemar menulis dan banyak menulis secara mandiri akan mengembangkan irama dan gaya pribadi mereka

4. Anak yang terbiasa menulis mandiri akan belajar cara menulis dengan fokus yang tajam dan jelas

5. Anak-anak yang sering dan bebas menulis, saat membaca akan sangat terampil dalam menggunakan struktur kalimat yang kompleks dan benar secara tata bahasa

6. Anak-anak yang menikmati kegiatan tulis-menulis, jarang menunda-nunda menyerahkan tugas yang diberikan

7. Anak-anak yang suka menulis, lebih memahami hal-hal yang dibacanya

8. Anak-anak yang gemar menulis dan membaca menjadi murid yang mudah unggul dan hampir di semua mata pelajaran

9. Anak-anak dengan kebiasaan menulis yang mandiri mudah untuk mengatasi trauma emosional. Mereka bisa menuangkan emosinya ke dalam tulisan. Baik itu berupa puisi, cerpen, diary, dan lain-lain

10. Anak-anak yang gemar menulis memiliki keuntungan yang luar biasa di kemudian hari di bidang pekerjaan. Hal ini dikarenakan, mereka sudah terbiasa menulis dengan format dan bahasa yang tertata rapi.

Lalu, bagaimana caranya memotivasi anak agar gemar menulis? Haruskah kita memaksa mereka, karena kita tahu manfaatnya?
Harus kita sadari bahwa sesuatu yang di paksakan, apa pun itu, sangat tidak menyenangkan. Contohnya saja, saat seseorang tidak suka makan pare, lalu kita di paksa untuk memakannya. Sungguh tidak menyenangkan, bukan?
Begitu juga dengan proses menulis. Kegiatan menulis yang di paksakan, tidak akan menghasilkan tulisan yang baik .
Mengapa demikian?
Hal ini dikarenakan, tulisan tersebut hanya di tulis dengan tangan. Tidak dari hati. Tulisan yang di tulis hanya dengan tangan dan tidak melibatkan hati si penulis, akan mengakibatkan pesan yang ingin di sampaikan tidak akan sampai ke hati pembacanya.

Adapun kiat-kiat untuk menumbuhkan gemar menulis bagi anak adalah sebagai berikut :

1. Tanamkan rasa cinta dan kebiasaan anak terhadap aktivitas membaca.
Orang-orang yang keranjingan membaca, akan akrab dengan teknik-teknik yang digunakan penulis dengan baik.

2. Dukunglah setiap tulisan anak Anda. Dalam setiap tulisan, pasti ada hal-hal yang dapat Anda puji. Pujian adalah cara terefektif untuk memotivasi anak untuk terus menulis.

3. Tawarkan saran dan kritik kepada anak hanya saat mereka sudah menjadi penulis yang terampil dan percaya diri.
Setelah anak-anak betul-betul merasa diri mereka sebagai penulis, mereka akan berminat untuk mengetahui cara-cara membuat karya yang lebih baik. Namun tetaplah mendekati mereka dengan hati-hati dan dengan tawaran dan pertanyaan apakah mereka mau kita bantu untuk menyunting atau menambahkan isi tulisan mereka.

4. Hargai privasi anak. Jangan membaca tulisannya tanpa seizinnya. Tunjukan saja bahwa Anda tertarik pada tulisan mereka. Tanyakan lebih dahulu, apakah mereka ingin Anda membacanya. Dan jangan memaksa atau mencuri-curi baca.

5. Hargai pendapat mereka.
Saat anak merasa ucapan mereka tidak berharga bagi kita, mereka mulai berkeyakinan bahwa ucapan mereka betul-betul tidak berharga bagi siapa pun. Bahkan pada saat kita jelas-jelas tidak bisa menyetujui apa yang diucapkan atau ditanyakan anak, Kita tetap harus mendengarkan mereka. Hal ini juga untuk membantu mereka menjadi penulis yang lancar dan percaya diri.

6. Jangan pernah menuntut kesempurnaan.
Hal ini adalah kerangka pikiran yang sangat buruk bagi penulis. Merasa bahwa sebuah cerita atau esai harus sempurna, kadang-kadang menghasilkan kelumpuhan besar bagi penulis. Jadi doronglah anak, untuk tetap merasakan kelonggaran tersebut.

7. Jangan menyensor tulisan anak. Tulisan yang betul – betul tidak dapat diterima biasanya hanya bersifat musiman. Tetap puji mereka karena mereka mempercayai kita, saat mereka memperlihatkan tulisannya. Semakin tenang kita menghadapi mereka, maka mereka akan berlanjut ke tulisan yang lebih serius dan tertata dengan baik.

8. Sadarilah bahwa anak mempunyai selera menulis yang berbeda-beda seperti halnya selera membaca. Doronglah mereka untuk menulis apa yang mereka senangi.

9. Tak perlu mengajarkan tata bahasa kepada anak ketika mereka baru mulai menulis . Sebagian besar pengetahuan ketatabahasaan bersifat berkembang sehingga dikuasai oleh anak-anak sedikit demi sedikit daripada dipelajari langsung.

10. Kunci terakhir adalah faktor diri “Kita” sendiri. Menulislah dengan kesenangan. Baik itu berupa buku harian, puisi, riwayat keluarga, surat, dan lain-lain. Lakukan bentuk penulisan yang mudah dan Anda nikmati. Kesenangan menulis akan menjadikan kegiatan ini lebih menarik bagi anak dan diri kita sendiri . Kita juga akan lebih mengenal cara kerja penulis sehingga lebih mampu membantu perkembangan anak-anak kita.

Ayo… menulis!! Bersama-sama kita ciptakan anak-anak yang gemar menulis dan membaca, demi kegiatan anak yang lebih positif dan demi kepentingan literasi kita. Salam literasi!!!

Views All Time
Views All Time
167
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY