LIMAKOBA WUJUD LITERASI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

0
38

Literasi adalah bagian dari program Gerakan Ayo Membangun Madrasah (GERAMM) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari madrasah itu sendiri untuk tidak berhenti berinovasi dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Literasi bukan hanya di madrasah diserukan namun secara nasional di galakkan untuk perubahan yang lebih baik. Literasi sering kali kita ucapkan namun terkadang belum begitu memahami dari aliterasi itu sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Literasi adalah (1) kemampuan menulis dan membaca, (2) pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu, (3) kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup. Dari penjabaran di atas literasi pada dasarnya sebuah kemampuan seseorang untuk meningkatkan kecakapan dalam menerima, mengolah, dan menerapkan sebuah informasi. Tahapan dalam literasi terdapat tiga tahapan yang pertama, tahapan pembiasaan yakni membiasakan diri dalam sadar literasi sehingga muncul kemauan dan menghasilkan pemahaman bahkan kemampuan. Tahapan yang kedua, tahapan pengembangan yakni tahap di mana jika sudah terbiasa dengan proses pembiasaan contohnya membaca dan menulis maka dikembangkan lebih luas dan mendalam. Tahapan yang ketiga, tahapan pembelajaran yakni bagaimana kita bertukar gagasan yang tidak hanya sekedar berbagi dan tidak terikat.

Istilah literasi memang baru-baru ini populer namun sebenarnya tahapan literasi sudahlah lama sebagai prinsip dalam meningkatkan kualitas diri sehingga cakap dalam menghadapi tantangan. Perubahan zaman membuat bergesernya sudut pandang dan bersikap masyarakat terhadap menghadapi permasalahan. Era revolusi industri 4.0 merupakan perubahan zaman dari era sebelumnya yang mana hanya pada komputer dan jaringan menuju perubahan data besar yaitu Internet of Things. Zaman yang serba menuntut cepat dan praktis membuat kebiasaan lama tergeser yang dinilai tidak efisien dalam waktu. Kunci dalam menyikapi perubahan adalah inovasi dan kreatif. Bukan hanya revolusi industri 4.0 yang menelan korban bagi yang tidak menyesuaikan, namun dari revolusi industri yang sebelumnya pun sudah menelan korban. Bagi kita yang tidak siap akan perubahan dan tidak mampu melahirkan inovasi akan termakan oleh perubahan zaman itu sendiri, tentu tidak meninggalkan sepenuhnya kebiasaan lama yang dirasa baik dan tidak menghambat perubahan lebih baik.

Kemampuan berliterasi merupakan bagian dari usaha kita untuk menghadapi perubahan zaman. Berliterasi dengan berbagai hal akan membuat kemampuan diri siap menghadapi perubahan zaman dari berbagai aspek kehidupan. Multi literasi (literasi religi, kebangsaan, intelektual, informasi teknologi, dan kebudayaan) merupakan konsep yang diusung oleh MAN Kota Batu untuk menyiapkan generasi yang hebat dan bermartabat yang tentu saja disajikan sesuai zamannya. LIMAKOBA adalah inovasi literasi dengan digitalisasi untuk memberikan, menyediakan, dan mewadahi literasi dari masyarakat MAN Kota Batu. Tahapan membangun literasi via digital di MAKOBA memiliki beberapa tahapan dari jejak pendapat guru dan siswa, desain, validasi, uji kelas kecil dan uji kelas besar untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan benar-benar bermanfaat.

LIMAKOBA sendiri mengusung tentang literasi dengan populer sehingga media sosial dilibatkan dalam mendukung optimalnya kegiatan literasi dan media publikasi populer yang digunakan semua kalangan. Sedangkan blog literasi sebagai wadah dari hasil kegiatan literasi guru dan siswa/i MAN Kota Batu yang terdiri dari video (literasi MakobaTV), ebook/artikel, dan kegiatan literasi lainnya. Usaha optimalisasi kegiatan literasi dengan digitalisasi bertujuan mencetak “Generasi Madrasah Literat, Hebat, Bermartabat Menuju Generasi Emas 2045” hal ini selaras dengan visi misi literasi MAKOBA. Alhamdulillah Gerakan Literasi Madrasah (GELEM) MAN Kota Batu mendapatkan Juara 1 Kategori Madrasah Literasi Jenjang MA (LIPM) Tahun 2019. (rfl)

Views All Time
Views All Time
78
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY