Kisah Pahlawan dan Pemuda Indonesia

0
24

“Tetap pakai masker, tetap jaga jarak, tetap berfikir positif, semoga pandemi segera berakhir”.

Seseorang yang disebut sebagai pahlawan pada masa lampau bisa saja parameternya berbeda dengan masa kini. Jika pada masa lampau predikat sebagai seorang pahlawan tampak identik dengan perjuangan seseorang melawan penjajah atau mempertahankan tanah airnya dari serangan musuh. Kini sebutan itu maknanya lebih meluas, makna seseorang disebut sebagai pahlawan karena dia mampu menjaga lingkungan sekitar atau seorang paramedis dengan sarana yang minim, bertugas di daerah perbatasan atau terpencil, dia bisa melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan berhasil menangani masalah kesehatan, atau bisa juga seseorang disebut sebagai seorang pahlawan karena dia berhasil memberantas korupsi, dia mempunyai kepedulian terhadap keputusan yang merugikan masa depan bangsa. (diambil dari berbagai sumber).

Masa depan Bangsa Indonesia terletak di pundak Pemuda, kenapa? Karena pemudalah generasi penerus yang lebih tua. Nah sebagai pemuda yang bisa dilakukan selain belajar menyerap bermacam-macan ilmu pengetahuan dan keterampilan, juga bisa melihat/berwawasan ke depan dan memperhitungkan kondisi kelestarian masa depan bangsa.

Bisa dibuat pembelajaran Role Playing, berikut skenarionya:

Prolog:

Raden Dewi Sartika (1884-1947) “Sumber cerita: Liputan6”
Pahlawan Indonesia, Lahir di Cicalengka, Jawa Barat, 4 Desember 1884. Bakat sebagai seorang pendidik muncul sejak dirinya masih belia. Bila ada waktu senggang, dia menyempatkan diri untuk mengajari baca-tulis anak-anak pembantu di lingkungan kepatihan.

Sartikan ingin perempuan-perempuan pribumi mandiri dan terampil tanpa bergantung supaya bisa menjadi tiang keluarga yang kokoh. Dia lalu mendirikan sekolah khusus bagi kaum perempuan yang diberi nama Sekolah Istri pada 1904. Saat didirikan, sekolah itu baru berisi dua kelas dengan jumlah murid pertamanya sekitar 20 orang. Di sana para murid perempuan diajari baca-tulis, berhitung, menjahit, merenda, menyulam, dan pelajaran agama.

Nah Tugas Kalian adalah bergantian berperan sebagai Raden Dewi Sartika, dan siswa lainnya sebagai murid. Siapkan Materi bahan ajar, sebagai seorang guru. Selanjutnya diperankan secara bergantian.

Pendidikan Bangsa, Masa Depan Indonesia…

Views All Time
Views All Time
24
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY