MENAKAR PENDIDIKAN KARAKTER DIMASA COVID

0
18

Perubahan itu memang menjadi sesuatu yang pasti terjadi. Ada atau tidak ada pandemi COVID-19 yang sedang melanda Indoensia dan dunia saat ini, perubahan pasti terjadi. Namun demikian, dengan adanya pandemi COVID-19 ini perubahan tersebut terjadi secara drastis,  sangat cepat,  bahkan dapat dikatakan revolusioner.

Dunia pendidikan di Indonesia juga mengalami dan merasakan perubahan drastis tersebut sebagai damapk pandemi COVID-19. Tidak ada persiapan yang dilakukan sebelumnya untuk mengantisipasi perubahan tersebut, sehingga membuat banyak pihak menjadi bingung, terutama praktisi pendidikan di sekolah. Kepala sekolah, guru, siswa, dan bahkan orang tua menjadi pihak yang ‘terkejut’ dengan perubahan drastis tersebut.

Dalam proses pendidikan di sekolah, selain kegiatan pembelajaran yang bersifat meningkatkan mutu akademik, kognitif, dan keterampilan siswa, juga ada kegiatan pendidikan nonakademik. Melalui berbagai program, kegiatan, dan pembiasaan yang secara terencana, terjadwal, atau tidak terjadwal, sekolah melakukan pendidikan nonakademik yang dikenal dengan PPK (Penguatan Pendidikan Karakter).

Lalu, bagaimana proses pelaksanaan PPK di sekolah dimasa pandemi COVID-19 ini? Selama masa pandemi COVID -19 yang berlangsung mulai awal Maret 2020 lalu, kegiatan pembelajaran di sekolah dialihkan ke rumah dengan pola BDR (Belajar Dari Rumah) sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Mendikbud  RI Nomor tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Diseae (Covid-19).

Selama siswa melakukan aktivitas BDR di rumahnya masing-masing, maka kegiatan PPK yang selama ini dikembangkan di sekolah terkendala atau bahkan terhenti . Tidak ada kegiatan PRAMUKA, PMR, beribadah dan baca doa  bersama, upacara bendara, dan sebagainya. Kegiatan PPK yang bertujuan menumbuhkan dan menguatkan karakter dan kebiasaan positif yang dilaksanakan di sekolah menjadi terganggu atau tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Bukannya tidak percaya dengan pendidikan karakter di keluarga, namun pada banyak kasus terjadi pola pendidikan karakter yang tidak sesuai dengan PPK di sekolah. Tidak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa keluarga yang  karena kesibukan orantuanya, anak-anak tidak terurus dalam pendidikan karakternya. Belum lagi pola asuh, budaya atau kebiasaan masing-masing keluarga dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya.

Selama BDR dimasa pandemi COVID-19 sekolah melalui guru pada umumnya hanya memantau proses belajar dan hal-hal lain yang bersifat akademik, belum sempat menyentuh masalah pendidikan karakter sebagaimana diprogramkan oleh sekolah. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menurunkan mutu pendidikan karakter sebagai bagian dari proses pendidikan yang tidak terpisahkan di sekolah selama ini.

Dalam rangka mengantisipasi terulangnya kembali pola BDR pada tahun ajaran 2020/2021 yang sebentar lagi akan dimasuki, maka perlu sekolah dan keluarga meningkatkan sinergi dalam upaya mengembangkan program PPK dari rumah. Sekolah memberikan program atau acuan kegiatan PPK yang telah direncanakan selama ini untuk dapat diterapkan siswa di rumah selama BDR kepada orangtua siswa. Tentu saja, program PPK sekolah tersebut yang dapat diterapkan di rumah, seperti pembiasaan berdoa sebelum dan sesudah belajar,  beribadah bersama, dan sebagainya.

Harapan kita semua pandemi COVID-19 segera berakhir dan kehidupan normal kembali atau “ new normal” , sehingga sekolah dapat menerapkan kembali program pendidikan, termasuk PPK. Semoga.

 

#BangkitPendidikanIndonesia

#DirumahdanMenulisAja

 

Views All Time
Views All Time
19
Views Today
Views Today
1
Previous articleRAHASIA HATI GURU
Next articleMeniti Sejarah, Pengumuman Kelulusan Melalui Moda Daring
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY