LINGKUNGAN DAN DISCOVERY

1
112
ADI SUPRAYITNO
Pemahaman Siswa Tentang Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah, Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik)

UPAYA MENGOPTIMALKAN HASIL PEMAHAMAN SISWA TENTANG MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DI SEKOLAH MELALUI DISCOVERY LEARNING PEMBELAJARAN YANG MENGEMBANGKAN HASIL PENEMUAN PESERTA DIDIK)  PADA SISWA KELAS XI-IPS-2 SEMESTER GENAP

DI SMA NEGERI 6 MADIUN, KOTA MADIUN

TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Disusun oleh :

Drs. ADI SUPRAYITNO. M.Pd

Nip. 19620615 198702 1 004

SMA NEGERI 6 MADIUN, KOTA MADIUN

ABSTRAKSI

Kata Kunci : Pemahaman Siswa Tentang Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah, Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) 

            Pada Siklus I Dari sejumlah siswa sebanyak 40 siswa memiliki nilai rata rata sebesar 64.6. Hal ini masih berada di bawah SKBM sebesr 75. ini terlihat masih banyaknya siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 21 siswa dengan prosentase yang di capai sebesar 52.5 % dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 19 anak dengan prosentase sebesar 47.5 %. Maka dari hasil presatsi belajar tersebut diatas yang belum memenuhi SKBM yang ditentukan, maka perlu diadakan kegiatan Siklus yang ke II. Dan pada Siklus yang ke II memiliki nilai rata rata sebesar 73.5. Hal ini masih berada di bawah SKBM sebesr 75. ini terlihat masih banyaknya siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 4 siswa dengan prosentase yang di capai sebesar 10 % dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 18 anak dengan prosentase sebesar 45 %. Serta siswa yang memperoleh nilai 80 sebanyak 18 anak dengan prosentase sebesar 45 %. Maka dari hasil presatsi belajar tersebut diatas yang belum memenuhi SKBM yang ditentukan, maka perlu diadakan kegiatan Siklus III. Pada Siklus ke III diperoleh     Dari sejumlah siswa sebanyak 40 siswa memiliki nilai rata rata sebesar 76.5. Hal ini masih berada di bawah SKBM sebesr 75. ini terlihat masih banyaknya siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 4 siswa dengan prosentase yang di capai sebesar 10 % dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 10 anak dengan prosentase sebesar 25 %. Serta siswa yang memperoleh nilai 80 sebanyak 22 anak dengan prosentase sebesar 55 %. Serta siswa yang memperoleh nilai 90 sebanyak 4 anak dengan prosentase sebesar 10 %. Maka dari hasil presatsi belajar tersebut diatas yang belum memenuhi SKBM yang ditentukan, maka tidak perlu diadakan kegiatan Siklus berikutnya

Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini: “Jika pembelajaran bidang studi Geografi dengan menggunakan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik)  sebagai alat atau metode dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa”, dapat diterima.

 

  1. Pendahuluan

Guru mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap kemajuan pendidikan terutama untuk mempersiapkan anak didik yang diarahkn ke tujuan pendidikan dasar di atas. Namun ini hendaknya tidk hanya guru saja yang berpran, tetapi perlu adanya dukungan dari faktor-faktor yang lain. Salah satu diantara faktor tersebut adalah bagaimana dapat menciptakan situasi pembelajaran yang baik untuk mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran. Proses pembelajaran yang baik banyak ditentukan oleh beberapa faktor antar lain persiapan guru, epnggunaan metode pembelajaran yang tepat, kesiapan siswa dalam menerima pelajaran. Di dalam persiapan maupun pelaksanaan proses pembelajaran guru perlu menggunakan metode pembelajaran secara baik, untuk itu guru perlu memahami latar belakang pemanfaatan metode dalam prosespembelajaran. Dengan pengetahuan ini guru mampu memahami hubungan berbagai komponen proses komunikasi dengan keberhasilan mengajar. Berbekal pengetahuan tersebut di atas dan dilengkapi dengan pengetahuan tentang kegunaan metode pembelajaran, guru kemudian akan mampu memilih dan menggunakan metode untuk membantu proses belajar siswa.

Tantangan terhadap peningkatan mutu, relevansi, dan efektivitas pendidikan sebagai tuntutan nasional sejalan dengan perkembangan dan kemajuan masyarakat, berimplikasi secara nyata dalam program pendidikan dan kurikulum sekolah. tujuan dari program kurikulum dapat tercapai dengan baik jika programnya didesain secara jelas dan aplikatif.

Belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku pada individu atau seseorang karena adanya interaksi antara individu yang satu dengan individu yang lain atau antara individu dengan lingkungannya (Slameto, 1991:78).

Dalam pengertian tersebut terkandung istilah perubahan, berarti bahwa seseorang yang telah mengalami proses belajar akan mengalami perubahan baik pengetahuan, sikap, maupun ketrampilan. Perubahan itu dapat berupa proses dari tidak tahu menjadi tahu, proses dari tidak dapat menjadi dapat, perubahan dari ragu-ragu menjadi yakin, proses dari tidak sopan menjadi sopan. Dengan demikian, perubahan pada diri individu inilah yang merupakan interaksi keberhasilan belajar.

Oleh karena itu, guru dipandang sebagai agen modernisasi dalam segala bidang. Usaha utama yang dapat dilakukan oleh guru adalah melalui program pendidikan bagi para siswa. Dalam melakukan usaha pencapaian tujuan pendidikan di sekolah tersebut, guru berperan penting dalam menggunakan metode dan cara untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Untuk mencapai tujuan tersebut sangat didukung oleh strategi yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar.

Pendidikan merupakan usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam maupun di luar sekolah yang berlangsung seumur hidup. Dalam proses pembelajaran setiap guru mempunyai teknik maupun cara berpikir yang berbeda-bedadalam menyampaikan materi pelajaran yang diberikan kepada siswanya, salah satunya metode tugas (resitasi) yang berupa lembar kerja siswa.

Dalam hubungan inilah para guru dituntut untuk memiliki kemampuan mendesain programnya dan sekaligus menentukan strategi instruksional yang harus ditempuh. Para guru harus memiliki ketrampilan memilih dan menggunakan metode mengajar untuk diterapkan dalam sistem pembelajaran yang efektif (Hamalik, 2001).

Salah satu tindakan guru yang utama adalah menyelenggarakan proses pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan antara guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Hubungan timbal balik antara guru dan siswa tersebut merupakan syarat utama dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Interaksi dalam proses pembelajaran mengandung makna yang lebih luas daripada sekedar hubungan antara guru dan siswa, sebab di dalamnya terkandung makna interaksi edukatif yang tidak hanya berupa penyampaian pesan atau materi pelajaran, melainkan penanaman nilai sikap tidak kalah penting.

Proses pembelajaran mengandung makna lebih luas daripada proses mengajar. Dalam proses pembelajaran tersirat adanya kesatuan kegiatan yang tak terpisahkan antara siswa dan guru, diantara keduanya terjalin hubungan yang saling menunjang. Di pihak siswa, tugas pokoknya adalah belajar, sedangkan di pihak guru tugas pokoknya adalah mengajar.

Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik)  merupakan alat atau sarana bagi siswa dan memudahkan untuk mempelajari serta mendalami materi pelajaran Geografi sebab lembar kerja siswa diharapkan siswa dapat berprestasi, cerdas, mandiri dan ada perubahan sikap. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional (SISDIKNAS) yang mengatakan sebagai berikut:

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembngkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (UU Sisdiknas, 2003:3).

Lebih lanjut dijelaskan dalam penjelasan UUD 1945 Bab XIII Pasal 31 ayat 3: “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa diatur dalam Undang-Undang”. Agar pelaksanaan pendidikan pada mata pelajaran Geografi biasa berjalan dengan baik dan selalu disennagi siswa maka dibuatlah lembar kerja siswa sebagai pelatihan di sekolah ataupun di rumah sehingga siswa dapat meraih prestasi belajar yang baik. Melalui mata pelajaran Geografi pada Kelas XI-IPS-2 Semester Genap di SMA Negeri 6 Madiun, Kota Madiun Tahun Pelajaran 2014/2015. dalam bentuk lembar kerja siswa, siswa mampu mengembangkan kompetensi untuk berfikir secara kronologis dan memiliki pengetahuan tentang hidup bernegara dan hubungan antar negara.

Secara garis besar, tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah:

untuk meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran Geografi pada Kelas XI-IPS-2 Semester Genap di SMA Negeri 6 Madiun, Kota Madiun Tahun Pelajaran 2014/2015. dengan menggunakan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik).

Dari tujuan yang telah dirumuskan di atas, maka dari hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat antara lain:

  1. Sebagai bahan informasi kepada guru untuk menggunakan metode Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) dalam peningkatan Pemahaman Siswa Tentang Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah.
  2. Sebagai masukan kepada guru melengkapi metode dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

Prestasi merupakan hasil yang dicapai oleh seseorang setelah melakukan kegiatan. Hal ini sesuai dengan makna prestasi yang diungkapkan oleh Poerwodarminto (1991:700), bahwa “prestasi merupakan hasil yang telah dicapai (dari apa yang telah dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya). Menurut pendapat Sutartinah Tirtonegoro (1989:43), Prestasi merupakan hasil usaha yang dilakuakn dalam bentuk yang menunjukkan kepada anak atas kemampuannya dalam mencapai hasil kerja dalam waktu tertentu”. Selanjutnya, diungkapkan oleh Ari Jin (1980:23) bahwa “Prestasi adalah hasil usaha”.

Berdasarkan uraian di atas, dapat ditandai bahwa kegiatan belajar mengajar merupakan suatu kegiatan yang melibatkan beberapa komponen. Adapun yang membentuk belajar mengajar tersebut melibatkan tujuh komponen, yaitu;

  1. Siswa ; seseorang yang bertindak sebagai pencari, penerima dan penyimpan isi pelajaran yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
  2. Guru : seseorang yang bertindak sebagai pengelola kegiatan pembelajaran, dan peranan lainnya yang memungkinkan berlangsungnyakegiatan pembelajaran yang efektif.
  3. Tujuan; yaitu pernyataan tentang perubahan perilaku yang diinginkan terjadi pada siswa setelah mengikuti pembelajaran. Perubahan perilaku itu mencakup perubahan kognitif, psikomotor dan efektif.
  4. Isi pelajaran, adalah segala informasi berupa fakta, prinsip dan konsep yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
  5. Metode : yaitu cara yang teratur untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapat informasi yang dibutuhkan dalam mencapai tujuan.
  6. Media : adalah bahan pembelajaran dengana atau tanpa peralatan yang digunakan untuk menyajikan informasi kepada siswa agar mereka dapat mencapai tujuan.
  7. Evaluasi : adalah cara tertentu yang digunakan untuk menilai suatu proses dan hasilnya. Evaluasi dilakukan terhadap seluruh komponen kegiatan pembelajaran dan sekaligus memberikan balikan lagi bagi setiap komponen kegiatan pembelajaran.

Komponen-komponen kegiatan pembelajaran tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lain dan bermula serta bermuara pada tujuan yang merupakan suatu system, sehingga dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses perolehan perilaku secara aktif, proses mereaksi terhadap semua situasi yang ada di sekitar individu proses yang diarahkan kepada suatu tujuan, proses berbuat melalui berbagai pengalaman, proses melihat, mengamati, memahami sesuatu yang dipelajari.

Prestasi belajar suatu masalah yang bersifat peremial dalam Geografi kehidupan manusia karena sepanajang rentang kehidupan manusia selalu mengejar prestasi menurut bidang dan kemampuan masing-masing kehadiran prestasi belajar dalam kehidupan manusia pada tingkat dan jenis tertentu pula manusia yang berada di bangku sekolah. Media pembelajaran adalah “Segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai alat untuk menyalurkan informasi atau pesan dalam proses belajar mengajar, sehingga dapat merangsang fikiran, perasaan, perhatian, minat para siswa, dan dapat memperdalam serta memperluas pemahaman    siswa“ (Isbani, 1986 : 10). National Education Association (NEA) yang dikutip Isbani (1986 : 9) media pembelajaran adalah : “Segala benda yang dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, dibaca, dan dapat berbicara, beserta instrumen yang mendukung kegiatan tersebut“. Ahli lain menyatakan media pembelajaran adalah “ segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan atau isi pelajaran, merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan siswa, sehingga dapat mendorong proses belajar mengajar “ (Ibrahim dan Syaodih, 1992/1993 : 78).Secara harfiah, media berarti perantara yang berfungsi untuk memperlancar proses komunikasi. Media berasal dari bahasa latin, dan merupakan bentuk jamak dari kata medium. Menurut Martein dan Bridge (1986 : 2) media mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan siswa. Ini bisa berupa pembelajarankat keras dan lunak, seperti Notebook/Labtop, OHP, buku, komputer, televisi, video, tape recorder, slide, model, gambar, dan lainnya.

Tujuan penggunaan media pembelajaran yang disebutkan oleh Winataputra, dkk.  (1997 : 5.8) adalah :

  1. Sebagai sarana bantu untuk meningkatkan belajar mengajar yang efektif.
  2. Mempercepat proses belajar, artinya siswa dapat menangkap bahan ajar dengan mudah dan jelas.
  3. Untuk meningkatkan kualitas proses belajar artinya hasil belajar siswa memiliki nilai tinggi.
  4. Untuk meletakkan dasar yang konkrit dalam berfikir, artinya dapat membuat konsep yang abstrak menjadi konkrit.

Berdasarkan pendapat dan uraian di atas, penulis menyimpulkan bahwa tujuan media pembelajaran adalah sebagai berikut : (1) meningkatkan gairah belajar siswa, (2) memperjelas proses transformasi dan pembelajaran, (3) menghindari perilaku verbalisme dalam pembelajaran, dan (4) mengembangkan partisipasi siswa dalam pembelajaran untuk memperoleh prestasi belajar sesuai dengan potensi siswa.

Program Animasi kepanjangan dari suatu program yang terdapat didalam komputer yang dapat memberikan tayangan  yang sesuai dengan harapan dan kenyataan yang sebenarnya, sehingga diperoleh pemahaman pemikiran yang artinya merupakan latihan dari aktivitas siswa dalam menuangkan pengertian dan makna yang terkandung dalam setiap materi ( Rukmini, 2002 : 201). Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik)  merupakan alat atau sarana bagi siswa yang berisis rangkuman materi pelajaran dan pelatihan soal-soal yang relevan dengan materi pembelajaran. Lembar Kerja Siswa memudahkan untuk mempelajari serta mendalami materi pelajaran Geografi sebab lembar kerja siswa mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi. Sehingga di dalam kegiatan penelitian ini memiliki Rancangan Penelitian

  1. Desain dan Setting Penelitian

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) guru sebagai peneliti sekaligus melakukan tindakan di dalam kelas, yang terdiri dari guru-guru Kelas XI-IPS-2 Semester Genap di SMA Negeri 6 Madiun, Kota MadiunTahun Pelajaran 2014/2015 yang merupakan guru Geografi. Tindakan dirancang dalam bentuk siklus. Banyaknya siklus yang direncanakan adalah dua siklus. Satu siklus terdiri dari dua pertemuan, masing-masing pertemuan dua jam pelajaran. Pertemuan pertama yaitu pembahasan materi pembelajaran pengertian Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah dengan menggunakan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) secara perorangan/individual. Sedangkan pertemuan kedua yaitu pembahasan materi pembelajaran. Sumber-sumber dan peranan Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah  dengan menggunakan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) secara kelompok. Penelitian dilakukan pada siswa Kelas XI-IPS-2 Semester Genap di SMA Negeri 6 Madiun, Kota Madiun Tahun Pelajaran 2014/2015.

  1. Rencana Tindakan
  1. Refleksi Awal

Kegiatan refleksi awal ini merupakan gambaran situasi berdasarkan catatan guru yang terlibat dalam penelitian ini. Dari gambaran sistuasi tersebut akan muncul berbagai masalah dalam KBM. Cara mengatasi masalah yang muncul merupakan optimalisasi pembelajaran Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah. Pertanyaan yang harus dijawab dalam penelitian ini adalh bagimana cara guru meningkatkan kemampuan pemahaman materi pembelajaran Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah pada siswa Kelas XI-IPS-2 Semester Genap dengan menggunakan lembar kerja siswa sebagai alat pembelajaran.

  1. Perencanaan

Pada sikus I yang dibahas adalah:

Pertemuan I (2 x 45 menit)

Standar Kompetensi (TIU) : Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah

Kemampuan Dasar :  Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah

(Kompetensi Dasar)

  1. Dapat Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah
  2. Dapat menyebutkan subjek Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah

Materi pelajaran:

  • Pengertian Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah
  • Subyek Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah

Siswa ditugasi untuk membaca buku Geografi pada pokok bahasan Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah (sebagai tugas di rumah). Sebelumnya siswa sudah dibagi menjadi beberapa kelompok, sebab pada pertemuan II ada tugas kelompok yang melibatkan anak/siswa untuk melakukan kegiatan diskusi.

  • Kegiatan Belajar Mengajar

Pertemuan I

  • Tanya jawab guru dan siswa yang berhubungan dengan tugas rumah
  • Guru membagikan Lembar Kerja Siswa
  • Guru menginformasikan tujuan pembelajaran dan menjelaskannya
  • Siswa mengerjakan LKS
  • Siswa menukarkan hasil perjuangan dengan siswa lain.
  • Guru dan siswa membahas hasil pekerjaan bersama-sama
  • Guru dan Siswa menyimpulkan hasil kegiatan pembelajaran
  • Pose Test

Pada Pertemuan II (2 x 45 menit)

Pada pertemuan kedua standar kompetensi (TIU) sama dengan pada pertemuan I yaitu : Dapat memajukan dan menyadari pentingnya Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah dalam suatu karangan atau bacaan, sedangkan kemampuan dasar:

  • Dapat menyebutkan sumber-sumber Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah
  • Dapat menyimpulkan peranan Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah
  • Dapat menyebutkan asas intisari bacaan.

Materi Pelajaran

  • Sumber Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah
  • Peranan Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah

Kegitan Belajar Mengajar

  • Menjelaskan kegiatan belajar mengajar
  • Mengerjakan Lembar Kerja Siswa secara kelompok
  • Presentasi hasil kerja kelompok
  • Pembahasan Materi
  • Menyimpulkan hasil diskusi
  • Post Test
  • Prosedur Penilaian
  • Penilaian Proses

Dilaksanakan untuk mengukur proses pembelajaran, khususnya minat dan antusias siswa terhadap pembahasan materi pembelajaran intisari bacaan dengan emnggunakan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik). Peneliti (dibantu kolaborator) menggunakan lembar observasi untuk mengetahui minat dan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan lembar kerja siswa.

  • Penilaian Hasil

Penilaian hasil dilaksanakan untuk mengukur keberhasilan belajar siswa atau pencapaian tujuan pembelajaran, khususnya peningkatan prestasi belajar bidang studi Geografi pada materi pembelajaran Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah dengan menggunakan lembar kerja siswa sebagai alat pembelajaran. Peneliti (dibantu kolaborator) menggunakan instrumen penilaian berupa butir soal.

  • Siklus II

Siklus II dilaksanakan sebagai kelanjutan siklus I, terutama jika siklus I hasilnya tidak sesuai dengan rencana dan target. Hal ini bisa disebabkan dan atau materi pelajaran yang tidak tepat.

Siklus II tidak dilaksanakan apabila hasil penelitian tindakan kelas sudah sesuai dengan target ketuntasan belajar (65% perorangan dan 75% klasikal). Sebaliknya, bila target ketuntasan belajar belum tercapai, siklus kedua akan dilaksanakan.

  1. Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanan tindakan siklus I terdiri dari dua pertemuan masing-masing pertemuan dua jam pelajaran. Pertemuan pertama (2 jam pelajaran) untuk mencapai tujuan pembelajaran pertama, selanjutnya pertemuan kedua (2 jam pelajaran/untuk mencapai tujuan pembelajaran kedua.

 

Pertemuan I

No Kegiatan Pembelajaran Waktu
I Kegiatan Pendahuluan

1.      Apersepsi

2.      Motivasi

3.      Guru membagi Lembar Kerja Siswa

4.      Guru menginformasikan tujuan pembelajaran dan menjelaskannya.

10’
II Kegiatan Inti

  1. Siswa mengerjakan lembar kerja siswa
  2. Siswa menukarkan hasil pekerjaannya
  3. Guru dan Siswa  membahas hasil pekerjaan bersama-sama.
 

30’

 

25’

III Kegiatan Penutup

1.     Guru dan siswa menyimpulkan hasil kegiatan pembelajaran

2.     Menyimpulkan hasil pekerjaan (Lembar Kerja Siswa)

3.     Post Test

25’

 

Pertemuan II

No Kegiatan Pembelajaran Waktu
I Kegiatan Pendahuluan

1.      Apersepsi

2.      Motivasi

3.      Guru menjelaskan kegiatan belajar mengajar

10’
II Kegiatan Inti

1.      Siswa mengerjakan lembar kerja siswa secara kelompok

2.      Presentasi, dipilih secara acak

 

30’

25’

 

III Kegiatan Penutup

1.     Pembahasan materi

2.     Menyimpulkan hasil diskusi

3.     Post Test

25’

 

Siklus II dilaksanakan berdasarkan hasil refleksi siklus I. Jumlah pertemuan dan jam tatap muka disesuiakan beradasarkan temuan pada siklus I. Kolaborator yang dilibatkan dalam pelaksanaan tindakan ini adalah guru Mata Pelajaran Geografi, serta siswa tempat guru melaksanakan tindakan kelas. Guru sebagai kolaborator akan mengamati pelaksnaan KBM dengan menggunakan pedoman observasi yang telah disisipkan. Data dapat diperoleh  dari hasil observasi dan jawaban siswa dari kuesioner yang disebutkan di kelas setelah KBM berlangsung.

Hasil data yang diperoleh diharapkan dapat dianalisis secara kualitatif agar dapat menentukan keberhasilan penelitian tindakan  kelas ini.

  1. Refleksi

Kegiatan refleksi melibatkan guru sebagai subjek penelitian, guru pengajar dan beberapa siswa yang menjadi sasasaran penelitian. Kegiatan ini diawali dengan memeriksa hasil observasi. Pemeriksaan dilakukan oleh guru secara bersama-sama. Hasil kuesioner siswa serta hasil test yang diperoleh siswa juga merupakan hasil refleksi yang akan dimanfaatkan untuk bahan perencanaan tindakan pada siklus selanjutnya.

 

Pertemuan III

No Kegiatan Pembelajaran Waktu
I Kegiatan Pendahuluan

1.      Apersepsi

2.      Motivasi

3.      Guru menjelaskan kegiatan belajar mengajar

10’
II Kegiatan Inti

1.      Siswa mengerjakan lembar kerja siswa secara kelompok

2.      Presentasi, dipilih secara acak

 

30’

25’

 

III Kegiatan Penutup

1.      Pembahasan materi

2.      Menyimpulkan hasil diskusi

3.      Post Test

25’

 

Siklus III dilaksanakan berdasarkan hasil refleksi siklus II. Jumlah pertemuan dan jam tatap muka disesuiakan beradasarkan temuan pada siklus II. Kolaborator yang dilibatkan dalam pelaksanaan tindakan ini adalah guru Mata Pelajaran Geografi, serta siswa tempat guru melaksanakan tindakan kelas. Guru sebagai kolaborator akan mengamati pelaksnaan KBM dengan menggunakan pedoman observasi yang telah disisipkan. Data dapat diperoleh dari hasil observasi dan jawaban siswa dari kuesioner yang disebutkan di kelas setelah KBM berlangsung.

Hasil data yang diperoleh diharapkan dapat dianalisis secara kualitatif agar dapat menentukan keberhasilan penelitian tindakan  kelas ini.

  1. Refleksi

Kegiatan refleksi melibatkan guru sebagai subjek penelitian, guru pengajar dan ebberapa siswa yang menjadi sasasaran penelitian. Kegiatan ini diawali dengan memeriksa hasil observasi. Pemeriksaan dilakukan oleh guru secara bersama-sama. Hasil kuesioner siswa serta hasil test yang diperoleh siswa juga merupakan hasil refleksi yang akan dimanfaatkan untuk bahan perencanaan tindakan pada siklus selanjutnya.

 

Penelitian tindaka keles ini menggunkan dua macam instrument untuk mendapatkan data. Instrumen tersebut adalah:

  • Test yaitu berupa penilaian hasil belajar siswa terhadap materi pembelajaran Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah.
  • Non tes berupa kuesioner/angket dan observasi.

Dari kedua instrumen ini dapat digunakan sebagai alat monitoring dan evaluasi dalam pelaksanaan KBM.

 

Data yang terkumpul dalam penelitian tindakan yaitu:

  1. Temuan refleksi awal
  2. Dokumen hasil belajar siswa
  3. Hasil observasi peneliti berlangsung
  4. Hasil kuesioner siswa setelah KBM berlangsung.

Hasil –hasil  di atas kemudian diumumkan sebagai refleksi siklus I. Dari data-data yang diperoleh selama kegiatan pembelajaran melalui  media pembelajaran, guru bersama kolaborator dapat melakukan kegiatan refleksi yang diawali dengan:

  1. Guru bersama kolaborator memeriksa hasil observasi
  2. Guru selama pembelajaran dengan  menggunakan Media Pembelajaran mencatat kesan-kesannya untuk melengkapi hasil observasi.
  3. Hasil pemeriksaan angka dan observasi dikaji untuk dievaluasi oleh guru.
  4. Hasil angket dari siswa mengenai pengalaman belajar dengan Menggunakan Media Pembelajaran diolah dengan prosentase.
  5. Hasil evaluasi siswa dengan Menggunakan Media Pembelajaran diolah apakah sudah mencapai target ketuntasan belajar yang ditentukan.
  6. Hasil-hasil di atas kemudian dirumuskan sebagai refleksi siklus I. Dengan Kompetensi Dasar Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah.

 

Penelitian tindakan Kelas ini menggunakan beberapa instrumen untuk memperoleh data yang aktuil. Instrumen tersebut adalah:

  • Tes
  • Observasi

Dari kedua instrumen di atas dapat sebagai alat monitoring dan evaluasi atas pemunculan pembelajaran pada bidang Pelajaran Geografi sehingga pendidikan lebih bermakna bagi kehidupan siswa.

 

  1. Pembahasan
  2. Siklus I
  1. Refleksi Awal (Temuan Masalah Sebelum Intervensi)

Masalah dalam materi pelajaran Geografi khususnya dalam materi Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah adalah materinya cukup luas dan banyk teori-teorinya yang perlu dipahami serta sulit untuk diingat. Di dalam materi Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah banyak istilah-istilah yang perlu dipahami dan istilah-istilah tersebut sering diterapkan dalam Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah.

Untuk meudahkan siswa memahami, mengerti dan menguasai materi Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah perlu ada metode atau cara pembelajaran untuk mengatasi masalah di atas.

Kegiatan pembelajaran pada materi Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah dapat disajikan dengan menggunakan Lembar Kegiatan Siswa dengan cara siswa dipaksa untuk aktif membaca kemudian diajak untuk menyimpulkan isi bacaan/materi tersebut. Setelah itu diberi latihan soal untuk mengingat kembali apa yang sudah dibaca atau dipelajarinya. Dalam mengerjakan latihan soal diberi batasan waktu dengan tujuan agar siswa berusaha, bertanggung jawab dan bekerja sendiri jika tugas perseorangan. Jika tugas sekelompok siswa diberi kesempatan bekerjasama dan bertanggung jawab bersama terhadap tugas kelompoknya.

Pelaksanaan Tindakan Siklus I

  1. Pertemuan I
  • Sebelum kegiatan pembelajaran siswa sudah ditugasi untuk membaca materi Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah.
  • Pembelajaran pada pertemuan I adalah membahas pengertian Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah dengan menggunakan Lembar Kerja Siswa tugas individu/perseorangan.
  • Sesuai dengan langkah-langkah dalam RP Pertemuan I
  1. Pertemuan I
  • Pembelajaran pada pertemuan II adalah membahas peranan Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah dengan menggunakan Lembar Kerja Siswa sebagai tugas kelompok.
  • Presentasi hasil kerja kelompok.
  • Sesuai dengan langkah-langkah dalam RP Pertemuan I
  1. Pertemuan II
    • Pembelajaran pada pertemuan II adalah membahas Peranan Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah dengan menggunakan Lembar Kerja Siswa sebagai tugas kelompok.
    • Presentasi hasil kerja kelompok
    • Sesuai dengan langkah-langkah dalam RP Pertemuan II
  1. Hasil kegiatan Belajar dan Observasi Siklus I

Pada pertemuan I siswa mengerjakan LKS sebagai tugas individu/perseorangan dengan batasan waktu yang telah ditentukan. Setelah pekerjaan selesai, ditukar dengan siswa lain (diacak), kemudian dibahas bersama dan dipandu oleh guru bidang studi. Setelah pembahasan diadakan tanya jawab antara siswa dengan guru, kemudian mengambil kesimpulan hasil kegitan pembelajaran pada pertemuan I dan diakhiri evaluasi (post test).

Tugas LKS Pertemuan I ada 30 soal yang harus dikerjakan siswa. Dari 39 siswa, siswa yang salah 1 sampai 10 ada 35 siswa atau 87.5% yang siswa salah 11 sampai 15 atau 12.5%. Sedangkan hasil post test yang jumlahnya 10 soal, salah 1 sampai 4 ada 30 siswa atau 75% yang 10 siswa salah 5 sampai 8 atau 25%, sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan belajar pada pertemuan I 81.25% berhasil/tuntas.

Hasil kegiatan belajar siswa pada pertemuan II ini adalah terbahasnya materi pembelajaran. Peranan Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah  dengan Lembar Kerja Siswa melalui diskusi kelompok. Dalam kegiatan belajar ini siswa diberi kesempatan untuk membahas LKS secara kelompok. Kemudian hasil diskusi tersebut dipresentasikan ke depan kelas dan kelompok yang mendapat giliran presentasi dipilih secara acak. Sedangkan kelompok yang tidak presentasi menukarkan hasil pekerjaannya dengan kelompok lainnya, kemudian dibahas bersama-sama.

 

Daftar Prestasi Siswa Dalam Mengikuti KBM

Pada Siklus I

No N I S Nama Responden Nilai
1 8883 ALFINDHA PUTRA UTAMA 60
2 8894 CLARESTA VITRIA KUSUMANINGTYAS 60
3 8898 FADYAR SETYOKO 60
4 8906 MAK’RUF SYARIFUDIN AL IKSAN 60
5 8914 RIZKI CATUR SEFIANTO 60
6 8916 TESA EKA ANGGRAINI 70
7 8928 ARIESTA WIDIANDARI 60
8 8930 AYU MEY KURNIAWATI 70
9 8935 DEVI NURISKIKA 60
10 8942 INTAN RISKI KUNTARAWATI 70
11 8947 MOHAMMAD ISMAIL 60
12 8948 NAFIS ARYA FIRMANSYAH 70
13 8957 SITI MALIKAH NUR AINI 60
14 8961 WAWAN RIYANTO 70
15 8976 DEA DESNIA PUTRI 70
16 8980 FITROTUL TOYYIBAH 60
17 8981 HAMIDAH MALIK 70
18 8994 PUSPITA RAHMAWATI 60
19 9005 YUNITA DWI SRIANA 60
20 9026 GALUH VIVECHA NANDA 60
21 9027 IKA MAHMUDAH 70
22 9031 NIRMALA SARI 70
23 9038 RINA SETIYANINGSIH 70
24 9043 TITI MEIRISSA ANUGRAH 60
25 9048 ABIDA IMTIKHANA 70
26 9061 FITRI ANISA MURTI 60
27 9064 GENTAR VICKY ARDIAWAN 70
28 9078 RISKI ADITYA KURNIAWAN 60
29 9082 SARAH WULANDARI 70
30 9087 YUSUP CAHYA ADI 60
31 9091 AMAY DELIZA RESTYFANA 70
32 9093 BINTAR RAHAYU PRABOWO 60
33 9094 DEA APRILIA KUMALASARI 70
34 9097 ENDAH MEI KURNIASIH 70
35 9104 KHOZINATUL PADILAH 70
36 9106 KUSDARMAWAN NUR ILHAM 60
37 9113 NILIA HERWATI 60
38 9115 NUR HABIBAH SALAM 60
39 9122 RYAN RAAFI QURNIAWAN 70
Jumlah 2520
Rata rata 64.6
Banyaknya Siswa yang mendapat Nilai 60 21
Prosentase 53.85 %
Banyaknya Siswa yang mendapat Nilai 70 18
Prosentase 46.15%
Prosentase Rata Rata Nilai 4 %

 

Dari sejumlah siswa sebanyak 39 siswa memiliki nilai rata rata sebesar 64.6. Hal ini masih berada di bawah SKBM sebesr 75. ini terlihat masih banyaknya siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 21 siswa dengan prosentase yang di capai sebesar 53.85 % dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 18 anak dengan prosentase sebesar 46.15 %. Maka dari hasil presatsi belajar tersebut diatas yang belum memenuhi SKBM yang ditentukan, maka perlu diadakan kegiatan Siklus yang ke II

 

  1. Siklus II
    1. Refleksi Siklus I

Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) yang dijadikan sebagai metode atau alat untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran ini telah berhasil pada siklus I. Berdasarkan refleksi siklus I, aktivitas belajar cukup optimal. Siswa merasa lebih mudah untuk memahami dan menyusun materi pembelajaran baik pada pertemuan I maupun pertemuan II, sehingga kegiatan pembelajaran dapat dikatakan berhasil dengan cukup baik.

  1. Pelaksanaan Tindakan Siklus II

Tindakan pada siklus II tidak dilaksanakan karena siklus I belum cukup berhasil. Hasil kegiatan pembelajaran yang tampak pada siklus I belum menunjukkan ketuntasan belajar yang cukup memuaskan.

 

Daftar Prestasi Siswa Dalam Mengikuti KBM

Pada Siklus II

No N I S Nama Responden Nilai
1 8883 ALFINDHA PUTRA UTAMA 70
2 8894 CLARESTA VITRIA KUSUMANINGTYAS 70
3 8898 FADYAR SETYOKO 70
4 8906 MAK’RUF SYARIFUDIN AL IKSAN 70
5 8914 RIZKI CATUR SEFIANTO 60
6 8916 TESA EKA ANGGRAINI 70
7 8928 ARIESTA WIDIANDARI 60
8 8930 AYU MEY KURNIAWATI 70
9 8935 DEVI NURISKIKA 80
10 8942 INTAN RISKI KUNTARAWATI 80
11 8947 MOHAMMAD ISMAIL 80
12 8948 NAFIS ARYA FIRMANSYAH 70
13 8957 SITI MALIKAH NUR AINI 80
14 8961 WAWAN RIYANTO 70
15 8976 DEA DESNIA PUTRI 80
16 8980 FITROTUL TOYYIBAH 70
17 8981 HAMIDAH MALIK 70
18 8994 PUSPITA RAHMAWATI 80
19 9005 YUNITA DWI SRIANA 80
20 9026 GALUH VIVECHA NANDA 80
21 9027 IKA MAHMUDAH 60
22 9031 NIRMALA SARI 70
23 9038 RINA SETIYANINGSIH 80
24 9043 TITI MEIRISSA ANUGRAH 80
25 9048 ABIDA IMTIKHANA 70
26 9061 FITRI ANISA MURTI 70
27 9064 GENTAR VICKY ARDIAWAN 70
28 9078 RISKI ADITYA KURNIAWAN 70
29 9082 SARAH WULANDARI 80
30 9087 YUSUP CAHYA ADI 80
31 9091 AMAY DELIZA RESTYFANA 60
32 9093 BINTAR RAHAYU PRABOWO 80
33 9094 DEA APRILIA KUMALASARI 80
34 9097 ENDAH MEI KURNIASIH 70
35 9104 KHOZINATUL PADILAH 80
36 9106 KUSDARMAWAN NUR ILHAM 70
37 9113 NILIA HERWATI 80
38 9115 NUR HABIBAH SALAM 70
39 9122 RYAN RAAFI QURNIAWAN 80
Jumlah 2860
Rata rata 73.5
Banyaknya Siswa yang mendapat Nilai 60 4
Prosentase 10 %
Banyaknya Siswa yang mendapat Nilai 70 18
Prosentase 45 %
Prosentase Rata Rata Nilai 18

 

Dari sejumlah siswa sebanyak 39 siswa memiliki nilai rata rata sebesar 73.5. Hal ini masih berada di bawah SKBM sebesr 75. ini terlihat masih banyaknya siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 4 siswa dengan prosentase yang di capai sebesar 10 % dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 18 anak dengan prosentase sebesar 45 %. Serta siswa yang memperoleh nilai 8 sebanyak 18 anak dengan prosentase sebesar 45 %. Maka dari hasil prestasi belajar tersebut diatas yang belum memenuhi SKBM yang ditentukan, maka perlu diadakan kegiatan Siklus III

 

  1. Siklus III
  1. Refleksi Siklus II

Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) yang dijadikan sebagai metode atau alat untuk menyampaikan materi pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran ini telah berhasil pada siklus II. Berdasarkan refleksi siklus II, aktivitas belajar cukup optimal. Siswa merasa lebih mudah untuk memahami dan menyusun materi pembelajaran baik pada pertemuan I maupun pertemuan II dan pertemuan III, sehingga kegiatan pembelajaran dapat dikatakan berhasil dengan cukup baik.

  1. Pelaksanaan Tindakan Siklus II

Tindakan pada siklus II tidak dilaksanakan karena siklus I belum cukup berhasil. Hasil kegiatan pembelajaran yang tampak pada siklus II belum menunjukkan ketuntasan belajar yang cukup memuaskan.

 

 

Daftar Prestasi Siswa Dalam Mengikuti KBM

Pada Siklus III

No N I S Nama Responden Nilai
1 8883 ALFINDHA PUTRA UTAMA 80
2 8894 CLARESTA VITRIA KUSUMANINGTYAS 80
3 8898 FADYAR SETYOKO 80
4 8906 MAK’RUF SYARIFUDIN AL IKSAN 70
5 8914 RIZKI CATUR SEFIANTO 80
6 8916 TESA EKA ANGGRAINI 70
7 8928 ARIESTA WIDIANDARI 80
8 8930 AYU MEY KURNIAWATI 90
9 8935 DEVI NURISKIKA 90
10 8942 INTAN RISKI KUNTARAWATI 70
11 8947 MOHAMMAD ISMAIL 80
12 8948 NAFIS ARYA FIRMANSYAH 80
13 8957 SITI MALIKAH NUR AINI 80
14 8961 WAWAN RIYANTO 70
15 8976 DEA DESNIA PUTRI 90
16 8980 FITROTUL TOYYIBAH 90
17 8981 HAMIDAH MALIK 80
18 8994 PUSPITA RAHMAWATI 60
19 9005 YUNITA DWI SRIANA 80
20 9026 GALUH VIVECHA NANDA 60
21 9027 IKA MAHMUDAH 70
22 9031 NIRMALA SARI 60
23 9038 RINA SETIYANINGSIH 70
24 9043 TITI MEIRISSA ANUGRAH 80
25 9048 ABIDA IMTIKHANA 70
26 9061 FITRI ANISA MURTI 80
27 9064 GENTAR VICKY ARDIAWAN 80
28 9078 RISKI ADITYA KURNIAWAN 70
29 9082 SARAH WULANDARI 80
30 9087 YUSUP CAHYA ADI 80
31 9091 AMAY DELIZA RESTYFANA 80
32 9093 BINTAR RAHAYU PRABOWO 70
33 9094 DEA APRILIA KUMALASARI 80
34 9097 ENDAH MEI KURNIASIH 80
35 9104 KHOZINATUL PADILAH 80
36 9106 KUSDARMAWAN NUR ILHAM 60
37 9113 NILIA HERWATI 80
38 9115 NUR HABIBAH SALAM 80
39 9122 RYAN RAAFI QURNIAWAN 70
Jumlah 2980
Rata rata 76.5
Banyaknya Siswa yang mendapat Nilai 60 4
Prosentase 10 %
Banyaknya Siswa yang mendapat Nilai 70 10
Prosentase 25 %
Prosentase Rata Rata Nilai 22

 

Dari sejumlah siswa sebanyak 39 siswa memiliki nilai rata rata sebesar 76.5. Hal ini masih berada di bawah SKBM sebesr 75. ini terlihat masih banyaknya siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 4 siswa dengan prosentase yang di capai sebesar 10 % dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 10 anak dengan prosentase sebesar 25 %. Serta siswa yang memperoleh nilai 80 sebanyak 22 anak dengan prosentase sebesar 55 %. Serta siswa yang memperoleh nilai 90 sebanyak 4 anak dengan prosentase sebesar 10 %. Maka dari hasil presatsi belajar tersebut diatas yang belum memenuhi SKBM yang ditentukan, maka tidak perlu diadakan kegiatan Siklus berikutnya

 

Hal terlihat pada kegiatan pada Siklus I Dari sejumlah siswa sebanyak 39 siswa memiliki nilai rata rata sebesar 64.6. Hal ini masih berada di bawah SKBM sebesr 75. ini terlihat masih banyaknya siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 21 siswa dengan prosentase yang di capai sebesar 52.5 % dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 19 anak dengan prosentase sebesar 47.5 %. Maka dari hasil presatsi belajar tersebut diatas yang belum memenuhi SKBM yang ditentukan, maka perlu diadakan kegiatan Siklus yang ke II. Dan pada Siklus yang ke II memiliki nilai rata rata sebesar 73.5. Hal ini masih berada di bawah SKBM sebesr 75. ini terlihat masih banyaknya siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 4 siswa dengan prosentase yang di capai sebesar 10 % dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 18 anak dengan prosentase sebesar 45 %. Serta siswa yang memperoleh nilai 80 sebanyak 18 anak dengan prosentase sebesar 45 %. Maka dari hasil presatsi belajar tersebut diatas yang belum memenuhi SKBM yang ditentukan, maka perlu diadakan kegiatan Siklus III. Pada Siklus ke III diperoleh   Dari sejumlah siswa sebanyak 39 siswa memiliki nilai rata rata sebesar 76.5. Hal ini masih berada di bawah SKBM sebesr 75. ini terlihat masih banyaknya siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 4 siswa dengan prosentase yang di capai sebesar 10 % dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 10 anak dengan prosentase sebesar 25 %. Serta siswa yang memperoleh nilai 80 sebanyak 22 anak dengan prosentase sebesar 55 %. Serta siswa yang memperoleh nilai 90 sebanyak 4 anak dengan prosentase sebesar 10 %. Maka dari hasil presatsi belajar tersebut diatas yang belum memenuhi SKBM yang ditentukan, maka tidak perlu diadakan kegiatan Siklus berikutnya

Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini: “Jika pembelajaran bidang studi Geografi dengan menggunakan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik)  sebagai alat atau metode dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa”, dapat diterima. pembelajaran dengan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) akan membantu, mengembangkan dan menyelesaikan materi atau bahan pembelajaran Geografi tersebut tetapi anak didiknya benar-benar sudah berlatih dan mempunyai pengetahuan yang lebih mendalam. Selain itu tugas yang diberikan harus dicek apakah dikerjakan atau belum, kemudian perlu dievaluasi, karena akan memberi motivasi belajar siswa. Segala usaha yang dilakukan itu adalah pada hakekatnya untuk membangkitkan minat belajar pada murid agar lebih bergairah belajarnya.

Bagi siswa akan dapat menggunakan waktunya untuk latihan-latihan, mencari informasi kepada orang lain di luar sekolah yang dipandang mampu. Sehingga siswa akan menjadi aktif  belajar dan dapat menjadi siswa yang cekatan, terampil dan berkembang pengetahuannya, akhirnya bahan yang luas dan banyak itupun akan dapat dipakai oleh siswa.

Adapun hal yang lebih penting lagi dalam pembelajaran dengan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) adalah dalam segi pendidikan pembelajaran dengan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) tidaklah sekedar agar bahan yang banyak itu segera terselesaikan tepat waktunya dan bukan pula agar siswa banyak latihan-latihan saja, tetapi lebih dari itu. Tujuan yang penting adalah untuk mendidik siswa agar dengan pembelajaran dengan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) itu, betul-betul timbul aktivitas untuk belajar dengan sebaik-baiknya, tidak merasa terpaksa, tidak merasa keberatan, tidak merasa bosan bahkan siswa akan merasa senang dengan pembelajaran dengan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik), tersebut. Dalam hal ini guru Geografi memberikan pembelajaran dengan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan mengenai mata pelajaran Geografi, kliping, merangkum yang berhubungan dengan Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah.

Jadi hubungan antara pembelajaran dengan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) dengan Pemahaman Siswa Tentang Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah, bahwa dengan adanya pemberian pembelajaran dengan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) yang teratur dan tetap maka siswa timbul aktivitas belajar didalam Geografi dan berkembanglah pengetahuan yang diterimanya. Dengan demikian maka ketepatan atau keefektifan metode pembelajaran dengan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar yang dicapai oleh siswa. Hal inilah yang dapat digunakan sebagai bukti bahwa dengan adanya efektivitas belajar tersebut siswa akan memperoleh prestasi atau nilai yang baik. Jadi dengan demikian metode pemberian pembelajaran dengan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) itu lebih tepat diterapkan pada mata pelajaran Geografi pada khususnya dan mata pelajaran lain pada umumnya. Yang dikarenakan dapat membantu siswa dalam peningkatan prestasi belajar siswa dalam memahami materi dan pendalaman materi yang disampaikan dalam pembelajaran.

 

  1. Penutup
    1. Kesimpulan

Berdasarkan beberapa temuan pada hasil kegiatan pada bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

  1. Prestasi belajar bidang studi Geografi siswa dapat meningkat jika guru Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) sebagai alat/metode pembelajaran
  2. Dengan menggunakan Lembar Kerja Siswa, memudahkan siswa untuk memahami, menguasai mata pelajaran Geografi, khususnya pada materi pembelajaran Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah
  3. Dengan Lembar Kerja Siswa, dapat sebagai sarana untuk melatih siswa mandiri, bertanggung jawab serta disiplin terhadap tugas dan kewajibannya.

Bagi guru pembelajaran dengan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) akan membantu, mengembangkan dan menyelesaikan materi atau bahan pembelajaran Geografi tersebut tetapi anak didiknya benar-benar sudah berlatih dan mempunyai pengetahuan yang lebih mendalam. Selain itu tugas yang diberikan harus dicek apakah dikerjakan atau belum, kemudian perlu dievaluasi, karena akan memberi motivasi belajar siswa. Segala usaha yang dilakukan itu adalah pada hakekatnya untuk membangkitkan minat belajar pada murid agar lebih bergairah belajarnya.

Bagi siswa akan dapat menggunakan waktunya untuk latihan-latihan, mencari informasi kepada orang lain di luar sekolah yang dipandang mampu. Sehingga siswa akan menjadi aktif  belajar dan dapat menjadi siswa yang cekatan, terampil dan berkembang pengetahuannya, akhirnya bahan yang luas dan banyak itupun akan dapat dipakai oleh siswa.

Adapun hal yang lebih penting lagi dalam pembelajaran dengan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) adalah dalam segi pendidikan pembelajaran dengan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) tidaklah sekedar agar bahan yang banyak itu segera terselesaikan tepat waktunya dan bukan pula agar siswa banyak latihan-latihan saja, tetapi lebih dari itu. Tujuan yang penting adalah untuk mendidik siswa agar dengan pembelajaran dengan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) itu, betul-betul timbul aktivitas untuk belajar dengan sebaik-baiknya, tidak merasa terpaksa, tidak merasa keberatan, tidak merasa bosan bahkan siswa akan merasa senang dengan pembelajaran dengan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik), tersebut. Dalam hal ini guru Geografi memberikan pembelajaran dengan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan mengenai mata pelajaran Geografi, kliping, merangkum yang berhubungan dengan Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah.

Jadi hubungan antara pembelajaran dengan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) dengan Pemahaman Siswa Tentang Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup di Sekolah, bahwa dengan adanya pemberian pembelajaran dengan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) yang teratur dan tetap maka siswa timbul aktivitas belajar didalam Geografi dan berkembanglah pengetahuan yang diterimanya. Dengan demikian maka ketepatan atau keefektifan metode pembelajaran dengan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar yang dicapai oleh siswa. Hal inilah yang dapat digunakan sebagai bukti bahwa dengan adanya efektivitas belajar tersebut siswa akan memperoleh prestasi atau nilai yang baik. Jadi dengan demikian metode pemberian pembelajaran dengan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) itu lebih tepat diterapkan pada semua mata pelajaran.

 

  1. Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, peneliti menyarankan beberapa hal berikut ini

  1. Guru-guru dalam menyampaikan materi pelajaran bidang studi Tatanegara hendaknya mempersiapkan materi yang akan disajikan secara matang, serta dapat memanfaatkan metode pengajaran yang tepat.
  2. Kepala guru Geografi, diharapkan mau dan mampu mnerapkan metode LKS dalam proses pembelajaran mata pelajaran bidang studi. Geografi mengingat dengan menggunakan metode LKS prestasi belajar bidang studi Geografi dapat berhasil dengan baik.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

_____________. 1996/1997. Petunjuk Tehnik Mata Pelajaran BIDANG STUDI. Jakarta.: Depag RI Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam

 

Gino, Hj, dkk. 1993. Belajar dan Pembelajaran I, II. Surakarta: BPK FKJP – UNS

 

Muhibbin Syah. 1995. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Sinar baru

 

Nasution S. 1982. Asas-Asas Kurikulum. Bandung: Jemmnans

 

Ngalini Purwanto. M. 1997. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

 

Poerwodarminto. W.J.S. 1991. Kamus Umum Bahasa  Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

 

Singgih D Gunarso. 1984. Psikologi Perkembangan. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

 

Suratinah Titonegoro. 1989. Anak Supernormal dan Program Pendidikannya. Jakarta: Gramedia

 

Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003. Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Bandung: Citra Umbara.

 

Winkel, WS. 1991. Psikologi Pengajaran. Jakarta: Gramedia

Zainal Arifin. 1990. Evaluasi Intruksional Prinsip. Teknik dan Prosedur. Bandung: Remaja Rosdakarya.

 

Views All Time
Views All Time
187
Views Today
Views Today
1

1 COMMENT

LEAVE A REPLY