Kreativitas dan Inovasi

1
172
adi suprayitno
Kreativitas dan Inovasi

kreativitas merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh setiap orang dengan tingkat yang berbeda-beda sehingga setiap orang memiliki kemampuan kreatif dan percaya pada dirinya sendiri.

Bruner (Bambang Subagio : http.www.Google.Com/Kreativitas dan Inovasi) menyebutkan kreativitas ialah hal-hal yang baru, belum pernah ada, belum pernah terpikirkan, unik, bisa barang, bisa pula gagasan-gagasan baru. (Diambil tanggal 2 Mei 2003).

Dalam hal ini Semiawan (1984 : 8) menyatakan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru, atau melihat hubungan baru antar unsur, data atau hal-hal yang sudah ada sebelumnya. Kreativitas terletak pada kemampuan untuk melihat asosiasi antara hal-hal atau obyek-obyek yang sebelumnya tidak ada hubungannya.

Deavdahl (Hurlock : 1993 : 4) menyatakan : Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru atau belum dikenal sebelumnya. Ia dapat berupa kegiatan imajinatif atau sintesis pemikiran yang hasilnya bukan hanya perangkuman. Ia mungkin mencakup pembentukan pola baru dan gabungan informasi yang diperoleh dari pengalaman sebelumnya dan pencangkokan hubungan lama ke situasi baru dan mungkin mencakup pembentukan korelasi baru. Pembentukan pola baru dapat mengenai metodologi ataupun struktur baru.

Pengertian di atas menekankan tentang konsep kreativitas yang mengacu pada suatu proses. Proses demikian merupakan proses interaktif antara individu dengan lingkungannya. Pendapat Gollan dalam buku Bloomberg (1973 : 27) menyatakan :

Creativity has been viewed as a normally distributed trait, an aptitude trait, an intrapsychic process, and as style of life. It has been described as that which is seen in all children, but few adults. It has been described as that which leads to innovation in science, performance in fine arts, or new thougts. Creativity has been described as related to, or equatable with, intelligence, productivity, positive mental health, and originality.

 

Pendapat lain tentang kreativitas disampaikan oleh Candra (1994 : 17), yang menyatakan bahwa kreativitas adalah kemampuan mental dan berbagai.

Jordan (1999), dalam : http//www. 10 ways to free your creative spirit.htm menyebutkan tujuh potensi kreativitas yang kita miliki : (1) linguistik / verbal : kemampuan untuk mengolah kata dalam bentuk tulisan atau pun ajara. (2) Logika / matematika : kemampuan untuk mengolah sistem angka dan konsep-konsep logika. (3) Ruang / tempat : kemampuan untuk mengamati dan mengolah pola-pola dan desain. (4) Musik : kemampuan untuk memahami dan mengolah konsep-konsep musik seperti nada, ritme dan harmoni. (5) Gerakan tubuh : kemampuan untuk menggunakan tubuh dan gerakan, seperti dalam olah raga dan tarian. (6) Intrapersonal : kemampuan untuk memahami perasaannya sendiri dan menjadi seorang yang reflektif dan filosofis. (7) Interpersonal : kemampuan untuk memahami perasaan orang lain, pikiran dan perasaan mereka.

Kualitas proses kreativitas tergantung pada ketekunan, keuletan, kerja keras, kemandirian dan waktu, yang tercermin pada kelancaran berpikir, keluwesan berpikir, dan kerincian waktu merupakan sesuatu yang amat berarti, maka waktu yang tersedia akan dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yang dikerjakannya itu berkualitas.

Sehingga dapat dikatakan bahwa kreativitas adalah suatu proses mental yang dapat diwujudkan dalam suatu kemampuan berpikir seseorang, yang diantaranya ia mampu menciptakan karya baru meskipun karya tersebut sebenarnya tidak seluruhnya baru, tapi dapat berupa gabungan atau kombinasi dari unsur-unsur yang sudah ada. Kreativitas seseorang dapat dilihat dari cara berpikir mereka, yang meliputi keterampilan berpikir lancar, fleksibel, orisinil dari unsur-unsur yang sudah ada. Kreativitas seseorang dapat dilihat dari cara berpikir mereka, yang meliputi keterampilan berpikir lancar, fleksibel, orisinil dan memerinci. Treffinger (1980 : 15), mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang tidak memiliki kreativitas.

Utami Munandar (1992 : 51), menyatakan pengertian kreativitas yang dikatakan sebagai kesimpulan para ahli sebagai berikut :

  1. Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur yang ada.
  2. Kreativitas (berpikir kreatif atau berpikir divergen) adalah kemampuan yang berdasarkan data atau informasi yang tersedia menemukan banyak kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, dimana penekanannya adalah pada ketepatgunaan, dan keragaman jawaban dengan demikian makin banyak kemungkinan yang dapat diberikan pada suatu masalah maka dapat dikatakan kreatif.
  3. Secara operasional kreativitas dapat mencerminkan, kelancaran, keluwesan dan orisinalitas dalam berpikir serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinci) suatu gagasan.

Torrance, E (1970 : 22), mengatakan In this book, the terms “creative teaching “and” creative learning will be used to refer to what happens when the teacher and the pupil become involved in the creative learning, process. We have defined the “creative learning process” as one becoming sensitive to or a ware of problems, deficiencies, gaps in knowledge, missing, elements, disharmonies, and so on; bringing together available information; defining the diffuculty or identifying the missing element; searching for solutions, making guesses, or  formulating hypotheses about the deficiencies; testing and retesting these hypotheses, and modifying and retesting them; and finally communicating the results. This definition describes a natural human process. Strong human motivations are involved at each stage.

Views All Time
Views All Time
314
Views Today
Views Today
1

1 COMMENT

LEAVE A REPLY