Manusia: Kritis Karena Berakal Budi

0
8

Dengan pemahaman bahwa manusia merupakan makhluk pembelajar, pencarian ilmu dan pengasahan ketrampilan diri merupakan bagian penting bahkan sentral dalam diri manusia.
Manusia senantiasa belajar. Dari siapa? Dari orang yang lebih dewasa, dari sesama, dari sumber belajar lain seperti dengan membaca buku, majalah, koran, internet.
Dari orang yang lebih dewasa kita belajar bagaimana bertingkah laku. Pembawaan diri yang baik dan santun, mengambil contoh dari sesame di sekitar kita. Perkembangan jaman khususnya lajunya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menghadirkan orang dari berbagai belahan dunia. Mereka dapat juga menjadi tokoh contoh kehidupan orang dari berbagai penjuru dunia.
Menyadari pesatnya perkembangan informasi demikian, manusia makhluk belajar perlu dan banyak berhati-hati. Tidak semua yang diposting di google tepat. Informasi yang dikomunikasikan benar-benar teruji, benar tidaknya, baik buruknya, haram halalnya. Dengan berbagai jenis blog gratisan, siapapun bisa menulis dan mengunggah tulisannya.
Menyikapi fakta ini, sikap kritis sangat dibutuhkan.
Makhluk pembelajar yang memiliki sikap kritis berkat akal budinya. Ini tidak bermaksud mengajak orang untuk skeptis secara negatif. Orang tentunya tetap menahkodai diri dengan positive thinking. Walau demikian, berbagai informasi yang tersebar luas dalam waktu singkat berkat pesatnya perkembangan internet hampir di seluruh pojok dunia ini perlu dikaji secara lebih baik. (bagian 2)

Views All Time
Views All Time
5
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY