Kolaborasi Mapel PKK Efektif dengan Model Teaching Factory (Tulisan kedua dari dua Tulisan)

0
594

Kolaborasi Mapel PKK Efektif dengan Model Teaching Factory (Tulisan kedua dari dua Tulisan)

Edy Siswanto

Kudus, 6-8 September 2019. Musyawarah Guru Mata Pelajaran Teknik Otomotif (MGMP) Jawa Tengah mengadakan workshop “Implementasi Pembelajaran Teaching Factory Era Revolusi Industri 4.0 dan Reorganisasi MGMP Teknik Otomotif Jawa Tengah”.

Banyak pertanyaan seperti apa sebenarnya model inovasi pembelajaran Teaching Factory (Tefa). Bisakah dikolaborasikan dengan Mata Pelajaran Mapel Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK).

Dalam renstra Kemendikbud 2015-2019, telah ditargetkan bahwa sampai tahun 2019. Hendaknya seluruh SMK sudah menerapkan Teaching factory (Tefa). Minimal tercapai target lebih dari seribu SMK. Dari jumlah hampir 5000 SMK seluruh Indonesia.

Seperti dalam tulisan pertama sebelumnya, mapel kewirausahaan sejak tahun 2017 berubah menjadi mapel C3, PKK.

Ada enam langkah diterapkan dalam mengemas mapel PKK. Pertama, merancang. Penentuan proyek perancangan sebelum pelajaran dimulai. Kedua, penyusunan jadwal penyelesaian dengan fasilitas dan monitoring guru. Ketiga desain atau gambar produk. Keempat, penyusunan laporan dan presentasi. Kelima, evaluasi proses dan hasil proyek. Keenam, promosi dan pemasaran produk. Pada Proses inilah mapel PKK bisa dikolaborasikan (dikawinkan) dengan model inovasi pembelajaran berbasis Tefa.

Sebagai inovasi model pembelajaran dunia kejuruan atau vokasi. Ada tiga komponen besar yang mempengaruhi keberhasilan dalam penerapan Tefa. Pertama, adanya produk. Bisa berupa barang, jasa pemikiran maupun kebijakan. Sebagai pengantar pencapaian kompetensi. Sesuai Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar (KI/KD).

Kedua, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan job sheet yang memuat SOP, budaya industry,  urutan atau langkah kerja dan standar penilaian sesuai dengan prosedur kerja standar industry.. Ditambah list job order.  Ketiga, adanya Jadwal blok. Pengaturan jadwal belajar yang memungkinkan terjadinya pengantaran soft skill dan hard skill ke peserta didik dengan optimal.

Seperti apa model pembelajaran tefa itu? Tefa adalah model inovasi pembelajaran berbasis produk “barang atau jasa” melalui sinergi sekolah dengan industri untuk menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai kebutuhan industri.

Hendaknya semua SMK harus bisa menerapkan model inovasi pembelajaran Tefa. Suka atau tidak suka, bisa atau tidak bisa. Dapat blog grant bantuan atau tidak. Disesuaikan dengan kemampuan sekolah.

Setiap kompetensi keahlian yang ada di SMK dapat menerapkan Tefa melalui tiga komponen tersebut sesuai dengan karakteristik dan kompleksitas masing-masing. Juga dukungan sarana prasarana alat, dan bahan praktik yang ada.

Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 41/2015 pasal 6 ayat 1 yang menyatakan bahwa “penyelenggaraan pendidikan vokasi industri berbasis kompetensi”. SMK harus dilengkapi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP),  Teaching Factory (Tefa) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) representatif.

Dalam Grand Design Pengembangan Tefa dan Technopark di SMK, (Kemendikbud,
2016 ; 92). Dijelaskan bahwa konsep Tefa sebenarnya sudah dilaksanakan sejak awal tahun 2000. Dalam bentuk yang masih sangat sederhana. Yaitu berupa pengembangan Unit Produksi (UP). Konsep tersebut kemudian dikembangkan pada tahun 2005 menjadi sebuah model pengembangan SMK berbasis industri. Yang terdiri dari, pengembangan SMK berbasis industri sederhana, pengembangan SMK berbasis industri yang berkembang, dan pengembangan SMK berbasis industri yang berkembang dalam bentuk tefa sebagai tempat belajar.

Selanjutnya pada tahun 2011, Direktorat Pembinaan SMK (Dit PSMK) Kemendikbud bekerja sama dengan pemerintah Jerman melalui Program “SED-TVET” mengembangkan konsep Tefa yang merupakan adaptasi dari elemen-elemen pelaksanaan dual system yang diterapkan pada pendidikan vokasi di Jerman dan Swiss.

Melalui model pembelajaran Tefa diharapkan peserta didik mendapatkan pengalaman belajar. Sesuai dengan situasi nyata di DU/DI atau tempat kerja secara menyeluruh. Sehingga peserta didik akan menguasai kompetensi dan karakter, sikap dan budaya industri yang sesuai dengan kebutuhan DU/DI.

Beberapa keuntungan penerapan model pembelajaran Tefa. Pertama, meningkatnya efisiensi dan efektivitas pengantaran soft skills dan hard skills peserta didik. Kedua, meningkatnya kolaborasi dengan DU/DI lewat penyelarasan kurikulum. Pemanfaatan instruktur DU/DI. Terwujudnya alih pengetahuan dan teknologi. Pengenalan standar dan budaya industri.

Ketiga, meningkatnya kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan melalui interaksi dengan DU/DI. Keempat, terjadinya perubahan paradigma pembelajaran dan budaya kerja di institusi pendidikan dan pelatihan vokasi.

Dengan model inovasi pembelajaran Tefa, diharapkan terbentuk karakter dan sikap budaya industri. Dimana karakter budaya industri ini sangat dibutuhkan DU/DI. Perlu pembentukan karakter dan budaya kerja di industri. Dari prinsip kerja di industri, nilai, pengetahuan, sikap, perilaku, struktur, aturan, mekanisme dan kebiasaan yang umum berlaku dalam DU/DI.

Melalui penerapan model pembelajaran Tefa kolaborasi mapel PKK mengharuskan ada produk yang didesain berdasarkan kreativitas siswa. Proses kegiatan pembelajaran kompetensi diintegrasikan dengan proses penguatan pendidikan abad 21. Berupa 4 C seperti kreatif, critical thinking skill, komunikatif dan kolaboratif. Ditambah kemampuan gerakan literasi, dan penguatan pendidikan karakter.

Lalu seperti apa lebih detil merancang bentuk produk baik barang dan jasa maupun ide pendapat dan pemikiran serta kebijakan yang bisa dikemas dalam Tefa. Terutama pada kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO). Jobsheet dan jadwal blok dalam model pembelajaran Tefa? Nantikan tulisan berikutnya.

Views All Time
Views All Time
19
Views Today
Views Today
1
Previous articleCATATAN PERJALANAN PELAIHARI-KOTABARU. Bagian 9. Sesi Tengah Malam Berkunjung ke Taman Siring Laut
Next articleMGMP MATEMATIKA MA PART 3
Edy Siswanto, S.Pd., M.Pd., Pemerhati Politik dan Pendidikan, Guru SMK Negeri 4 Kendal Jawa Tengah. Lahir di Pemalang, 28 Oktober 1976. Lulus terbaik S1 Teknik Mesin IKIP Veteran Semarang (sekarang Universitas Ivet Semarang), tahun 2000. Lulus cumlaud Pascasarjana S2 Manajemen Pendidikan Unnes Semarang, tahun 2009. Saat kuliah kegiatan aktivisnya berkembang. Pengalaman organisasi semasa kuliah. Berturut-turut : Menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Mesin tahun 1997-1998. Tercatat pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa di Fakultasnya tahun 1998-1999. Seiring bergulirnya reformasi pada tahun1998, aktif di organisasi mahasiswa Islam baik intra maupun ekstra kampus. Di Semarang turut membidani kelahiran Forum Kajian dan Studi Islam Aktual Strategis Semarang. Ikut serta melibatkan, mengorganisir gerakan aktivis kampus kala itu. Bersama lembaga mahasiswa ekstra kampus. Karenanya diskusi pemikiran dan Kajian keislaman menjadi santapan sehari-hari. Pengalaman pekerjaan sebagai Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan (TKRO) sejak tahun 1998 sampai sekarang. Dilaluinya penuh keprihatinan dengan jualan Koran, Majalah Forum Keadilan, Tempo dan Tabloid Adil saat itu. Mulai menulis sejak tahun 2001. Dengan dimuat di opini Harian Jawa Pos. Karenanya bacaan dan bahasan politik tak pernah asing. Dengan mengajar di berbagai SMK. Sejak tahun 1998-2000, Sebagai Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK IPTEK Tugu Suharto Semarang. Tahun 2000-2003, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Pondok Modern Selamat Kendal. Tahun 2003-2008, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Bina Utama Kendal. Tahun 2008-sekarang, Guru Teknik Mekanik Otomotif Kendaraan Ringan SMK Negeri 4 Kendal. Tahun 2010-2015, sebagai Ketua PGRI Ranting SMKN 4 Kendal. Tahun 2012-sekarang, sebagai Ketua Komite Sekolah SDIT Alkautsar Sidorejo Brangsong Kendal. Tahun 2015-2020, sebagai Wakil Ketua PGRI Cabang Brangsong Kabupaten Kendal. Tahun 2016-2021, sebagai Ketua Bidang Organisasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Kendal. Tahun 2013-2017, Dosen Metodologi Penelitian dan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Populer Universitas Ivet Semarang. Tahun 2017-2019, sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Negeri 4 Kendal. Tahun 2017-2022, Sebagai Ketua MGMP Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) SMK Kabupaten Kendal. Tahun 2017-2022, sebagai Ketua Guru Pembelajar Online TKRO SMK Kabupaten Kendal. Tahun 2017-2022, sebagai Direktur BUMDes Pangestu Hayati Desa Kertomulyo Brangsong Kendal. Tahun 2018-2021, sebagai Humas Asosiasi Guru Penulis (AGP) Kabupaten Kendal. Tahun 2018-sekarang, sebagai Kolumnis "Opini untukmu Guruku" Harian Jawa Pos Radar Semarang, wilayah Kendal. Tahun 2019-2024, Ketua Bidang Dakwah dan Kajian Alqur'an, Yayasan Majelis Taklim Pengkajian Alqur'an Husnul Khatimah Kendal. Beberapa rulisan artikel dan opini seputar politik dan pendidikan. Banyak dimuat diharian online maupun offline. Seperti Jawa Pos Radar Semarang, LPMP Jateng, Blog.IgI.or.id, gurusiana.id. Buku yang sudah ditulis, "Bunga Rampai Pemikiran Pendidikan" Penerbit MediaGuru Surabaya, tahun 2018. Buku yang lain dalam proses : "Guru Membangun Paradigma Berfikir" (on proses), "Smart School dan Sekolah Unggul" (on proses), "Pembelajaran Berbasis STEM" (on proses). "Membangun Kinerja Team Work yang Kuat" Tinggal di Kendal dengan satu istri dan tiga anak. Bisa dihubungi di HP. 081215936236 dan Facebook Edy Siswanto ; edysiswanto.gurusiana.id ; kurikulumedysiswanto atau email siswantoedy1976@gmail.com; myazizy_2008@yahoo.co.id ; tweeter : Edy Siswanto ; IG : Siswanto Edy

LEAVE A REPLY