Konsep Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah

0
108
adi suprayitno
Konsep Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah

Konsep Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah

Hal ini menunjukkan bahwa telah lama ada istilah community based management atau school based management atau site based management dalam pendidikan kita di Indonesia,

Ada beberapa faktor yang menjadi alasan, kenapa sistem manajemen pendidikan berbasis sekolah di Indonesia baik sekolah negeri maupun swasta merupakan suatu keharusan untuk diterapkan dalam penyelenggaraannya. Depdiknas (2001 : 5) menyebutkannya yaitu sekolah sebagai institusi pendidikan lebih mengetahui kelebihan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi dirinya, sehingga mereka dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia untuk memajukan institusinya.

Sekolah lebih mengetahui kebutuhan institusinya khususnya input pendidikan yang  akan dikembangkan dan didayakan dalam proses pendidikan sesuai dengan kebutuhan institusi dan tingkat perkembangan anak didiknya.

Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sekolah sebagai institusi akan lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan institusi karena mereka yang paling mengetahui apa yang terbaik bagi institusinya.

Keterlibatan komunitas sekolah dan masyarakat dalam pengambilan keputusan sekolah menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat. Dan sekolah dapat bertanggung jawab tentang mutu pendidikan masing–masing kepada orang tua, persyarikatan dan pemerintah, sehingga mereka mencurahkan kemampuannya semaksimal mungkin bekerja untuk mencapai sasaran mutu pendidikan yang telah direncanakan dan disepakati sebelumnya.

Sekolah cepat tanggap dalam merespon aspirasi stakeholder dan lingkungan yang senantiasa berubah, serta dapat bersaing dengan ketat dan sehat dengan sekolah–sekolah lain untuk meningkatkn mutu pendidikan melalui upaya–upaya inovatif dengan dukungan orang tua peserta didik, persyarikatan, dan pemerintah daerah setempat.

Konsep Manajemen Pendidikan Mutu Berbasis Sekolah didefinisikan beragam oleh para ahli pendidikan. Surakhmad (2000 : 4) mengatakan pendidikan yang berbasis masyarakat adalah usaha untuk menumbuhkan pendidikan dari bawah, agar pendidikan berakar di masyarakat, berasal dari inisiatif masyarakat, dikelola oleh masyarakat, dan untuk kepentingan masyarakat.

Malen, Ogawa, dan Kranz dalam Albers Mohrman (1994 : 56) menyebutkan bahwa manajemen berbasis sekolah adalah sebagai suatu bentuk desentralisasi yang memandang sekolah sebagai suatu unit dasar pengembangan dan bergantung pada redistribusi otoritas pengambilan keputusan.

Selanjutnya, Allan Dornself (1996 : 2) menggunakan istilah site–Based Management sebagai padanan istilah School Based Management. Menurutnya, manajemen berbasis sekolah adalah sejumlah praktisi di sebuah lembaga sekolah, mereka terlibat dalam partisipasi dalam membuat berbagai kebijakan dan keputusan untuk kepentingan lembaga tersebut.

Slamet PH (2000 : 4) mengemukakan bahwa manajemen berbasis sekolah sebagai pengkordinasian dan penyelerasan sumber daya yang dilakukan secara otomatis (mandiri) oleh sekolah melalui sejumlah input manajemen untuk mencapai tujuan sekolah dalam kerangka pendidikan nasional, dengan melibatkan semua kelompok stakeholder dalam pengambilan keputusan yang partisipatif. Kelompok stakeholder meliputi kepala sekolah dan wakil–wakilnya guru, siswa, konselor, tenaga administratif, orang tua siswa, tokoh masyarakat, para profesional, wakil pemerintah dan  wakil organisasi pendidikan.

Sementara itu, Suharsimi Arikunto (1999 : 51) menyatakan bahwa manajemen berbasis sekolah adalah penataan sistem pendidikan yang memberikan keleluasaan penuh kepada kepala sekola (dan atas kesepakatan seluruh stafnya) untuk memanfaatkan sumber belajar dan semua fasilitas yang tersedia untuk menyelenggarakan pendidikan bagi siswa, serta bertanggung jawab penuh atas segala tindakannya itu. Lanjutnya, dalam manajemen berbasis sekolah, wilayah sekolah bukan hanya terbatas sampai pagar sekolah dengan anggota keluarga yang terdiri dari kepala sekolah, guru, siswa dan staf administrasi saja, tetapi meluas sampai lingkungan masyarakat setempat. Anggota organisasi sekolah tidak pula terbatas pada warga masyarakat lokal tetapi siapa saja yang mempunyai kepedulian terhadap urusan sekolah meskipun berdomisili sangat jauh dari sekolah.

Dari berbagai pendapat di atas, dapat dipahami mengenai esensi dari manajemen berbasis sekolah. Esensinya adalah (a) adanya otonomi sekolah yang lebih besar dalam mengelola dimensi–dimensi pendidikan di sekolah dan (b) mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Sedang manajemen pendidikan berbasis sekolah yang sedang dikembangkan di Indonesia lebih menekankan pada pemberian kewenangan, kepercayaan, dan kemandirian kepada sekolah untuk mengelola dan mengembangkan sumber daya pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekola masing–masing serta  mempertanggung jawabkan hasilnya kepada orang tua siswa, masyarakat, pemerintah dalam koridor kebijakan pendidikan nasional.

Dengan demikian, target utama Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah di Indonesia adalah pemberdayaan sekolah untuk secara mandiri dapat meninngkatkan mutu pendidikan masing–masing. Oleh karena itu, kemampuan kepemimpinan dan manajemen dari kepala sekolah dan ketersediaan sumber daya yang memadai merupakan persyaratan bagi keberhasilan pelaksanaan MPMBS ini.

Views All Time
Views All Time
204
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY