Masih Seputar Pembelajaran Jarak Jauh, Ya

1
12

Hampir sembilan bulan kita sebagai masyarakat di dunia pendidikan masih menghadapi persoalan-persoalan dalam melakukan PJJ selama masa pandemi Covid-19, antara lain yang dialami guru yaitu kesulitan merancang metode PJJ dengan penyederhanaan beban kurikulum, yang kedua kesulitan mengelola PJJ yang melibatkan keaktifan murid, yang ketiga kesulitan menggunakan teknologi untuk PJJ secara efektif, yang keempat adalah kesulitan melakukan asesmen PJJ yang berdampak pada kualitas pembelajaran.

Beberapa sekolah sudah memulai aktivitasnya pembelajaran di sekolah, namun tidak sedikit pula yang masih memberlakukan PJJ dengan alasan berbagai masalah lain menyangkut kesehatan dan keselamatan jiwa, juga karena rasa khawatir dari orang tua murid, jika pembelajaran di kelas diberlakukan.

Metode PJJ tidak menuntut siswa untuk memahami materi akademik yang diberikan, itu betul, dan tugas yang diberikan kepada siswa lebih sederhana. Tentunya ada hal lain yang masih bisa dipelajari saat ini oleh anak-anak di rumah, jika materi pembelajaran tidak dapat efektif dilakukan yaitu dengan penguatan pendidikan karakter. Pendidikan yang mencetak manusia berkarakter antara lain, religius, nasionalis, mandiri, integritas, dan gotong royong. Pengarahan dan penguatan kepada anak didik bahwa untuk sementara waktu kalian didampingi oleh orang tua dan keluarga, bersabarlah dengan tetap semangat mengikuti arahan yang Bapak dan Ibu Guru berikan melalui WAG. Selalu berdoa semoga wabah dan pandemi segera menghilang dan kita bisa bersama-sama lagi ke sekolah.

Mari kita kembalikan penguatan budaya Indonesia yang sudah digaungkan beberapa tahun yang lalu yaitu; yang pertama mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Kedua mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius. Ketiga mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif , dan berwawasan kebangsaan. Keempat mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan. Serta mewujudkan tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Sabar adalah ibadah dan ibadah adalah wajib, Salam literasi.

Views All Time
Views All Time
28
Views Today
Views Today
1

1 COMMENT

LEAVE A REPLY