langkah Pemecahan Persoalan Pendidikan

0
45

langkah Pemecahan Persoalan Pendidikan

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan untuk sasaran pertama, maka dapat diidentifikasi kelemahan, ancaman yang dihadapi oleh sekolah pada hampir semua fungsi yang diberikan. Pada fungsi PBM yang menjadi kelemahan adalah siswa kurang disiplin, guru krang mampu memperdayakan siswa dan umumnya tidak banyak variasi dalam memberikan bahan pelajaran di kelas serta waktu yang digunakan kurang efektif. Sedangkan yang menjadi ancaman adalah kurang siapnya siswa dalam menerima pelajaran, terutama pada pagi dan siang hari menjelang pulang. Disamping itu suasana lingkungan sekolah yang kurang kondusif dan ramai karena berdekatan dengan pusat keramaian kota.

Selanjutanya untuk mengatasi kelemahan atau ancaman tersebut, sekolah mencari alternatif alternatif dan langkah langkah memecahkan persoalan sebagai berikut :

  1. Pengaktifan kegiatan MGMP sekolah

Melalui MGMP ( Musyawarah Guru Mata Pelajaran ) sekolah diharapkan persoalan dapat diatasi, termasuk bagaimana mensiasati kurikulum yang padat serta mencari alternatif pembelajaran yang tepat serta menemukan berbagai variasi, metoda dalam mengajarkan setiap mata pelajaran yang diajarkan. Dalam kegiatan MGMP sekolah ini minimal mengadakan pertemuan satu kali per minggu, guna menyusun strategi pengajaran dan mengatasi masalah yang timbul.

MGMP sekolah juga menyusun dan mengevaluasi perkembangan  kemajuan belajar sekolah. Evaluasi kemajuan sekolah dilakukan secara berkala dan hasilnya digunakan untuk penyempurnaan rencana berikutnya.

Kegiatan MGMP sekolah yang dilakukan dengan intensif, dapat dijadikan sebagai wahana pengembangan diri guru untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan guru serta menambah pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang yang diajrkan, terutama ditujuan untuk gururu yang mengajar bukan bidangnya ( teacher mismatch )

  1. Pengiriman guru mengikuti pelatihan.

Sekolah dapat mengirimkan guru guru secara bergiliran untuk mengikuti pelatihan pada lembaga yang dianggap potensial dan berpengalaman. Pengiriman guru ini, dimaksudkan memberikan tambahan pengetahuan dan ketrampilan guru, baik dalam bidang keahlian, metode pengajaran maupun berbagai metode, evaluasi, setelah melalui proses identifikasi kebutuhan yang dilakukan secara cermat oleh sekolah. Program ini mendorong sekolah untuk mengalokasikan sebagai anggarannya peningkatan SDM. Yang selama ini belum secara optimal dilakukan.

Selain itu untuk mengatasi kelemahan tersebut, sekolah melalui kegiatan MGMP dapat mengundang ahli dari luar, baik ahli substansi mata pelajaran untuk membantu guru dalam memahami materi yang masih dianggap sulit atau membantu memecahkan masalah yang muncul di kelas, maupun  berbagai metode pengajaran untuk menenukan cara yang paling sesuai dalam memberkan materi mata pelajaran tertentu.

  1. Peningkatan disiplin siswa.

Melihat hasil pengkajian di lapangan dinyatakan bahwa disiplin siswa sangat rendah, baik dalam mengikuti aturan dan tata tertib sekolah, maupun dalam mengikuti pelajaran dan mengakibatkan lingkungan sosial sekolah menjadi kurang kondusif. Hal ini diperlukan adanya peningkatan disiplin siswa untuk menciptakan iklim sekolah yang lebih kondusif dan dapat memotivasi siswa dalam belajar.

Adanya dukungan guru, siswa, komite sekolah, masyarakat dan masyarakat pendidikan yang cukup, sekolah dapat membuat aturan dan tata tertib yang baik dan memadai. Tata tertib yang dibuat dan disepakati tersebut harus ditaati, khusunya siswa dan warga sekolah terutama guru dan karyawan serta Kepala Sekolah

Dengan meningkatnya disiplin siswa, diharapkan dapat meningkatkan efektifitas jam belajar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dan meningkatkan iklim belajar yang lebih kondusif untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik.

 

  1. Pembentukan kelompok diskusi terbimbing.

Kelompok diskusi terbimbing ini dibentuk untuk mengatasi siswa yang kurang persiapan untuk belajar di sekolah. Kegiatan diskusi ini, minimal dilakukan 1 kali per minggu untuk setiap mata pelajaran di luar jam pelajaran sekolah.

Pembentukan kelompok dilakukan oleh siswa dan dibimbing oleh guru. Dalam setiap kegiatan diskusi dapat dihadirkan nara sumber yang berasal dari guru, alumni atau orang lain yang dianggap ahli dalam mata pelajaran yang berkaitan dan bertempat tinggal di sekitar kelompok tersebut berada.

Dengan adanya dukungan dan motivasi dari orang tua, masyarakat dan komite sekolah dalam meningkatkan motivasi belajar, memberikan peluang dan kesempatan melaksanakan kelompok diskusi, yaitu setiap kali pertemuan dapat menggunakan rumah anggota kelompok secara bergiliran

 

  1. Peningkatan Pengadaan Buku

Pengadaan buku buku penunjang dalam kegiatan pembelajaran masih jauh dari cukup baik sebagai bacaan wajib maupun penunjang untuk menunjang  kegiatan belajara mengajar oleh siswa dan guru. Pengadaan buku pustaka diarahkan untuk mendukung kegiatan guru mengajar, termasuk kegiatan MGMP sekolah dan mendukung belajar siswa, diadakan buku buku yang diperlukan siswa untuk pendalaman

Views All Time
Views All Time
45
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY