KUPAS TUNTAS DALAM DUA HARI. Oleh Iwan Wahyudi, S.Pd (Ketua MGMP Bahasa Indonesia Tanah Laut)

0
24

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  Kabupaten Tanah Laut, melalui Seksi Kurikulum dan Penilaian telah menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis bedah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Ujian Nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kegiatan berlangsung selama 2 (dua) hari pada 6 dan 7 Pebruari 2020. Ada pun peserta yang mengikuti sebanyak 79 orang peserta yang berasal dari tingkat SMP/MTs negeri dan swasta se Kabupaten Tanah Laut.

Merujuk pada kata bedah yang secara leksikal dalam KBBI,  bedah berarti pengobatan penyakit dengan jalan memotong (mengiris dan sebagainya) bagian tubuh yang sakit.; operasi. Lantas, apa saja yang dilakukan guru Bahasa Indonesia selama dua hari? Topiknya memang  bedah. Namun, yang dibedah dalam kegiatan ini bukanlah “organ-organ tubuh mereka” melainkan Standar Kompetens Lulusan atau SKL dan kisi-kisi Ujian  Nasional  tahun 2020 mata pelajaran Bahasa Indonesia.

SKL UN tahun 2020 mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMP / MTs memuat 3 (tiga)  level kognitif yang mengikuti taksonomi Bloom dan direvisi oleh Anderson dan Krathwohl. Adapun 3 (tiga) level yang dimaksud adalah  level pengetahuan dan pemahaman, aplikasi, dan penalaran. Pada leval pengetahuan dan pemahaman mencakup mengidentifikasi, menentukan, dan memaknai. Sedangkan level aplikasi yang meliputi menunjukkan bukti, menyimpulkan, menemukan ide, menginterpretasi, menggunakan, dan menyusun. Semantara pada level penalaran mencakup  mengevaluasi, membandingkan pola (menganalisis). Adapun secara lingkup materi, diulas secara mendalam antara lain tentang membaca non sastra, membaca sastra, menulis terbatas, menyunting kata-kalimat-paragraf, serta menyunting ejaan dan tanda baca.

Berkaca pada hasil UN tahun 2019 lalu,  yang notabene penyelenggarannya berbasis computer pada semua jenjang SMP dan MTs di Kabupaten Tanah Laut. Secara peringkat, hasil rata-rata nilai UNBK Tanah Laut menduduki peringkat ke-4 dari 13 kabupaten/kota se Kalimantan Selatan. Memang, hasil tersebut terbilang cukup memuaskan. Namun, selaras dengan fasilitas komputerisasi yang dicanangkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanah Laut, maka  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut, melalui Kepala  Seksi Kurikulum dan Penilaian, Maslani, S.Pd.  dalam sambutannya pada saat penutupan di hadapan peserta bimtek, bahwa . bahwa diharapkan tahun ini mampu meningkat peringkatnya, minimal mampu mempertahankan peringkat sebelumnya.

Menurut website Puspendik Kemdikbud berkaitan dengan hasil UN 2019, ada beberapa catatan minor jika menelisik indicator penguasaan kompetensi mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diujikan. Penguasaan materi membaca nonsastra: 63,35% Kota/Kab; 62,13% Provinsi; 66,47% Nasional. Penguasaan materi membaca sastra: 73,16% Kota/Kab; 72,61% Provinsi; 62,55% Nasional. Penguasaan materi menulis terbatas: 76,94% Kota/Kab; 75,91% Provinsi; 76,82% Nasional.Penguasaan materi menyunting kata, kalimat, paragraf: 65,04% Kota/Kab; 64,07% Provinsi; 58,83% Nasional.Terakhir penguasaan materi ejaan dan tanda baca: 48,08% Kota/Kab; 48,69% Provinsi; 56,13% Nasional (https://hasilun.puspendik.kemdikbud.go.id/#2019).

Berselancar lebih dalam pada website tersebut, ada 15 penguasaan materi berdasarkan indikator yang diuji menjadi perhatian penuh. Hal tersebut disebabkan tidak dapat mencapai daya serap yang telah ditetapkan Puspendik sebesar 55.00. Penguasaan materi tersebut antara lain: membaca non sastra ada 5 indikator, membaca sastra 2 indikator, menulis terbatas ada 2 indikator, menyunting kata, kalimat, paragraph ada 3 indikator, menyunting ejaan dan tanda baca ada 3 indikator.

(editor by Maslani)

 

Views All Time
Views All Time
28
Views Today
Views Today
1
Previous articleCATATAN BIMTEK BEDAH SKL UJIAN NASIONAL . Bagian 3. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Hari Kedua Sesi Siang
Next articleCATATAN BIMTEK BEDAH SKL UJIAN NASIONAL . Bagian 4. Mata Pelajaran Bahasa Inggris Hari Pertama
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY