KURIKULUM YANG KONTROVERSIAL ITU AKAN DIBERLAKUKAN SERENTAK

0
88

Kurikulum 2013 yang pernah menjadi pusat perhatian publik dan pemerhati pendidikan pada tahun 2013, khususnya menjelang tahun pelajaran baru 2013/2014, kini sudah berancang-ancang untuk diberlakukan secara massal bagi semua sekolah pada semua jenjang pendidikan untuk tahun pelajaran 2014/2015. Sebelum diberlakukan secara massal dan menyeluruh untuk semua sekolah, kurikulum ini telah diberlakukan secara terbatas sebagai pilot proyek atau percontohan pada sekolah di semua jenjang pendidikan. Kurikulum 2013, bagitu namanya menjadi fenomenal dalam peluncuran dan penerapannya di sekolah yang menjadi uji petik atau percontohan. Para pakar dan pemerhati pendidikan memberikan komentar, pendapat, dan bahkan kritik yang pedas terhadap Kurikulum 2013 ini. Namun, ibarat pepatah, meskipun anjing menggonggong ,kafilah tetap berlalu.

Salah satu unsur yang banyak mengkritisi penerapan Kurikulum 2013 ini adalah FSGI  (Federasi Serikat Guru Indonesia) melalui Retno Listyarti, Sekretaris Jenderalnya. Retno Litsyarti,  ada beberapa hal yang dapat mereduksi kreativitas seperti adanya pengkajian teori matematika berdasarkan ketetapan bukan berdasarkan logika serta penerapan ilmu fisika yang menggunakan dalil – dalil agama di indonesia.

” Yang aneh adalah matematika berdasarkan ketetapan bukan logika, selain itu ilmu fisika berdasarkan daliL-dalil agama, bagaimana mau mengkaji fenomena jika mengacu kepada agama? siapa yang bisa melawan dalil agama,”.

Aliansi Revolusi Pendidikan yang terdiri dari beberapa forum seperti Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Forum Musyawarah Guru Jakarta (FMGJ), Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI), serta  Forum Guru Independen Indonesia (FGII) menyatakan penolakan atas Kurikulum 2013 yang diajukan Kementerian Pendidikan. Aliansi ini menolak susunan draft Kurikulum 2013 karena dianggap tidak mengerti konteks pendidikan sebagai alat untuk menciptakan manusia-manusia kreatif.

Begitulah reaksi dan kritisi para pengamat, praktisi, dan pemerhati pendidikan terhadap Kurikulum 2013 pada awalnya, namun Pemerintah tetap bersikukuh untuk menerapkan kurikulum tersebut ditengah pro-kontra yang berkembang di masyarakat. Kemudian Menteri Pendidikan dan Kebudayaan , M.Nuh, mengomentari dengan sedikit berandai-andai, bahwa “Ibarat pertandingan sepak bola, mereka yang menolak kurikulum baru itu penonton, sedangkan pemain dan wasit dapat menerimanya,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh dalam sebuah pertemuan dengan guru PGRI se-Jatim, Sabtu (18/5) seperti dilansir dari Antara.

Kini, sudah hampir satu tahun ajaran Kurikulum 2013 mengisi kurikulum di sekolah-sekolah yang menjadi tempat ujicoba penerapan Kurikulum 2013. Reaksi dan komentar masyarakat, khususnya para pakar, pengamat, dan pemerhati pendidikan sudah relatif berkurang atau bahkan “ menerima” kurikulum tersebut untuk digunakan di sekolah sebagai pengganti kurikulum lama, yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).  Dalam suasana dan kehidupan yang demokratis, saran dan kritik atau bahkan ‘cacian’ adalah sesuatu yang wajar dan lumrah, terlebih dalam dunia pendidikan yang menjunjung tinggi kebenaran dan kearifan ilmu pengetahuan. Kurikulum 2013 diawalnya mendapat kritik pedas dari pakar, pengamat, dan pemerhati pendidikan, kini sudah siap untuk diterapkan bagi semua sekolah disetiap jenjang pendidikan.

Bagaimana kontens Kurikulum 2013 yang kontroversial? Menurut  Darmaningtyas yang merupakan salah satu anggota tim perumus Kurikulum 2013 menyatakan bahwa “Kurikulum 2013 itu sendiri bukan sesuatu yang baru, karena merupakan kombinasi dari cara belajar siswa aktif (CBSA) dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP)”.  Memang, dalam praktik pembelajaran Kurikulum  2013 relatif lebih banyak memberdayakan siswa secara lebih dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya. Pemberdayaan dan keaktifan siswa dalam pembelajaran di kelas sepertinya menjadi ciri khas yang membedakan dengan kurikulum sebelumnya.  Peran guru yang pada kurikulum sebelumnya sangat dominan dan sentral  dalam pembelajaran,kini dalam pembelajaran Kurikulum 2013 dilakukan sebaliknya dengan lebih meningkatkan peran aktif siswa secara individual maupun kelompok. Pada intinya Kurikulum 2013 lebih mengedepankan karakter,sebagaimana dijelaskan oleh Mendikbud bahwa Kurikulum 2013 berbasis karakater bukan komptensi.”

Pada kurikulum sebelumnya siswa bersifat pasif dan guru paling aktif dalam proses belajar mengajar sehingga  pembelajaran berjalan kurang seimbang dan terkesan guru ‘mendikte’ siswanya sehingga pembelajaran kurang bermakna bagi siswa.  Namun, dalam Kurikulum 2013 siswa dituntut lebih aktif dalam proses belajar mengajar, sementara itu guru menempatkan dirinya sebagai pengarah, pendamping, dan pembimbing siswa dalam proses pembelajaran. Titik tekan pada Kurikulum 2013 adalah upaya membentuk karakter, maka sistem dan pola pembelajarannya terintegratif, sehingga semua jenis pelajaran diintegrasikan dengan nilai-nilai moral agama. Olah sebab itu, alokasi waktu jam pelajaran mata pelajaran agama ditambah. Pendidikan karakter menjadi salah satu muatan Kurikulum 2013 yang diintegrasikan dalam setiap mata pelajaran secara lebih intensif dan nyata untuk mewujudkan generasi bangsa yang berkarakter Pancasila dengan dilandasi nilai-nalai agama.

Terlepas dari pro dan kontra penerapan Kurikulum 2013 sepertinya sudah siap untuk diterapkan oleh Pemerintah terhadap semua sekolah , baik jenjang pendidikan dasar (SD,SMP) maupun menengah (SMA,SMK) untuk tahun pelajaran 2014/2014, khususnya bagi siswa baru.  Dengan penerapan Kurikulum 2013 masih ada persoalan yang menjadi tanda tanya bagi guru, khususnya guru yang berlatar belakang dan mengajar Teknologi Informasi dan Komputer di SMP dan SMA.  Penghapusan mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) memunculkan pertanyaan mau dikemanakan mereka yang selama mengajar mata pelajaran tersebut.  Sedangkan mereka selama ini mengajar dan mendapatkan tunjangan profesi sertifikasi dengan berlatar belakang dan mengajar pada mata pelajaran TIK tersebut, lalu setelah mata pelajaran tersebut tidak diajarkan lagi meraka menjadi guru apa dan masih dapatkah tunjangan profesi sertifikasi guru yang diberikan sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkannya. Demikian pula dengan permasalahan penjenjangan di SMA karena belum adanya petunjuk teknis  dan pedoman pelaksanaannya, khususnya bagi siswa kelas X SMA  untuk pemintan dan penjurusannya.

Kesiapan sekolah dan guru dalam menerapkan Kurikulum 2013 menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaan kurikulum tersebut. Ketika sekolah sudah memiliki kesiapan sebagaimana yang dituntut oleh kurikulum tersebut, maka tentunya tinggal melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab. Demikian pula dengan guru, sebab guru menjadi ujung tombak utama terlaksana atau tidaknya kurikulum tersebut. Guru menjadi penentu akhir yang menentukan bagaimana kurikulum tersebut mampu memberikan kemanpatan dan peningkatan prestasi belajar bagi siswa. Proses pelaksanaan yang benar dan baik sesuai prosedur yang berlaku sangat menentukan hasil akhir dari proses pembelajaran dalam penerapan Kurikulum 2013. Pendidikan adalah sebuah proses yang panjang untuk mengetahui berhasil atau tidaknya sebuah kurikulum yang diterapkan dalam pembelajaran oleh guru. Kemanpuan dan penguasaan metodelogi pembelajaran yang ada dalam diri guru selama ini menjadi modal dasar dan penting untuk mengembangkan metode, proses, dan penilaian dalam penerapan Kurikulum 2013.

Pemahaman guru dan kesediaan sarana dan prasarana yang disediakan oleh sekolah untuk menerapkan Kurikulum 2013 akan banyak berpengaruh bagi keberhasilan kurikulum tersebut di sekolah.  Ketekunan guru dan kesiapan penunjang yang disediakan oleh sekolah akan memberikan dukungan yang siginifikan bagi keberhasil penerapan Kurikulum 2013. Tidak berlebihan kiranya jika tanpa kesiapan dan dukungan sarana dan kelengkapan pembelajaran di sekolah tidak memadai maka tingkat keberhasilan penerapan Kurikulum 2013 akan kurang maksimal. Keberhasilan penerapan Kurikulum 2013 yang diberlakukan untuk semua sekolah akan menepis atau mematahkan kritikan yang disampaikan oleh para pengamat dan pemerhati pendidikan selama ini. Tentunya tidak semudah membalikkan tangan untuk mencapai keberhasil penerapan Kurikulum 2013 yang ideal dan maksimal. Perlu waktu dan proses yang panjang untuk dapat menilai berhasil atau tidaknya suatu kurikulum yang diterapkan di sekolah.

Kritik, masukan, dan saran yang bersifat positif dan membangun sangat perlu untuk lebih memperkaya dan memperkuat konstruksi Kurikulum 2013 dalam penerapannya di sekolah. Semua pihak, khususnya para pakar dan pemerhati pendidikan akan membantu tercapainya tingkat kesempurnaan kurikulum untuk meningkatkan kecerdasan bangsa dalam rangka mewujudkan tujuan nasional yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Views All Time
Views All Time
183
Views Today
Views Today
1
Previous articleKURIKULUM 2013 DAN TRANSPORMASI PEMBELAJARAN
Next articleMENAKAR EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI BULAN RAMADHAN
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY