Makan Sayur

2
14

Aku masih saja tidak ingin makan. Sudah beberapa kali kucoba untuk menelan nasi ini. Namun apa daya selera makanku hilang, yang kurasakan bukannya lezatnya makanan ini, namun hanya rasa mual yang membuatku ingin muntah. Akupun tak ingin memulai makan lagi, yang kulakukan hanyalah memandangi makanan di mejaku. Seketika akupun teringat penyebab dari rasa mualku ini.

Saat itu aku sedang bersama teman-temanku ke sawah di mana waktu itu kami membawa bekal makan siang. Kamipun membahas makanan yang yang sehat dan penuh gizi. Makan itu harus ada nasi, sayuran, dan lauk pauk. Itu baru betul.

Berbeda denganku yang memang aku tak suka sayur. Dengan penuh percaya diri aku mengatakan bahwa, makan itu yang paling penting adalah zat pengatur dan nasi putihnya sedikit saja. Lagian untuk apa banyak sayuran yang penting kan tubuh kita kuat dan sehat. Akupun tak ingin berdebat kusir karena makanan harus ada penelitian tentang kandungan yang ada di dalam makanan. Kalian kan hanya membaca saja. Dari pengalaman Kakek nenek saya bahwa nasi dan sayur hanya membuatku gemuk saja.

Aku sendiri itu tipe orang yang suka ngeyelan. Lebih suka merasakan apa yang aku alami dibandingkan dengan mengikuti anjuran seseorang juga yang tertulis dalam buku-buku ilmiah lainnya. Pada dasarnya aku tak mau makan sayur. Pengalaman pada waktu kecil selalu dipaksa makan sayur. Pernah melihat juga ada ulat kecil di tengah kacang panjang. Gara-gara pikiranku ini aku sering dianggap anak yang kurang gizi, sering mengantuk dan sulit konsentrasi. Badanku juga sedikit kurus kering, kurang segar.

Sudah hampir sepuluh menit aku hanya terdiam memandangi nasi putih dan sayuran yang sudah di piring makanku. Dan akupun masih merasa mual karena harus menghabiskan makanan ini. Bagaimana cara nenghilangkan trauma masa kanak-kanak. Sambil tetap memegang sendok tiba-tiba saja aku dikejutkan oleh suara Ibuku. Ibuku datang bersama dengan Bibi yang juga seorang dokter yang bertugas di desa kami.

Ternyata Ibuku melihat gerak gerikku yang enggan makan nasi putih dan sayur. Karena sejak lama tidak mau makan nasi dan sayuran, membuat Ibu merasa khawatir. Aku harus tumbuh dan berkembang dengan baik. Akhirnya aku mengikuti saran dari Bibiku untuk belajar makan sayur tanpa dibarengi dengan makan nasi. Makan nasi putih saja lalu makan sayur saja dan terakhir makan lauk saja.

Dari pengalaman ini membuatku tersadar bahwa sayuran membuatku segar dan tidak lemas lagi. Dengan makan sayuran membuatku mudah buang air besar.

Views All Time
Views All Time
15
Views Today
Views Today
1

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY