MENCARI JATI DIRI SEKOLAH INDONESIA MELALUI PROGRAM SEKOLAH PENGGERAK (PSP)

0
7

Pendidikan yang digadang-gadang menjadi pilar utama guna mewujudkan sumber daya manusia Indonesia unggul dalam menghadapi persaingan global dan era revolusi industri 4.0  pada era kekinian masih belum jelas arahnya. Tentu kita semua maklum dengan kondisi terkini, ketika lebih dari  2 tahun ini musibah pandemi COVID-19 telah banyak merubah dan menggerus pondasi tatanan kehidupan dari berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan.

Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, memberikan amanat bahwa setiap sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan wajib berdasarkan pinsip-prinsip Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Secara konseptual, esensi MBS adalah otonomi atau kemandirian sekolah, dimana sekolah memiliki “kebebasan atau kemerdekaan” dalam mengelola pendidikan, yang dilaksanakan secara transparan, akuntabel, partisipatif, dan kemitraan.

Selain itu, setiap satuan pendidikan wajib memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP), sebagai kriteria atau standar mutu pendidikan nasional yang berlaku seluruh sekolah di NKRI sesuai kondisi, kemampuan, karakteristik sekolah/daerah. Demikian pula halnya untuk level Pemerintah Daerah yang telah diamanatkan dalam UU Pemda dan PP Nomor 38 tahun 200 7 terdapat tiga bidang kewenangan, yaitu Desentralisasi, Dekonsentrasi, dan Tugas Pembantuan. Hal ini memiliki makna bahwa  daerah memiliki otonomi untuk mengatur khususnya pendidikannya sesuai kondisi daerah.

Dalam rangka mewujudkan sekolah yang mampu mengemban amanat UU Nomor 20 Tahun 2003 tersebut, maka kepala sekolah perlu dibekali dengan kompetensi yang mampuni mengelola sekolah yang dipimpinnya. Melalui kepemimpinan kepala sekolah diharapkan akan terjadi perubahan dan kemajuan yang berkontribusi positif terhadap peningkatan mutu pendidikan nasional, baik bidang akademik maupun non kademik.

Program Sekolah Penggerak (PSP)

Program Sekolah Penggerak (PSP) tercantum dalam episode 7 Program Merdeka Belajar dari Kemendikbud Ristek. Disebutkan bahwa Program Sekolah Penggerak adalah upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila. Selanjutnya, Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup komptensi (literasi dan numerasi)  dan karakter diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).

Dari informasi tentang Program Sekolah Penggerak di atas, bahwa terwujudnya hasil belajar siswa yang holistik diawali dari pengembangan kepala sekolah dan guru sebagai SDM unggul di sekolah. Ada dua program yang mendukung upaya SDM unggul di sekolah yang dilaksanakan oleh Kemendikbud Ristek saat ini, yaitu Program Guru Penggerak (PGP) bagi guru, dan Program Sekolah Penggerak (PSP)  bagi kepala sekolah.

Kepala sekolah menjadi fokus perbaikan dan pengembangan sekolah guna mampu mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dengan melakukan berbagai program dan inovasi di sekolah yang dipimpinnya dengan menerapkan Manejeman Berbasis Sekolah (MBS). Peningkatan kinerja sekolah yang diharapkan melalui pengembangan kepala sekolah meliputi peningkatan kualitas, efektivitas, efisiensi, produktivitas, dan inovasi pendidikan. Oleh sebab itu, kepala sekolah diberikan kewenangan dan tanggung jawab dalam mengelola sekolah berdasarkan prisinf-prinsif tata kelola sekolah yang baik yaitu: (1) partisipasi; (2) transparansi; dan (3) akuntabilitas.

Menurut Kemendikbud Ristek, bahwa Program Sekolah Penggerak merupakan penyempurnaan program trnasformasi sekolah sebelumnya. Program ini akan mengakselarasi sekolah negeri/swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju. Program dilaksanakan bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Program Sekolah Penggerak. Program Sekolah Penggerak dilaksanakan bagi semua jenjang, dari PAUD hingga SMA, termasuk SLB  di seluruh Indonesia pada  tahun pelajaran 2021/2022.

Berdasarkan target yang dipasang oleh Kemendikbud Ristek, bahwa pelaksanaan Program Sekolah Penggerak akan diikuti oleh seluruh sekolah di Indonesia, baik negeri maupun swasta. Sebagai gambaran, pada tahun pelajaran 2021/2022 Program Sekolah Penggerak diikuti oleh 2.500 sekolah, 2022/2023 sebanyak 10.00 sekolah, 2023/2024  sebanyak 20.000 sekolah, 2024/2025 sebanyak 40.000 sekolah, dan seterusnya.

Ada  lima intervensi yang dilakukan dalam Program Sekolah Penggerak, yaitu (1) Pendampingan Konsultarif dan Asimetris; (2) Penguatan Sumber Daya Manusia di Sekolah; (3)Pembelajaran dengan Pradigma Baru; (4) Perencanaan Berbasis Data; dan (5) Digitalisasi Sekolah. Keberhasilan Program Sekolah Penggerak ini tidak terlepas juga dengan peran pemerintah daerah dan lembaga lain , seperti perguruan tinggi, komite sekolah, orang lain, dan sebagainya. Peran pemerintah daerah dalam Program Sekolah Penggerak ini dituangkan dalam bentuk komitmen tertulis yang menjadi kunci utamanya.

Kepala sekolah menjadi kunci utama dalam mewujudkan kemajuan di sekolah, sehingga dalam rangka mendukung peran kepala sekolah agar lebih maksimal dilakukan intervensi oleh Kemendikbud dan Ristek melalui Program Sekolah Penggerak (PSP). Melalui program tersebut diharapkan akan semakin membuka lebar jalan menuju sekolah yang bermutu. Semoga.

 

 

Views All Time
Views All Time
10
Views Today
Views Today
1
Previous articleSTOP ! KEKERASAN DI SEKOLAH
Next articleCAHAYA BERLIAN DARI KOTA INTAN ( GURU SEKUMPUL/K.H M.ZAINI BIN ABDUL GHANI)
Lahir dari keluarga petani dan sederhana di Martapura (Banjar) Kalsel, 5 Nopember 1963. Kini menjalani profesi sebagai guru sejak tahun 1988. Mata pelajaran PPKn/PKn. Saat ini (2017) bertugas di SMPN 4 Pelaihari Kab.Tanah Laut Kalsel. Mulai menulis artikel tentang pendidikan secara rutin sejak tahun 2013. Tulisan artikel banyak dikirim dan terbit pada koran lokal, Banjarmasin Post dan Radar Banjarmasin. Tahun 2015, penulis membukukan artikel-artikel yang pernah terbit pada koran lokal dalam sebuah buku "OPINI SANG GURU" (edisi pertama,2015) lalu buku " OPINI SANG GURU "Edisi Kedua (2017),dan insyaallah akan dilanjutkan dengan buku "OPINI SANG GURU" edisi ketiga ,dan seterusnya.Dalam bentuk tulisan ilmiah, penulis bersama dengan guru-guru Kalsel yang pernah mengikuiti Lomba Inovasi Pembelajaran Kemdikbud tahun 2015, 2016,dan 2017, sedang menyusun dan menerbitkan buku " INOVASI PEMBELAJARAN' ,yang akan diterbitkan dalam beberapa edisi. Setiap edisi terbit diisi oleh 5-6 guru penulis. Buku "INOVASI PEMBELAJARAN" berisi naskah karya tulis inovasi pembelajaran yang pernah masuk worshop dan finalis Lomba Inovasi Pembelajaran, rencananya akan diterbitkan pada akhir tahun 2017 untuk edisi pertama, dan awal tahun 2018 untuk edisi kedua... dan seterusnya. Penulis, bertindak sebagai koordinator pengumpulan naskah tulisan,mengedit, dan mengirimkannya ke penerbit buku di Kalsel. Semoga buku " INOVASI PEMBELAJARAN' karya guru 'Banua' untuk Indonesia akan dapat menginspirasi guru untuk membuat inovasi pembelajaran, menulis, dan membukukannya. Semoga.

LEAVE A REPLY