KONSEP dan PENERAPAN PPK DI SEKOLAH

0
12

Kementerian  Pendidikan dan Kebudayaan kembali mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayan  Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan Pendidikan Karakter pada Satuan Pendidikan Formal. Peraturan tersebut merupakan upaya untuk memperkuat Penguatan Pendidikan Karakter atau PPK  yang telah dicanangkan pelaksanaannya di sekolah dasar dan menengah pada tahun 2016 yang lalu.

Penguatan Pendidikan Karaker atau PPK sebenarnya  bukanlah sebuah kebijakan yang baru, karena sejak tahun 2010 sudah digalakkan pendidikan karakter dibeberapa sekolah rintisan, dan kemudian  menjadi Gerakan Nasional.  Dengan adanya peraturan tersebut di atas, tentunya hanya mempertegas kembali perlunya sekolah menggerakkan dan menerapkan PPK dalam kehidupan di sekolah. Perkembangan dunia pada abad XXI menjadi pertimbangan penting untuk menggalakkan kembali PPK di sekolah pada era milinial sekarang ini.

Dalam buku Konsep dan Pedoman Pendidikan Penguatan Karakter atau PPK Tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama  yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  disebutkan ada 5 (lima) nilai utama karakter bangsa yang dikembangkan, yaitu : (1) religius, (2) nasionalis, (3) mandiri, (4) gotong royong, dan (5) integritas. Sedangkan prinsif-prinsif yang digunakan dalam pengembangan Penguatan Pendidikan Karakter atau PPK tersebut dengan prinsif, yaitu (1) Nilai-nilai Moral Universal, (2) Holistik, (3) Terintegrasi, (4) Partisipatif, (5) Kearifan Lokal, (6) Kecakapan Abad XXI, (7) Adil dan Inklusif, (8) Selaras dengan Perkembangan Peserta Didik, dan (9) Terukur.

Selain itu, dalam Penguatan Pendidikan Karakter atau PPK berfokur pada struktur yang telah ada dalam sistem pendidikan nasional, yaitu : (1) struktur program, (2) struktur kurikulum, dan (3) struktur kegiatan. Dalam struktur program meliputi jenjang dan kelas, dan dalam pelaksanaannya melibatkan dan memanfaatkan ekosistem pendidikan yang ada dalam lingkungan sekolah.  Pada struktur kurikulum,  PPK disesuaikan dengan kurikulum pada satuan pendidikan masing-masing, tanpa mengubah kurikulum yang sudah ada, hanya mengoptimalisasi kurikulum pada satuan pendidikan . Sedangkan dlam struktur  kegiatan, PPK merupakan pilihan dari berbagai macam kegiatan bagi pembentukan karakter siswa, dengan menyeimbangkan keempat dimensi pengolahan pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, yaitu olah raga, olah pikir, olah rasa,dan olah hati.

Sementara itu, tujuan Penguatan Pendidikan Karakter atau PPK antara lain untuk : (1) Mengembangkan platform pendidikan nasional yang meletakkan makna dan nilai karakter sebagai jiwa atau generatr utama penyelenggaan pendidikan, (2) Membangun dan membekali Generasi Emas Indonesia 2045 menghadapi dinamika perubahan dimasa depan dengan keterampilan abad XXI, dan (3) Mengembalikan pendidikan karakter sebagai ruh dan fondasi pendidikan, melalui harmonisasi olah hati (etik dan spritual), olah rasa (estitika), olah pikir (literasi dan numerasi), dan olah raga (kinestitik).

Berdasarkan konsep dan tujuan Penguatan Pendidikan Karakter atau PPK tersebut,  dapat diterapkan dalam kehidupan sekolah melalui antara lain: (1) Penguatan karakter siswa dalam mempersiapkan daya saing siswa dengan kompetensi abad XXI, yaitu berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi; (2) Pembelajaran dilakukan terintegrasi di sekolah dan luar sekolah dengan pengawasan guru; (3) Revitalisasi peran kepala sekolah sebagai manajer, dan guru sebagai inspirator PPK; (4) Revitalisasi Komite Sekolah sebagai badan gotong royong sekolah dan partisipasi masyarakat; dan (5) Penguatan peran keluarga melalui kebijakan pembelajaran Lima Hari Sekolah atau LHS.

###1054###

Views All Time
Views All Time
50
Views Today
Views Today
1
Previous articleGERAKAN LITERASI dan PPK
Next articleANTARA MANAJER dan PEMIMPIN
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY