KURIKULUM ADIWIYATA DALAM SISTEM PENDIDIKAN

0
17

Pendidikan merupakan upaya yang terus menerus dilakukan sepanjang kehidupan manusia, termasuk di dalamnya membangun budaya cinta terhadap lingkungan dan alam sekitarnya. Lingkungan hidup yang ada di sekitar menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia itu sendiri untuk mencukupi segala kebutuhan hidupnya. Manusia diberikan amanah oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk mengelola lingkungan hidup dan alam sekitarnya dengan bijak dan bertanggung jawab.

”  Kepedulian dan tanggung jawab sekolah dalam menjaga dan memelihara lingkungan hidup dan alam sekitarnya diwujudkan dalam bentuk kurikulum adiwiyata dan diimplementasikan dalam intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. “

Sekolah sebagai lembaga yang membentuk manusia Indonesia seutuhnya juga peduli dalam menjaga dan memelihara lingkungan hidup dan alam sekitarnya melalui program dan pembelajaran lingkungan  hidup kepada siswanya. Kepedulian dan tanggung jawab sekolah dalam menjaga dan memelihara lingkungan hidup dan alam sekitarnya diwujudkan dalam bentuk kurikulum adiwiyata dan diimplementasikan dalam intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Tulisan artikel ini saya kutip dari tayangan powerpoin dengan judul “ Kurikulum Adiwiyata” yang disampaikan oleh Muhammad Nur, M.Pd, MA, narasumber dari  Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan saat kegiatan Workshop Adiwiyata oleh Disdikbud Tanah Laut pada tanggal 21 Oktober 2015 lalu.

Kurikulum merupakan niat dan harapan yg dituangkan dalam bentuk rencana atau program pendidikan untuk dilaksanakan oleh guru di sekolah. Niat dan rencana, proses belajar mengajar adalah pelaksanaannya. Dalam proses tersebut ada dua subjek yang terlibat yakni guru dan siswa. Siswa adalah subjek yang dibina dan guru adalah subjek yang membina. Menurut Donald E. Orlasky, Othanel Smith (1978) dan Peter F. Olivva (1982), bahwa kurikulum pada dasarnya adalah sebuah perencanaan atau program pengalaman siswa yang diarahkan sekolah.

Kemudian, menurut narasumber adiwiyata mempunyai pengertian atau makna sebagai tempat yang baik dan ideal, dimana dapat diperoleh segala ilmu pengetahuan dan berbagai norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju terciptanya kesejahteraan hidup kita dan menuju kepada cita-cita pembangunan berkelanjutan.

Sedangkan sekolah adiwiyata adalah sekolah yang peduli lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan yang indah. Adiwiyata berasal dari 2 ( dua) kata Sansekerta, yaitu adi dan wiyata, Adi berarti besar, agung, baik, ideal atau sempurna, dan wiyata berarti tempat dimana seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan, norma dan etika,

Kurikulum Adiwiyata adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang memuat upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Merupakan program terhadap sekolah untuk mewujudkan sekolah berwawasan dan peduli lingkungan (Sekolah Berbudaya Lingkungan) .

“Struktur KTSP  memuat mata pelajaran wajib, muatan lokal, pengembangan diri terkait kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Adapun mata pelajaran wajib dan/atau mulok yang terkait Pendidikan Lingkungan Hidup atau PLH dilengkapi dengan ketuntasan minimal belajar atau KKM”

Implementasi KTSP Adiwiyata tercermin dalam visi, misi dan tujuan sekolah yang tertuang dalam KTSP memuat kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Struktur KTSP  memuat mata pelajaran wajib, muatan lokal, pengembangan diri terkait kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Adapun mata pelajaran wajib dan/atau mulok yang terkait Pendidikan Lingkungan Hidup atau PLH dilengkapi dengan ketuntasan minimal belajar atau KKM.

Selanjutnya, pencapaian yang diharapkan dengan KTSP Adiwiyata tersebut tersusunnya visi, misi dan tujuan yang memuat upaya pelestarian fungsi lingkungan dan/atau  mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup. Terinternalisasi (tahu dan paham) visi, misi dan tujuan kepada semua warga sekolah.

” …struktur kurikulum memuat pelestarian fungsi lingkungan, mencegah terjadinya pencemaran, dan kerusakan lingkungan hidup pada komponen mata pelajaran wajib, dan/atau muatan lokal, dan/atau pengembangan diri.”

Sedangkan harapan  pada struktur kurikulum memuat pelestarian fungsi lingkungan, mencegah terjadinya pencemaran, dan kerusakan lingkungan hidup pada komponen mata pelajaran wajib, dan/atau muatan lokal, dan/atau pengembangan diri. Adanya ketuntasan minimal belajar pada   mata pelajaran wajib dan/atau mulok yang terkait dengan pelestarian fungsi lingkungan, mencegah terjadinya pencemaran, dan/atau kerusakan lingkungan hidup.

Demikian sekilas informasi terkait dengan upaya memberikan pemahaman semua pihak di sekolah terhadap kurikulum adiwiyata di sekolah yang diwujudkan dalam visi, misi, tujuan, serta dimplementasikan dalam pembelajaran, ekstrakurikuler, dan pembiasaan di sekolah. Semoga bermanfaat dalam mewujudkan sekolah sehat, sekolah berwawasan lingkungan, dan Sekolah Adiwiyata. Semoga.

#BangkitPendidikan Indonesia

#SekolahAdiwiyata.

#DirumahdanMenulisAja

Views All Time
Views All Time
18
Views Today
Views Today
1
Previous articleKETIKA RINDU MASUK SEKOLAH KEMBALI YANG TAK PASTI
Next articlePENGELOLAAN SAMPAH DAN PERAN BANK SAMPAH DI SEKOLAH
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY