Membumikan Gerakan Ajarmat

0
15


Mendengar kata matematika pasti orang beranggapan itu sesuatu yang menakutkan dan termasuk dalam pelajaran yang sulit. Dalam pelaksanaan diseminasi Ajatmat penulis bersama kader Ajarmat Bengkayang, Zakius Aya, S.Pd mengadakan survei awal dan menggali unek-unek dari dari 90 orang peserta. Ternyata hanya 10 % menjawab matematika sesuatu menyenangkan, selebihnya menjawab matematika itu sulit, menakutkan, menyeramkan, sakit kepala dan membingungkan. Padahal kalau kita cermati ternyata matematika itu mudah dan menyenangkan. Baru baru ini ada sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Pusat Pengembangan dan Peningkatan Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang bernama AjarMat. AjarMat yang merupakan kepanjangan dari Ayo Belajar Matematika ini dicetus oleh kader terbaik Pusat Pengembangan dan Peningkatan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika. (PPPPTK Matematika) yakni Dr Rachmadi Widdiharto, MA dan Dr Sri Wulandari Danoebroto, M.Pd.
Gerakan Ajarmat adalah kegiatan atau tindakan yang berangkat dari kesadaran untuk mendorong dan mengajak orang tua dan anggota masyarakat membangun iklim pendampingan dalam pembelajaran matematika bagi anak yang asah, asih dan asuh dalam suasana yang kreatif, inovatif, inspiratif dan menyenangkan. Target gerakan ini adalah orang tua atau anggota masyarakat. Karena kemajuan sebuah pendidikan tidak hanya tanggung jawab jalur pendidikan formal,tetapi juga ada campur tangan pendidikan nonformal dan perlunya bimbingan dari orang tua.
Chai, Moyer & Wang (1999) berpendapat bahwa siswa dengan dukungan yang lebih dari orang tua dalam pembelajaran matematika menunjukan prestasi belajar dan sikap matematika yang lebih bagus.
Tanggal 5-7 November 2019 dilakukan pembekalan kader AjarMat di hotel Ambhara Jakarta. Salah satu kader yang diundang adalah Suandi, S.Pd yang merupakan guru asal Jawai Sambas yang bertugas di SDN 11 Saparan Kec. Jagoi Babang Kab. Bengkayang Kalimantan Barat dan alumni diklat PPPPTK Matematika. Program Gerakan Ayo Belajar Matematika (Ajarmat) sangat baik untuk mengenalkan matematika pada anak usia TK dan kelas rendah. Setiap kabupaten/kota diwakili oleh dua orang peserta. Tindak lanjut dari pembekalan AjarMat adalah adanya diseminasi di tiga titik di kota/kabupaten masing masing dengan pilihan tempat sekolah, PKBM, taman bacaan, PKK, DWP, forum pengajian. Program yang baru dicanangkan dan menjadi Gerakan Nasional kemarin Rabu tanggal 27 November 2019 melakukan launching yang pertama di tujuh titik di Kabupaten Kota Indonesia secara serentak melalui video conference. Tujuh lokasi sasaran itu meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Sumba Tengah, Kota Jakarta Timur, Bogor, Pontianak, Makasar, dan Denpasar. Selain di tujuh titik ini dilakukan diseminasi di Kabupaten Baru, Berau, Bengkayang, Bukit Tinggi dan Sintang. Tujuan Gerakan Ajarmat berusaha menghilangkan stigma negatif bahwa matematika itu sulit, membuka persepsi baru tentanga matematika dan menggali permasalahan orang tua dalam mendampingi anak belajar matematika. Matematika itu merupakan sesuatu yang dekat keseharian kita dan sesuatu yang indah dipandang mata dan seharusnya jangan ditakuti. Dalam pelaksanaan diseminasi AjarMat orang tua tidak hanya mendengar materi tetapi bisa melakukan berbagai aktivitas matematika seperti, pengukuran, menghitung luas bangun datar, meronce, mengenal bidai, simulasi aritmatika sosial dan berbagai permainan matematika yang mengasyikkan.
Dari beberapa responden menyatakan bahwa kegiatan AjarMat sangat positif dan perlu dikembangkan lebih lanjut. Mudah-mudahan gerakan AjarMat menjadi gerakan yang membumi dan bisa menyentuh semua lapisan masyarakat dan ke depan harapannya Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru mencanangkan dan memberikan anggaran agar bisa terlaksana di 34 Provinsi di Indonesia.
Mari membumikan Ajarmat (Ayo Belajar Matematika.) Matematika itu mudah dan menyenangkan.
1 Desember 2019
Suandi, S.Pd Guru SDN 11 Saparan & Ketua IGI Bengkayang

Views All Time
Views All Time
9
Views Today
Views Today
4

LEAVE A REPLY