MEMBERITAKAN AMARAH DALAM MARAH

0
8

Dokpri. Artikel Joernal terkini di KOMPASIANER

Memberitakan Amarah dalam Marah.

Salah satu perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain adalah marah. Orang yang tidak bisa menahan amarahnya termasuk orang yang rugi. Begitupun sebaliknya, orang yang menahan amarahnya akan mendapat banyak keutamaan.
Marah dapat disebabkan faktor internal dan eksternal. Periset Dr Molly Crockett dari University of Cambridge menjelaskan, fluktuasi kadar hormon serotonin dalam otak mempengaruhi respons seseorang dalam mengatur amarahnya.

Dalam Islam, marah adalah perbuatan yang dilarang karena dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Al Quran dan hadits menganjurkan umat Islam untuk senantiasa menahan marah.

Allah SWT berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 133-134 sebagai berikut:

وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ (134)

Arab latin: 133. Wa sāri’ū ilā magfiratim mir rabbikum wa jannatin ‘arḍuhas-samāwātu wal-arḍu u’iddat lil-muttaqīn. 134. Allażīna yunfiqụna fis-sarrā`i waḍ-ḍarrā`i wal-kāẓimīnal-gaiẓa wal-‘āfīna ‘anin-nās, wallāhu yuḥibbul-muḥsinīn

Artinya: “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

Dalam haditsnya Rasulullah SAW menyampaikan, orang yang kuat bukanlah orang yang jago gulat. Namun orang yang mampu menahan amarahnya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، قال: “لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرُعة، وَلَكِنَّ الشَّدِيدَ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ”.

Artinya: “Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: Orang yang kuat itu bukanlah karena jago gulat, tetapi orang kuat ialah orang yang dapat menahan dirinya di kala sedang marah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Bagi sebagian besar orang, marah mustahil dihindari termasuk saat puasa Ramadhan. Emosi ini ingin diekspresikan, meski dampaknya merugikan lingkungan sekitar dan bikin sakit hati.
Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya memberi perhatian khusus pada marah, yang bisa menjadi panduan bagi para muslim. Berikut hadistnya, yang mengindikasikan pentingnya tidak terbawa emosi saat marah.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم أَوْصِنِي. قَالَ:

“لَا تَغْضَبْ، فَرَدَّدَ مِرَارًا، قَالَ: لَا تَغْضَبْ”

Artinya: Dari Abu Hurairah, Seseorah bertanya pada Rasulullah SAW, “Ya Rasulullah berilah saya nasihat,” Nabi kemudian berkata. “Jangan marah,” Dia mengulang pertanyaannya yang selalu dijawab dengan, “Jangan marah.” (HR Bukhari).

Rasa lapar berisiko mengganggu aktivitas dan produktivitas sehari-hari. Bahkan kadang orang mudah marah saat lapar yang kerap disebut hangry dalam bahasa Inggris.

Marah merupakan respon emosional kuat yang muncul ketika tubuh merasa dalam bahaya. Pada kondisi tersebut, sumbu hipotalamus-pituitary-adrenal (HPA) aktif dan memicu respons melawan atau lari.

Pada beberapa orang, rasa lapar dianggap sebagai ancaman bagi tubuh. Hal itulah yang kemudian memunculkan kondisi “hangry”. Namun, benarkan lapar membuat seseorang mudah marah?

Dosen Departemen Biokimia Institut Pertanian Bogor (IPB), Husnawati, dalam laman Instagram IPB menjelaskan rasa lapar yang berkepanjangan membuat tubuh stres. Kondisi tersebut dapat memicu keluarnya hormon stres atau kortisol.

“Kondisi stres yang dirasakan oleh tubuh menyebabkan penurunan kadar hormon serotonin yang memicu munculnya rasa marah dan kecenderungan ke arah perilaku kekerasan,” kata Husnawati.

Husnawati menjelaskan, perilaku emosi karena makanan berkaitan dengan pengalaman masa kecil. Menurut teori psikosomatis, rasa emosional karena lapar merupakan respons terhadap perasaan negatif.

Orang di lingkungan yang berebut makanan untuk bertahan hidup akan sangat mengalami hangry. Selain itu, tingkat kesadaran emosional juga berpengaruh pada kondisi hangry.

Pada umat muslim, ada fase dimana seseorang diajarkan untuk mengelola emosi dari rasa lapar, yaitu saat berpuasa. Orang yang terbiasa berpuasa cenderung akan merespon rasa lapar dengan emosi netral bahkan positif karena lapar bukanlah ancaman atau bahaya bagi mereka.

Emosi berlebihan seseorang tentu dapat mempengaruhi tindakan selanjutnya. Untuk itu, kita haru tahu bagaimana mengendalikannya agar tidak merugikan orang di sekitar. Berikut tipsnya dikutip dari berbagai sumber.

1. Jangan langsung bereaksi
Bereaksi langsung terhadap pemicu emosi bisa menjadi kesalahan besar. Dijamin kamu akan mengatakan atau melakukan sesuatu yang akan disesali nantinya. Sebelum itu, tarik napas dalam-dalam dan stabilkan emosi yang luar biasa.

2. Cari moodboster-mu
Ketika berada dalam suasana hati yang buruk, kamu kemungkinan akan terlibat pada pikiran negatif dan akan secara tidak langsung mengeluh dan bertindak gegabah. Untuk itu, pikirkan hal baik yang membuatmu bahagia saat berada di suasana hati yang buruk. Misalnya telepon teman atau keluarga, membicarakan sesuatu yang menyenangkan dan mendengarkan musik.

3. Usahakan tetap diam
Mencoba diam merupakan salah satu cara mengendalikan emosi. Saat marah, seseorang akan lepas kontrol sehingga mengeluarkan kata-kata atau tindakan yang tidak pas.Bahkan perkataan tersebut akan memperparah keadaan karena emosi menjadi lebih meledak. Lebih baik jika kamu diam dan memberikan waktu sejenak untuk mengatasi emosi pada diri sendiri.

4. Tersenyum
Tersenyum dapat membantu untuk memengaruhi emosi negatif yang meningkat. Tersenyum pada saat emosi sedang naik-naiknya memang terasa janggal, namun otak akan merespons dan menyesuaikan.

Puasa bukan hanya menahan rasa haus dan lapar saja, namun juga harus mampu menahan hawa nafsu, termasuk emosi atau rasa marah.

Meski tak dapat membatalkan puasa, marah dapat mengurangi kualitas ibadah sekaligus pahala kita di sisi Allah SWT. Pasalnya, salah satu esensi berpuasa adalah dapat menjaga emosi.

Sebaiknya, kita dapat mengendalikan rasa amarah agar ibadah puasa berjalan maksimal. Ada sejumlah cara yang dapat dilakukan ketika emosi atau amarah muncul saat berpuasa.

Cara pertama yang dapat dilakukan saat amarah menghampiri adalah berwudhu lalu sholat. Berwudhu dapat menenangkan dan memadamkan api kemarahan di hati agar tak meledak hingga melukai diri sendiri atau orang lain.

Selain itu, wudhu akan membuat tubuh dan hati menjadi suci kembali. Setelah wudhu, Anda dapat melakukan shalat sunnah untuk memadamkan hati yang sedang panas dan berapi-api.

Sebuah hadits mengatakan bahwa amarah merupakan bara api yang berada pada hati manusia, kemudian ketika seseorang marah maka akan terlihat kedua mata berwarna merah dan urat-urat di leher menjadi tegang.

Oleh karena itu, siapa pun yang sedang merasakan atau mendapatkan hal tersebut hendaklah orang yang sedang marah menempelkan pipinya dengan sujud.

Napas Anda akan menjadi lebih dangkal dan lebih cepat ketika sedang marah. Sebaliknya, tarik napas dalam-dalam dari hidung kemudian tahan napas. Saat menahan napas, biarkan perut mengembang terisi udara.

Biarkan perut mengembang karena menahan napas di dada justru akan membuat kita sesak napas. Selanjutnya, hembuskan napas sampai habis melalui mulut. Lakukan langkah-langkah tersebut secara bertahap mulai dari hitungan 3-4-3, 5-6-5, dan seterusnya selama lima kali berturut-turut.

Olahraga dapat membantu menenangkan saraf Anda dan mengurangi amarah. Jalan-jalan, bersepeda, atau bermain bola dapat Anda lakukan saat sedang merasa kesal atau pun marah terhadap sesuatu. Hal ini membuat anggota tubuh dan pikiran Anda terpompa dengan baik.

Kesehatan emosional juga memiliki kaitan yang sangat erat dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Salah satu yang paling berbahaya adalah kebiasaan marah, yang dapat menghabiskan sumber daya baik pada tubuh dan juga menguras energi.

Bahkan, kebiasaan marah bisa berdampak lebih buruk lagi dengan datangnya berbagai penyakit bila dilakukan terlalu sering dengan intensitas tinggi. Mengontrol amarah merupakan salah satu hal yang sering menjadi masalah bagi orangtua.

Efek negatif marah bagi kesehatan tubuh masih jarang diperhatikan. Padahal, kebiasaan ini tidak semestinya disepelekan lagi karena menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit. Apalagi bagi orang yang memiliki penyakit jantung, bisa berakibat sangat fatal.

Stres

Efek negatif marah yang pertama adalah stres. Sedangkan stres merupakan awal atau penyebab dari berbagai macam penyakit berbahaya menyerang tubuh kamu, seperti depresi, diabetes, tekanan darah tinggi, bahkan penyakit jantung.

Oleh karena itu, mengontrol diri dalam mengeluarkan amarah sangat penting perannya untuk menjaga kesehatan tubuh.

Penyakit jantung

Efek negatif satu ini mungkin sering sekali kamu lihat di film atau sinetron. Biasanya orang-orang yang sedang marah akan sangat rentan terkena penyakit jantung dan akhirnya menjadi stroke.

Hal ini disebabkan kemarahan dapat memicu debaran jantung yang lebih cepat. Jadi, saat kamu marah, detak jantung akan terus meningkat yang akhirnya bisa menimbulkan stroke pada penderita penyakit jantung. Bahkan, untuk seseorang yang mengalami serangan jantung, terlalu antusias atau terlalu memperlihatkan ekspersi marah dapat berakibat fatal bagi tubuhnya.

Tekanan darah tinggi

Salah satu penyebab dari tekanan darah tinggi adalah kemarahan. Saat kamu marah, maka tekanan darah akan semakin meningkat dan menyebabkan kerusakan pada jantung. Apalagi bila kamu memang merupakan seseorang dengan tekanan darah tinggi, tentunya hal ini bisa berakibat lebih fatal.

Sakit kepala

Pembuluh darah di otak akan berdenyut tidak teratur saat kamu sedang marah. Hal ini dapat memicu rasa sakit pada kepala. Cobalah untuk tenang segera, jika kamu merasa nyeri di kepala, karena dipicu oleh perasaan marah. Semakin sering kamu marah, maka akan semakin sering pula sakit kepala akan menyerangmu.

Masalah pernapasan

Selanjutnya, marah juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti asma. Seseorang akan merasa sulit bernapas ketika ia marah. Kemarahan juga dapat memicu serangan asma dan membuat napas seseorang terengah-engah.

Gangguan tidur

Hormon akan bergejolak di dalam tubuh saat kamu sedang marah. Oleh karena itu, kemarahan memiliki efek negatif terganggunya tidur seseorang. Efek selanjutnya bisa panjang, karena tubuh tidak mendapatkan istirahat yang berkualitas, maka tubuh akan menjadi sasaran empuk bagi berbagai macam penyakit.

Stroke

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, efek negatif marah bahkan bisa menyebabkan stroke. Stroke otak terjadi ketika satu atau lebih pembuluh darah di otak pecah. Hal ini dapat terjadi ketika kemarahan membuat tekanan darah naik sangat tinggi. Stroke otak bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian pada penderitanya.

Kamu bisa melakukan berbagai aktivitas atau olahraga yang dapat mengontrol lonjakan emosi atau amarah yang dirasakan. Melakukan yoga dan meditasi di rumah merupakan dua aktivitas yang bisa menjadi solusi untuk menenangkan dan membuat tingkat emosional seseorang bisa menurun.

Ada faktor-faktor tertentu yang dapat menyebabkan rasa marah sulit diatasi. Penyebab kemarahan berbeda pada masing-masing orang. Beberapa belajar mengendalikan dan menjaga pikiran tetap tenang.

Kemarahan bisa datang dalam berbagai bentuk, bukan sekadar unjuk emosi atau kekuatan fisik. Kemarahan dapat memiliki banyak bentuk dan orang dapat memilih untuk mengekspresikan agresi dengan cara yang berbeda. Mengingat kemarahan dapat ditunjukkan untuk memenuhi tujuan yang berbeda, ada banyak bentuk kemarahan itu sendiri.

Sementara beberapa orang hanya ingin mengekspresikan diri sendiri, yang lain mungkin ingin menegaskan dominasi dan superioritas. Beberapa juga menunjukkan kemarahan untuk mengintimidasi orang atau mungkin hanya sebagai respons karena takut.

Konon, selain bersifat fisik, kemarahan juga bisa berupa verbal, mental, dan emosional. Hal ini dapat menyebabkan kekerasan fisik, seperti memukul dan mendorong, tetapi intimidasi dan pelecehan verbal juga dapat disebut sebagai kemarahan.

Depresi
Depresi sering menyebabkan kesedihan yang berkepanjangan dan perubahan suasana hati yang ekstrem, menyebabkan frustrasi dan kemarahan, bahkan pada hal-hal kecil. Ini mungkin tampak tidak masuk akal bagi mata asing tetapi orang yang depresi mungkin rentan terhadap ledakan emosi yang tidak terkendali.

Epilepsi
Meskipun sangat jarang, para peneliti percaya serangan epilepsi yang dikenal sebagai kejang parsial sederhana dapat mempengaruhi emosi dan menyebabkan kemarahan dan agresi.

Gangguan obsesif kompulsif (OCD)
Gangguan obsesif kompulsif (OCD) adalah jenis gangguan kecemasan yang membuat orang rentan terhadap pikiran obsesif dan perilaku kompulsif. Paling sering kebutuhan untuk menyelesaikan ritual tertentu atau mengikuti jadwal dan ketidakmampuan untuk melakukan hal itu dapat memicu frustrasi, yang menyebabkan kemarahan. Pikiran obsesif dan perilaku kompulsif juga terkadang dapat meningkatkan iritabilitas seseorang.

Gangguan bipolar
Gangguan bipolar juga dapat menyebabkan perubahan dramatis suasana hati dan kepribadian. Orang yang berurusan dengan gangguan mental ini mungkin mengalami serangan kemarahan.

Penyalahgunaan alkohol dan narkoba Menurut para ahli, minum terlalu banyak alkohol atau penyalahgunaan obat dapat menyebabkan agresi yang berlebihan. Konsumsi alkohol dan penggunaan obat-obatan yang tidak perlu dapat menghilangkan kemampuan untuk berpikir jernih dan rasional. Ini merusak kemampuan mengendalikan impuls yang mengarah ke kemarahan.

Tanda-tanda memiliki masalah kemarahan
Karena kemarahan emosi alami, mungkin sulit untuk mengetahui apakah Anda memiliki masalah kemarahan dan perlu mengelolanya. Yang mengatakan ada beberapa karakteristik yang menentukan dari seseorang dengan masalah kemarahan.

-Contoh iritabilitas dan frustrasi yang berulang.
-Merasa kewalahan oleh banyak emosi negatif sekaligus.
-Gejala fisik seperti tekanan darah tinggi, jantung berdebar-debar dan kesemutan di tubuh.
-Kadang-kadang kekerasan verbal dan fisik.
-Merajuk, bersikap sarkastik setiap saat dan memberikan perawatan diam-diam bisa menjadi tanda-tanda kemarahan yang halus.

Bagaimana cara tetap tenang saat terjadi gejolak?
Jika telah didiagnosis dengan kemarahan dan atau berpikir kemarahan tidak terkendali, Anda harus mencoba teknik menenangkan yang dapat membebaskan dari agresi dan frustrasi tersebut. Berikut beberapa tips mengelola kemarahan dan meredakan emosi.

-Sangat penting untuk berpikir sebelum berbicara. Jangan mengatakan atau melakukan apa pun yang akan memperburuk situasi tetapi cobalah latihan pernapasan untuk menenangkan diri. Olahraga juga dapat membantu mengelola amarah.

-Daripada mencapai kesimpulan, pikirkan solusi yang mungkin.

-Bergabunglah dengan kelas manajemen amarah yang dapat memberi berbagai tips dan trik untuk mengatasi masalah terkait kemarahan.

Jangan sampai perut keroncongan karena lapar, sebab kondisi seperti itu bisa memicu perilaku marah dan ini ada alasan ilmiahnya.

Kondisi perut lapar cenderung menggangu produktivitas seorang individu, selain itu kebiasaan perut kosong juga malah dapat memicu terjadinya penyakit pencernaan seperti maag bahkan gerd atau asam lambung.

Dijelaskan alasan fisiologis mengapa beberapa orang marah saat kondisi perut lapar karena di dalam darah jumlah glukosa atau gula turut mengalami penyusutan, secara langsung turut memicu susutnya produksi hormone kortisol dan adrenalin atau disebut juga hormon lawan atau lari.

Maka pada satu kasus, kondisi lapar dianggap sebagai suatu ancaman bagi tubuh, jika dibiarkan rasa lapar ini bekepanjangan maka akan membuat stress. Kondisi stress pada individu akan berlanjut pada efek penurunan kadar hormon serotonin. Artinya jika hormone serotonin ini rendah maka saat erat kaitannya dengan munculnya rasa marah bahkan cenderung berperilaku kekerasan.

Perilaku marah karena lapar akan makanan terbentuk sejak masa kanak-kanak, dan sangat terkait dengan pengalaman masa kecil. Misalnya saja individu yang hidup di lingkungan untuk bertahan hidup namun sulit untuk mendapatkan makanan dan mesti harus berebut diketahui cenderung mengalami rasa marah.

Hubungan marah dan perut keroncongan karena rasa lapar merupakan bentuk respons perasaan negatif, seperti stres, kecemasan, kekecewaan, dan perasaan kesepian yang dijelaskan secara psikomatis.

Manusia memiliki banyak emosi. Terkadang kamu sedih, senang, bahagia, berduka, kecewa, bangga, terharu, diliputi sukacita, merasa kasihan, penuh syukur. Kadang kala kamu juga diliputi kemarahan.

Kemarahan menjadi satu di antara emosi yang paling sering dirasakan. Kamu marah ketika sesuatu berjalan tak seperti yang kamu inginkan, kamu marah ketika melihat ada ketidakadilan, kamu marah ketika diperlakukan orang lain dengan cara tak pantas, kamu marah saat merasa orang lain kejam terhadap dirimu atau orang terdekatmu.

Ada banyak alasan untuk membuatmu marah dalam kehidupan sehari-hari. Marah merupakan bentuk emosi wajar sebagai manusia.

Hanya, perlu ditegaskan, kamu hendaknya cepat dalam mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata dan juga untuk marah.

Kamu harus bisa mengendalikan amarah. Orang yang cepat marah bisa berdampak tak baik, secara fisik, mental, juga hubungan sosial dengan orang lain.

Seiring bertambahnya usia, kamu harus bisa bersikap lebih bijak dalam menyikapi suatu perkara.

Kata bijak dalam kemarahan :

1. “Untuk setiap menit Anda marah, Anda kehilangan ketenangan pikiran 60 detik”. – Ralph Waldo Emerson

2. “Kemarahan adalah tanda bahwa sesuatu perlu diubah”.

3. “Kemarahan adalah kependekan dari bahaya”. – Eleanor Roosevelt

4. “Jika Anda sabar dalam satu momen kemarahan, Anda akan terhindar dari 100 hari kesedihan”. – Pepatah China

5. “Jangan buang waktu Anda dalam kemarahan, penyesalan, kekhawatiran, dan dendam. Hidup ini terlalu singkat untuk tidak bahagia”. – Roy T. Bennett

6. “Jika Anda menendang batu karena marah, Anda akan melukai kakimu”. – Pepatah Korea

7. “Tunda kemarahan hari ini hingga besok”. – Pepatah Tagalog

8. “Kemarahan, kebencian, dan kecemburuan tidak mengubah hati orang lain, itu hanya mengubah Anda”. – Shannon Alder

9. “Berbicaralah saat Anda marah dan Anda akan membuat pidato terbaik yang akan Anda sesali”. – Ambrose Bierce

10. “Saat marah, hitung sampai 10 sebelum Anda berbicara; jika sangat marah, hitung sampai 100”. – Thomas Jefferson

11. “Kemarahan hanyalah kemarahan. Itu tidak baik. Itu tidak buruk. Itu saja. Apa yang Anda lakukan dengannya adalah yang terpenting. Seperti yang lainnya. Anda dapat menggunakannya untuk membangun atau menghancurkan. Anda hanya harus membuat pilihan”. – Jim Butcher

12. “Kemarahan adalah asam yang bisa lebih merusak kapal tempat ia disimpan daripada apa pun yang dituangkan”. – Mark Twain

13. “Dia yang membuatmu marah, menaklukkanmu”. – Elizabeth Kenny

14. “Jangan pernah menanggapi orang yang marah dengan balasan berapi-api, bahkan jika dia layak mendapatkannya. Jangan biarkan amarahnya menjadi amarahmu”. – Bohdi Sanders

15. “Betapa jauh lebih menyedihkan akibat dari kemarahan daripada penyebabnya”. – Marcus Aurelius

16. “Hati yang dipenuhi amarah tidak memiliki tempat untuk cinta”. – Joan Lunden

17. “Boleh saja membicarakan masa lalu, asalkan tidak ada kepahitan dan kemarahan. Itu hanya memberi Anda serangan jantung. Itu tidak akan mengubah masa lalu juga”. – Ann Marie Aguilar

18. “Di mana ada kemarahan, selalu ada rasa sakit di bawahnya”. – Eckhart Tolle

19. “Adalah bijaksana untuk mengarahkan kemarahan Anda ke masalah, bukan orang; untuk memfokuskan energi Anda pada jawaban, bukan alasan”. – William Arthur Ward

20. “Obat terbesar untuk kemarahan adalah penundaan”. – Thomas Paine

21. “Kemarahan hanya berguna pada titik tertentu. Setelah itu, menjadi amarah, dan amarah akan membuat Anda lalai”. – Lauren Oliver

22. “Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa melepaskan amarah tidak menenangkan kemarahan; itu justru mendorongnya”. – Susan Cain

23. “Tahan kata-kata Anda ketika Anda marah karena kadang-kadang kata-kata yang diucapkan dalam kemarahan meninggalkan bekas luka yang tidak pernah bisa disembuhkan”.

24. “Marah adalah membalas dendam kesalahan orang lain pada diri kita sendiri”. – Alexander Pope

25. “Siapa pun yang bisa membuatmu marah, bisa mengendalikanmu”. – Lamine Pearlheart

26. “Pejuang terbaik tidak pernah marah”. – Lao Tzu

27. “Buatlah kemarahan Anda begitu mahal sehingga tidak ada yang mampu membelinya, dan buatlah kebahagiaan Anda begitu murah sehingga orang hampir bisa mendapatkannya dengan gratis”.

28. “Jangan cepat marah; berbaik hatilah, memaafkan, bersabar”. – Patricia Meyers

29. “Taklukkan musuh yang marah dengan tidak marah; taklukkan yang jahat dengan kebaikan; menaklukkan pelit dengan kemurahan hati, dan pembohong dengan mengatakan yang sebenarnya”. – Siddhartha Gautama

30. “Melepaskan memberi kita kebebasan, dan kebebasan adalah satu-satunya syarat untuk kebahagiaan. Jika, dalam hati kita, kita masih berpegang teguh pada sesuatu; kemarahan, kegelisahan, atau harta benda, kita tidak bisa bebas”. – Thich Nhat Hanh

Suka marah-marah atau emosi-emosi yang sangat kuat disadari atau tidak, lambat laun dengan sendirinya dapat menghasilkan perubahan-perubahan anatomis dan fisiologis tertentu pada sejumlah sistem organ tubuh.

Kondisi itu pada akhirnya dapat menimbulkan ragam gangguan kesehatan. Suka marah yang ditimbulkan oleh berbagai sebab dapat pula berakibat negatif terhadap kesehatan dengan memperburuk penyakit yang diderita.

Ketika marah dan emosi meningkat, mengendalikan diri perlu dilakukan untuk meredamkan perasaan yang kurang terkontrol. Begitu pula saat melihat orang lain marah, cara menenangkan mereka dapat dilakukan lewat kata-kata bijak yang penuh makna. Sehingga menggunakan kata-kata bijak untuk orang pemarah bisa sejenak meredamkam emosi mereka.

Setiap orang pernah merasakan emosi yang berubah-ubah dari sedih, senang, bahkan amarah yang meningkat. Ada beragam faktor penyebab orang menjadi pemarah baik karena ketidakpuasan, ketidakadilan, ataupun pengaruh kesehatan.

Dalam hal ini perasaan marah perlu dikendalikan untuk mencegah berbagai hal negatif dalam diri. Sebab amarah yang memuncak tinggi terkadang dapat membuat seseorang melakukan hal-hal di luar kendali.

Ketika menjumpai orang pemarah mencoba menenangkan dan meredamkan emosi mereka bisa dilakukan salah satunya lewat kata-kata bijak.

1. Amarah tidak menyelesaikan permasalahan, justru akan timbul masalah baru jika kamu menghadapi suatu permasalahan dengan emosi yang meluap-luap.

2. Jangan mudah terpancing emosi oleh orang lain. Ketika ada seseorang yang ingin memancing emosimu, sebaiknya berilah senyuman kepadanya.

3. Orang baik juga bisa marah, akan tetapi mereka menekan amarah itu seperti menelan sesuatu dengan cepat. – Nouman Ali Khan

4. Ketakutan adalah jalan menuju sisi gelap. Ketakutan mengarah pada kemarahan. Kemarahan mengarah pada kebencian. Kebencian mengarah pada penderitaan.

5. Marah adalah membalas dendam kesalahan orang lain pada diri kita sendiri. – Alexander Pope

6. Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa melepaskan amarah tidak menenangkan kemarahan; itu justru mendorongnya. – Susan Cain

7. Jangan sampai matahari terbenam karena amarahmu. Kemarahan harus dibatasi, baik dalam rasa maupun waktu.

8. Betapa jauh lebih menyedihkan akibat dari kemarahan daripada penyebabnya. – Marcus Aurelius

9. Boleh saja membicarakan masa lalu, asalkan tidak ada kepahitan dan kemarahan. Itu hanya memberimu serangan jantung. Itu tidak akan mengubah masa lalu juga. – Ann Marie Aguilar

10. Kemarahan yang diekspresikan dengan cara yang sehat dan positif berarti kita menyalurkan kemarahan emosional ke arah resolusi, bukan menyerang.

11. Siapa pun bisa marah – itu mudah. Tetapi untuk marah dengan orang yang tepat, ke tingkat yang tepat, pada waktu yang tepat, untuk tujuan yang benar, dan dengan cara yang benar, itu tidak mudah. – Aristoteles

12. Kemarahan diawali dengan kegilaan dan akan berakhir dengan penyesalan. – Ali bin Abi Thalib

13. Di mana ada kemarahan, selalu ada rasa sakit di bawahnya. – Eckhart Tolle

14. Banyak kerugian yang terjadi akibat ulah orang yang tidak bisa mengontrol diri. Sebenarnya, orang yang selalu marah-marah akan merugi.

15. Kemarahan adalah musuhmu. Taklukkan dia, dan jangan biarkan amarah itu mengalahkanmu.- Ali bin Abi Thalib

16. Menghadapi masalah dengan rasa amarah akan sia-sia. Ketika marah, akan sulit untuk mengontrol diri sendiri.

17. Kemarahan tidak menyelesaikan apa-apa karena hanya meningkatkan tekanan darahmu.

18. Orang sabar bukanlah orang yang tidak memiliki rasa marah, tetapi orang yang dewasa dan kuat untuk mengendalikan amarahnya.

19. Taklukkan musuh yang marah dengan tidak marah, taklukkan yang jahat dengan kebaikan, menaklukkan pelit dengan kemurahan hati, dan pembohong dengan mengatakan yang sebenarnya. – Siddhartha Gautama

20. Jika kamu sabar dalam satu saat kemarahan, kamu akan lolos dari seratus hari kesedihan.

21. Kemarahan seperti badai yang muncul dari dasar kesadaranmu. Ketika kamu merasakannya datang, alihkan fokus ke napasmu.

22. Pikiranmu adalah hal yang kuat. Ketika kamu mengisinya dengan pikiran positif, hidupmu akan mulai berubah.

23. Buatlah kemarahanmu begitu mahal sehingga tidak ada yang mampu membelinya, dan buatlah kebahagiaanmu begitu murah sehingga orang hampir bisa mendapatkannya dengan gratis.

24. Tahan kata-katamu ketika kamu marah karena kadang-kadang kata-kata yang diucapkan dalam kemarahan meninggalkan bekas luka yang tidak pernah bisa disembuhkan.

25. Jangan pernah menanggapi orang yang marah dengan balasan berapi-api, bahkan jika dia layak mendapatkannya. Jangan biarkan amarahnya menjadi amarahmu.- Bohdi Sanders

26. Jika Anda menendang batu karena marah, Anda akan melukai kakimu. – Pepatah Korea

27. Lebih baik menangis daripada marah, karena marah akan menyakiti orang lain, sementara air mata mengalir tanpa suara melalui jiwa dan membersihkan hati.

28. Tak peduli dia akan membalas senyummu atau tidak, yang terpenting ialah hal ini menunjukkan kalau kamu tidak terpancing emosi akibat ulahnya.

29. Tenangkan diri karena amarah akan membuat kamu tidak bisa berpikir dengan tenang.

30. Manusia hebat adalah manusia yang bisa mengendalikan diri saat dikuasai amarah, tenang saat dipermalukan, tersenyum saat diremehkan.

31. Adalah bijaksana untuk mengarahkan kemarahanmu ke masalah, bukan orang, untuk memfokuskan energimu pada jawaban, bukan alasan. – William Arthur War

32. Kamu memiliki kekuatan dalam dirimu untuk bangkit tentang apa pun yang saat ini berusaha untuk menjatuhkanmu.

33. Orang-orang terkuat bukanlah mereka yang menunjukkan kekuatan di depan kita, tetapi mereka yang memenangkan pertempuran yang tidak kita ketahui.

34. Jangan buang waktumu dalam kemarahan, penyesalan, kekhawatiran, dan dendam. Hidup ini terlalu singkat untuk tidak bahagia. – Roy T Bennett

35. Jika kamu sabar dalam satu momen kemarahan, kamu akan terhindar dari 100 hari kesedihan. – Pepatah China

36. Saat marah, hitung sampai 10 sebelum kamu berbicara, jika sangat marah, hitung sampai 100. – Thomas Jefferson

37. Obat terbesar untuk kemarahan adalah penundaan. – Thomas Paine

38. Papun yang dimulai dari kemarahan akan berakhir memalukan. – Benjamin Franklin

39. Berbicaralah saat kamu marah dan kamu akan membuat pidato terbaik yang akan kamu sesali. – Ambrose Bierce

40. Jangan biarkan orang lain membuatmu marah hingga sampai pada titik di mana kamu menjelma menjadi seseorang yang bahkan kamu sendiri tidak mengenalinya. – Abdulbary Yahya

41. Jangan pernah membuat suatu keputusan ketika sedang marah, karena air yang mendidih tidak bisa digunakan untuk bercermin.

42. Sabar sesaat ketika sedang marah akan menyelamatkanmu dari ribuan penyesalan. – Ali bin Abi Thalib

43. Ketika perasaan sedih, marah, dan depresi muncul, biarkan perasaan itu mengalir dan biarkan dirimu mengekspresikan emosi dengan maksud tidak menyakiti orang lain.

44. Pejuang terbaik tidak pernah marah. – Lao Tzu

45. Kemarahan hanya berguna pada titik tertentu. Setelah itu, menjadi amarah, dan amarah akan membuat kamu lalai. – Lauren Oliver

46. Perbedaan mendasar antara emosi dan akal adalah bahwa emosi mengarah pada tindakan sedangkan akal mengarah pada kesimpulan.

47. Hati yang dipenuhi amarah tidak memiliki tempat untuk cinta. – Joan Lunden

48. Kemarahan adalah kependekan dari bahaya. – Eleanor Roosevelt

49. Kemarahan, kebencian, dan kecemburuan tidak mengubah hati orang lain, itu hanya mengubah dirimu sendiri.- Shannon Alder

50. Kemarahan adalah asam yang bisa lebih merusak kapal tempat ia disimpan daripada apa pun yang dituangkan. – Mark Twain

51. Betapa jauh lebih menyedihkan akibat dari kemarahan daripada penyebabnya. – Marcus Aurelius

Media sosial menyuguhkan segala informasi termasuk berita-berita lengkap dengan judul dari yang biasa-biasa saja sampai bombastis. Seringkali judul-judul berita yang tampil bisa membuat dahi mengernyit, tapi tak jarang “sukses” membawa pembaca hanyut untuk kedalam HOAX. Fenomena ini sering disebut BERITA HOAX.

Memainkan kata yang berasosiasi dengan emosi pembaca yang menimbulkan “Kemarahan, kegelisahan, humor, kegembiraan, inspirasi, kejutan, semua ini adalah emosi yang diandalkan oleh headline news berbau hoax,”

Menurut laporan di The Telegraph, energi dan semangat yang tadinya berfokus pada kebutuhan dasar manusia untuk bertahan hidup seperti mendapatkan makanan dan tempat tinggal, menjadi tidak fokus dan kebutuhan sekunder di abad 21 ini. Hal ini dikarenakan orang sudah terpenuhi kebutuhannya dan meninggalkan motivasi untuk kebutuhan dasar tanpa alasan yang tepat.

Akibatnya manusia berevolusi menjadi pemarah dalam beberapa situasi karena emosi memotivasi kita untuk menginginkan sesuatu. Sebagai contoh, merasa lapar membuat kita marah karena meningkatkan level serotonin, yang tadinya memang mengharuskan kita untuk mencari makanan.

Sejak masa karantina dalam upaya menekan penyebaran virus corona diberlakukan, banyak orang mengeluhkan mereka dibekap amarah. Anda juga merasakannya?

Sejak masa karantina dalam upaya menekan penyebaran virus corona diberlakukan, banyak orang mengeluhkan mereka dibekap amarah. Anda juga merasakannya?

Mengapa virus corona Covid-19 ini memicu orang menjadi marah? itu terjadi karena pandemi dan dampaknya merupakan sesuatu yang tidak bisa dikendalikan oleh masyarakat.

Kondisi pandemi membuat hidup orang berubah dramatis. Ketika mereka tidak memiliki kendali, maka ada celah untuk perasaan negatif, seperti kemarahan.

Kemarahan bisa terjadi dalam berbagai bentuk, entah frustrasi, emosi, tidak nyaman, hingga meningkat menjadi mengamuk. Jika Anda marah di tempat kerja, Anda bisa menyalahkan bos. Namun, jika Anda kesal dengan karantina, maka siapa atau apa yang bisa Anda salahkan?

Perasaan kehilangan kontrol dapat menyebabkan kebingungan hingga menjadi kemarahan. Dan penyebab amarah amat bergantung pada situasi yang dihadapi.

“Mungkin Anda marah sama presiden, gubernur, tetangga yang masih keluyuran dan tak mematuhi karantina, atau orang yang menimbun barang,”

Perasaan itu kemudian berkembang seiring dengan situasi. Orang bisa kehilangan kendali, yang merembet ke kebingungan, hingga akhirnya memancing amarah. Apakah normal marah selama pandemi? Tidak hanya normal, itu sehat (sampai batas tertentu). “Ini pengalaman global yang berpotensi traumatis,”

Orang-orang belum pernah mengalami masa seperti ini. Selama ini, orang-orang melihat bencana, perang, dan serangan terorisme. Namun, pandemi Covid-19 berbeda dari semua itu.

Ketika individu atau kelompok atau budaya terkena dampak sebesar itu dalam kehidupan sehari-hari, maka kemarahan adalah emosi up normal yang muncul.

Hindari marah dengan berdo’a kepada TUHAN.

Bersambung*****Memberitakan Amarah dalam Marah?!

03-08-2021, Junirullah

Views All Time
Views All Time
23
Views Today
Views Today
1

LEAVE A REPLY