Masalah Pendidikan bagi Migran Indonesia di Malaysia

0
15

Migran Indonesia di Malaysia yang notabene sebagai tenaga kerja, memiliki latar belakang pendidikan yang beragam. Ada yang lulusan perguruan tinggi setara diploma bahkan tidak sedikit yang sudah menjadi sarjana. Namun mayoritasnya para tenaga kerja Indonesia yang bermigrasi, merantau ke Malaysia adalah lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah (MA).

Di lapangan, juga banyak ditemukan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena waktu di kampung halaman tidak bersekolah. Ada yang tidak memiliki ijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan bahkan ada juga yang sama sekali tidak memiliki ijazah sekolah dasar (SD).

Alasannya memang beragam tetapi tidak jauh dari alasan ekonomi yang ketika berada di kampung, tidak mampu membayar iuran sekolah sehingga terpaksan putus sekolah, kemudian terpaksa merantau ke Malaysia dengan tujuan dapat mengumpulkan biaya supaya bisa merampungkan sekolah sekaligus untuk memperbaiki ekonomi keluarga.

Pesatnya perkembangan dunia saat ini, telah memaksa anggota masyarakat untuk lebih serius memperhatikan dan menekuni dunia pendidikan. Mensikapi hal ini, kantor Perwakilan RI di Malaysia berusaha mengakomodir WNI/TKI di Malaysia supaya menuntaskan jenjang pendidikan melalui ujian paket kesetaraan yaitu Paket A untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan sederajat, Paket B untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat, dan Paket C untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat.

IGI Malaysia

KL: 12072018

Views All Time
Views All Time
111
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY