KOMPETISI ROBOTIK MUDA TANAH LAUT

0
13

Agenda hari ketiga kegiatan Wokshop Coding dan Robotik yang digelar Disdikbud dan MKKS SMP Tanah Laut sejak 12 Pebruari 2020  diisi dengan kompetisi robotik antar peserta worksho. Peserta pada Jumat, 14 Pebruari 2020 sejak pukul 08.00 WITA sudah dipersiapkan untuk menempilkan hasil kerjanya selama 2 (dua) hari mengikuti workshop. Guru pendamping dan siswa dari 33 SMP se Kabupaten Tanah Laut sibuk menyiapkan segala sesuatunya agar dapat meraih yang terbaik, karena tim yang akan mendapatkan juara I akan diberikan hadiah sebuah robot untuk digunakan praktikum robotik nantinya.

Adanya kompetisi robotik antar peserta workshop tersebut menjadikan kompetisi robotik tersebut yang pertama kalinya diselenggarakan di  Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, karena selama ini tidak pernah ada kompetisi serupa, bahkan mungkin yang pertama kali se Kalimantan Selatan. Dalam kompetisi robotik perdana tersebut, tim juri yang menilai dari Makeblock Indonesia –Jakarta, Axioo Class Program – Bandung, tim Poliban (Politeknik Banjarmasin ) Banjarmasin, dan tim SMKN 1 Pelaihari. Ada beberapa tantangan yang harus ditaklukkan oleh tim ikut kompetisi robotik tersebut, seperti melalui rintangan atau benda tanpa menabrak atau menjatuhkannya, menggiring benda atau objek, dan sebagainya.

Tujuan kompetisi robotik antar peserta workshop coding dan robotik tersebut untuk mengevaluasi sudah sejauh mana peserta mampu menyerap ilmu dan mengaplikasikan hasil workshop selama ini dan memberikan pengalaman berkompetisi yang nyata antar mereka. Hal tersebut seiring dengan tujuan kegiatan workshop itu sendiri yang bertujuan mempersiapkan siswa Tanah Laut mampu menghadapi persaingan global dalam penguasaan teknologi, khususnya menguasai teknologi robotik yang selalu berkembang setiap waktu. Workshop robotik perdana di Kabupaten Tanah Laut yang diikuti oleh 33 SMP se-Kabupaten Tanah Laut tersebut  berlangsung dari 12 s/d 14 Februari 2020. Hari pertama dan kedua diberikan materi coding dan robotik dibimbing oleh Sapta Eky Abdillah dari Axioo Class Program– Bandung dan Mikael Timotius Kenny dari Makeblock Indonesia -Jakarta.

Semangat berkompetisi menjadi sesuatu yang perlu dikembangkan kepada peserta workshop selaku anak-anak muda Indonesia yang akan menghadapi persaingan global yang semakin ketat dari hari-hari. Tanpa semangat berkompetisi yang sehat, maka tentu anak muda Indonesia akan tertinggal jauh dari bangsa-bangsa lain yang telah lebih dulu menguasai berbagai sektor dan berbasis teknologi, termasuk teknologi robotik. Materi coding dan robotik yang sedang diberikan kepada peserta workshop diharapkan nantinya dapat menjadi pelajaran di sekolah, baik dalam bentuk intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Terlihat setiap tim terlihat sibuk menyempurnakan program robot untuk bisa menjalankan misi menghindari dan menabrak beberapa objek di arena jalur yang telah disediakan. Tim dengan robot yang mampu menjalankan misi dengan benar dan tercepat nantinya akan dinyatakan sebagai pemenang. Seperangkat alat robotik dan beberapa hadiah menarik lainnya telah dipersiapkan untuk tim pemenang.

Berdasarkan hasil penilaian tim juri dari penampilan hasil peserta kompetisi robotik siswa SMP se Tanah Laut, maka yang berhasil memperoleh peringkat juara I dari SMP IT (Islam Terpadu) Assalam Pelaihari. Sedangkan juara II diraih dari tim robotik UPTD SMPN 2 Pelaihari, juara III diraih oleh tim robotik UPTD SMPN 3 Panyipatan. Selain ini diberikan hadiah pula kepada tim yang menempati juara harapan I, II, dan III. Bagi tim yang memperoleh predikat sebagai juara I diberikan hadiah sebuah robot dari Makebloc Indonesia-Jakarta yang diserahkan oleh Timotius  Theopelus, ST,MCSE didampingi Abdillah, M.Pd, Kadisdik Tanah Laut, dan Edy Porwanto, Ketua Komisi II DPRD Tanah Laut. Selain mendapatkan hadiah robot, juara pertama juga mendapat hadiah dadakan dari Edy Porwanto berupa uang pembinaan. Selamat kepada para pemenang.

Views All Time
Views All Time
19
Views Today
Views Today
1
Previous articleCATATAN SEMINAR KURIKULUM ROBOTIKA DISDIKBUD TANAH LAUT
Next articleERA INDUSTRI 4.0 DAN PEMBELAJARAN ABAD 21
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY